Lebaran Bikin Sopan :)

24 Agustus 2012

Baru saja saya menonton berita di TV, beritanya tentang pencopetan di sebuah tempat perbelanjaan yang terekam CCTV. Si pencopet diketahui sebagai seorang Ibu yang menggunakan jilbab dan rapi layaknya seorang muslimah.

Si Ibu terlihat ikut dalam keramaian orang orang yang sedang berbelanja memilih baju. Ia dengan santainya merogoh tas selagi berdesakan di dalam kerumunan Ibu-ibu yang sedang asik memilih-milih barang Lebaran.

.

Oke, tulisan ini tidak sedang membahas kaftan Syahrini. Hal pertama yang terpikir oleh saya ketika menonton berita ini adalah “Begitu pintarnya si Ibu (pencopet) yang menyimpulkan bahwa menggunakan pakaian muslimah akan mengubah persepsi orang disekitarnya sebagai perempuan baik-baik.”

.

Contoh diatas banyak diterapkan oleh artis-artis aduhai yang biasanya muncul di TV dengan gaya berbusana ‘kurang bahan’.

Kebanyakan dari mereka cukup pintar memilih statement seperti: “untuk menghormati bulan Ramadhan…”. Lalu H+7 mereka akan berubah lagi ke mode   cari uang.

Perubahan dadakan gaya berbusana artis-artis di TV ini telah terjadi secara rutin dan biasa. Hampir saja saya menganggap mereka itu adalah kumpulan pelawak..

.

Dan ternyata kejadian serupa terjadi juga di sekitar saya. Berpuluh SMS datang membunyikan ringtone HP saya yang lucu itu berkali-kali. Isinya tentu saja permintaan maaf lahir dan batin (dan semoga tulus).

Bagian konyolnya adalah, beberapa teman yang saya kenal sebagai bajingan, pengguna kata-kata kasar, jarang menggunakan Bahasa Indonesia, tiba tiba bisa saja menuliskan kata-kata yang tertutur rapi, santun, dipenuhi huruf Arab bahkan mengutip Al-Quran. Ciamik!

hell yeah

Maaf kalau saya agak skeptis. Toh saya tidak sedang ingin memutuskan benar atau salah. Saya cuma ingin berbagi humor tahunan saja. Dan humor ini cukup membuat saya tersenyum terbahak.

.

Padahal bulan-bulan sebelumnya ada dan banyak yang menuliskan be yourself. Sungguhpun tidak maksud saya untuk menghina, sekalipun saya skeptis. Saya senang saja memikirkan saya masih sama seperti kalian. Hanya sebatas kata-kata.

Iklan

HBD Ibu Pertiwi, WYATB..

17 Agustus 2012

“Sebuah Catatan Dari Dia yang Telah Mengumpat dengan Baik dan Benar”

.

Saya sebagai salah satu anakmu ingin memberi sedikit ucapan, Selamat Ulang Tahun yang ke-67 (SEWIDA6 PI7U, kata orang Semarang). Bukan, itu bukan tulisan alay, Ibu.. Itu biar tampak keren saja..

.

Apa kabar Ibu? Masih sering menangiskah melihat anak anakmu ini? Atau bersedih? Padahal umurmu lumayan lanjut, janganlah terlalu sering menangis kalau itu bukan untuk Tuhan YME.

.

Sebenarnya kabar kami semua baik disini, jika dilihat dari kepala keluarga yang begitu subur perut dan dompetnya. Beberapa anakmu baik di sisi psikologi, beberapa baik di materi, tapi lebih banyak yang baik kesabarannya…

.

Saya dengar Ibu mulai sakit sakitan? Benarkah? Kedinginankah? Karena satu satunya baju batiknya diambil orang? Atau uang berobat sudah diambil anak anak Ibu yang sekolahnya tinggi? Atau terlalu sering mendengar suara TV yang terlalu keras karena menanyangkan tangisan anak anakmu yang lain?

Oh. Kau boleh bersedih, Ibu. Tapi jangan sampai menangis. Kalau kau menangis, kamipun merasa teramat sakit. Pedih sekali rasanya.

.

Kita memang belum pernah bertemu. Saya hanya tahu bagaimana kau lahir lewat buku buku dan cerita cerita orang tua. Hebatlah itu Soekarno yang banyak membantu kelahiranmu. Hatta juga, baru saja kemarin ia ulang tahun.. Yang saya tahu, kau lahir tidak lewat bedah sesar. Tapi lewat perjuang panjang yang lama dan banyak sekali pengorbanan.

Tidakkah kau senang melihat Rumahmu sekarang, Ibu? Sekarang Rumah kita sudah sangat maju. Banyak Mall, bioskop, gedung gedung tinggi, banyak pesta pora disana sini, pasar pasar modern, dan sekolah sekolah taraf internasional.

.

Jangan tanyakan prestasi, Ibu. Saya pun malu menuliskannya. Anak anakmu yang pintar-pintar pun kebanyakan kabur dari rumah. Sama seperti yang dilakukan Pak Habibie dulu. Tidak betah, rumah kita sempit, katanya.

Belum lagi banyak yang ribut disana sini karena beda agama, beda warna kulit, beda makanan, lalu mereka saling benci dan bentak. Sampai sampai tidak sadar kalau ada pencuri masuk ke rumah. Pencurinya ketahuan pun mereka tidak bisa berbuat apa apa, hanya kembali bertengkar tentang tempe.

.

Maaf, Ibu. Saya hanya mengabarkan berita berita buruk saja. Saya pun tak tahan di rumah yang seperti ini. Saya pun ingin rasanya mengencingi orang tua-orang tua yang selalu ribut itu. Tapi Tuhan melarang, apa daya saya. Padahal kalau boleh mengencingi mereka pun, pasti saya siram kok. Saya kan menjaga kebersihan.

.

Banyak sekali yang ingin saya tulis, Ibu. Tapi saya takut nanti jadi buku saking banyaknya. Padahal generasi sekarang sudah sangat jarang yang membaca buku. Banyak yang membaca pemberitahuan di Facebook atau BBM di Blackberry nya.

Oh iya, Ibu. Nanti kalau membaca tulisan ini, usahakan komennya jangan cuma “Saya ikut prihatin..”, nanti Ibu bisa saya lempar sendal..

Sendal jepit hijau yang sudah saya beri tanda “frans poenja” itu..

.

Nanti, kalau rumah kita sudah dalam keadaan baik, akan saya buat catatan untuk ibu baca. Mungkin beberapa tahun lagi, ketika cucunya cucu saya menikahi keturunan Ratu Inggris. InsyaAllah baroqah..

Ibu tidak usah menangis lagi, sayang air matanya. Soalnya lagi musim kering. Mataharinya lagi sok keren.. Sudah dulu ya.

Oke, dadah Ibu…

.

Indonesia Masih Menangis

.

NB:

buat yang kawin selamat menempuh hidup baru
buat yang ulang tahun ditunggu makan-makannya
buat yang merasa artis ditunggu kontroversinya
buat anak-anak jangan coba-coba
buat jomblo jangan sedih dunia tidak selebar layar monitor komputer

*pahlawan tanpa tanda khusus dilarang masuk*


Mudiknya Orang Udik

16 Agustus 2012

Iya, maaf judul nya agak provokatif. Itu saya sengajai biar kesalnya saya tersalurkan. Biar saya bisa bilang bodo amat.

Ini tahun ke-4 saya berlebaran di tanah orang, tanah rantau. Padahal tanahnya sama sama saja, coklat.

.

Selalu saja ada fenomena di tiap pelaksanaan mudik . Yang paling sering adalah berubahnya status para pemudik dari anak menjadi buruh menjelang Hari Raya. Biasanya mereka disuruh membuat kue, bersih bersih rumah, ngecat, bakar sate atau bkin ketupat.

.

Fenomena paling mengesalkan adalah dimana terjadinya penyebaran mobil plat “B” dimanapun kau berada. Ini memang benar benar membuat saya dendam. Di daerah manapun saya mampir, seolah olah mobil dengan plat B ini selalu ada mengintai. Seolah olah ada prestise tersendiri dalam memakai plat ini. Orang orang seakan naik harga dirinya memakai plat ini. Makanya, Mobil dengan plat ini sering kali diajak mudik meskipun jaraknya jauh..

.

Berikutnya adalah kue lebaran. Menurut pengalaman saya yang telah lebih dari 20 kali merayakan Lebaran, Kue lebaran selalu sama. Bukan hanya bentuk dan jenisnya saja yang sama dari tahun ke tahun. Tetapi juga dari rumah ke rumah. Misalnya, dirumah Ibu saya masak kue bawang. Sampai dirumah tetangga ketemu lagi kue bawang. Ke nenek kue bawang, ke rumah ipar kue bawang, ke pak RT kue bawang, ke Magelang kue bawang, ke Jogja kue bawang, ke Palembang, ke Jakarta, ke Kalimantan, Bali, Malang, Bengkulu, entahlah di Papua..

.

Minuman Kaleng. Dari tahun 1997, di rumah saya selalu saja ada minuman kaleng. Entah hadiah dari kantor, parcel, THR, apapun makannya, minumnya minuman kaleng!

.

Loudspeaker. Pernah suatu Lebaran saking bosannya kakak saya dengan theme song lebaran, akhirnya memberanikan diri menyetel album Cokelat dengan hits nya Bendera waktu itu. Dengan volume maksimal tentunya. Ini agak bertentangan dengan keinginan Ayah saya, namun apa daya, ia kalah suara.. begitulah demokrasi..

.

Dan masih banyak lagi fenomena mudik lainnya. Tapi, karena kali ini saya tidak mudik, jadi tulisannya sampai disini saja. Bikin saya tambah kesal saja meneruskan tulisan ini.. hufth.

 

.

NB:

Hindari membawa barang yang tidak perlu seperti tangga, lemari es, TV, mesin cuci, kasur, sofa, rak piring . Emang mau pindah rumah.

#tips mudik


Mengapa Orang Kadang Nggak Nyambung Saat Diajak Bicara?

15 Agustus 2012

Saat diajak bicara, terkadang lawan bicara membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat memahami perkataan Anda. Namun di saat yang bersamaan, ada lawan bicara lain yang bisa dengan cepat memahaminya. Mengapa demikian?

Otak manusia memiliki cara masing-masing untuk belajar dan berkomunikasi. Ada 3 pola belajar atau media komunikasi otak, yaitu visual (melihat), auditori (mendengar) dan kinestetik (sentuhan dan gerakan).

.

A. Gaya belajar visual

Cenderung menggunakan indera penglihatan
Lebih suka membaca
Peka terhadap warna
Duduk tenang saat belajar di tengah situasi yang ribut
Biasanya akan melihat orang lain terlebih dahulu sebelum bertindak.

.

Kendalanya
Tak suka berbicara di depan umum
Kurang mengingat info yang diberikan secara lisan.

.

.

B. Gaya belajar auditori

Mudah ingat dari apa yang didengarnya
Senang dibacakan
Mudah mempelajari bahas asing
Dapat membaca dengan baik sehingga ia bisa mengingat dengan baik apa yang baru dibacanya karena secara otomatis ia mendengarkan suaranya sendiri.

.

Kendalanya
Cenderung banyak omong
Tak bisa belajar dalam suasana ribut
Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya.

.

.

C. Gaya belajar kinestetik

Gemar menyentuh sesuatu yang dijumpainya
Menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
Banyak gerakan fisik dan koordinasi tubuh yang baik
Saat membaca menunjuk kata-katanya dengan jari tangan
Unggul dalam olahraga dan keterampilan tangan
Menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu.

.

Kendalanya
Sulit mempelajari hal yang abstrak
Anak tak bisa duduk diam saat belajar
Energinya cukup tinggi sehingga jika tak disalurkan dapat berpengaruh pada konsentrasi belajarnya.

.

SUMBER:

http://livebeta.kaskus.co.id/thread/000000000000000011849259/mengapa-orang-kadang-nggak-nyambung-saat-diajak-bicara


Dunia Dalam Derita

15 Agustus 2012

Saya beberapa hari terakhir ini yang tumben sekali  menonton TV. Dan kebetulan sekali saya menyukai acara berita di Televisi. Beberapa mengajak tertawa, tetapi kebanyakan membuat tertegun. Mengetahui kondisi negeri ini, negeri tempat saya lahir dan tinggal. Seperti contohnya berita tentang Zakat.

Setiap tahunnya, beberapa hari menjelang Hari Raya, pemberitaan mengenai zakat sangat santer terdengar di berbagai wilayah di Indonesia. Acara tahunan yang selalu diberitakan sama; ramai dan miris. Mirip sekali dengan sidang ishbat.

.

Tidakkah mereka belajar? Setiap tahun mengulang kebodohan yang sama. Kebodohan yang membuat bangsa kita terlihat kehilangan harga diri itu?.

.

Pembagian Zakat yang diberitakan, biasanya dilakukan oleh instansi pemerintah, organisasi, komunitas, maupun artis artis ibukota. Beberapa diantaranya dilakukan pengusaha besar yang sukses.

.

Agak sedih melihat orang orang berdesakan demi sejumput nominal dengan pertaruhan nyawa. Bahkan beberapa membawa anak kecil dalam antrian. Begitu gilakah pengaruh uang?

Apa kabar dengan pasal 34? Tentang ketersediaan negara memelihara anak yatim dan orang terlantar? Mungkin benar secara harfiah negara telah memelihara mereka. Semakin banyak orang miskin adalah bukti peliharaan negara ini telah berkembang biak dengan baik.

.

Mereka sedikit membuang harga diri dengan menjadi hewan liar yang seolah mangsa sudah sangat dekat untuk diterkam. Fenomena ini akan terulang lagi di Hari Raya Qurban. Mereka tidak bisa disalahkan, toh nasib setiap orang sudah diatur masing masing. Tinggal pilihan mereka saja yang tertinggal: menantang arus, atau melepas harga diri.

.

Sebenarnya malas sekali membuat tulisan yang menelanjangi pemerintah di bulan Ramadhan ini. Tapi sepertinya yang ditelanjangi juga seperti pura pura cuek, jadi biarkan saja..

Kalo ingin melihat seberapa makmur rakyat kita, lihatlah pembagian zakat menjelang hari raya. Beribu ribu orang yang sangat ingin dikasihani. Inilah kemakmuran kita, Pak!

.

Asik asik..

.

Quote:

Bersyukur lagi warna bendera kita merah putih. Coba warna ungu, lagu kebangsaan berubah jadi Demi Waktu..


THR Yang di Protes

14 Agustus 2012

Bagi seorang karyawan, THR merupakan magnet ketika mencari jarum ditumpukkan jerami, pelampung bagi mereka yang goblog berenang, atau toilet pom bensin ketika sedang diujung tanduk. Analogi analogi diatas mempunyai persamaan bahwa THR merupakan penyelamat dikala keadaan genting yang penting.

.

Bagi makhluk hidup dengan kasta sosial sekelas saya, THR merupakan segalagalagalanya. THR ibarat Power Rangers pencipta perdamaian dunia ketika banyak monster yang hilir mudik berdatangan. Untuk itulah saya ini mengetik catatan protes tentang THR demi kepentingan saya rakyat Indonesia tercinta. Muach..

.

Menurut KBBS (Kamus Besar Bahasa Saya): THR atau Tunjangan Hari Raya adalah peristiwa dimana munculnya malaikat yang dengan ikhlas tanpa pamrih memberikan segepok uang atau sejumlah barang yang digunakan untuk memperpanjang hak hidup orang perorang Indonesia hingga Hari Raya terjadi.

Untuk para pekerja biasanya diberikan setelah ia diperbudak selama 3-6 bulan masa tahanan oleh majikan masing masing. Dengan jumlah uang sektar seperempat hingga lebih 1  bulan gaji penuh (untuk masa pengabdian diatas 1 tahun). Untuk barang biasanya diberikan sejenis sembako atau mie atau minuman bersoda kalengan. Kadang juga barang yang religius seperti kopiah, sarung, sejadah, tasbih, tapi belum ada terjadi yang memberikan voucher Umroh.

THR dalam tradisinya biasa diberikan pada H-7 sampai H-14, dan bagi perusahaan yang berkelit biasanya ada yang memberi sampai H+7.

Oke, cukup dengan bagian penjelasan tentang THR. Sekarang kita memasuki sub bahasan Protes.

.

THR muncul dikarenakan adanya hukum sebab akibat dari Hari Raya umat muslim yang disebut Lebaran.  Lebaran ini merupakan Hari besar kedua umat muslim setelah Hari Kiamat. Dan saya mulai merasakan sesuatu yang tidak adil terjadi disini.. Hmmm

.

Indonesia, negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia ini, lantas tidak berarti menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Bahkan ada lebih Dari 5 agama yang diakui secara resmi oleh negara dan beberapa kepercayaan lain, juga beberapa keyakinan tanpa Tuhan maupun tanpa agama. Sebagai yang terbesar, Islam muncul dengan kekuatan toleransinya. .

.

Dikarenakan saya yang belum juga sahur, dan mata yang sudah terlampau panas menunggu unduhan video Green Day yang baru, ada baiknya kita langsung saja ke masalah pokok.

Selain Islam, di Indonesia terdapat 5 kepercayaan lainnya yang diakui negara (CMIIW). Hal ini dibuktikan dengan angka merah yang diberitahukan kalender sebagai Hari libur nasional. 5 kepercayaan lainnya ini pun mempunyai Hari Raya Tahunan sebagai bentuk eksistensi kepercayaan mereka masing masing.

.

Tapi kenapa hanya pada waktu Hari Raya Islam saja kita mendapat THR? Tidakkah Buddha cemburu? Atau Protestan akan protes? Atau Hindu akan terhina? Atau Katolik merasa tidak dianggap? Apakah tidak Konghuchu kembali dianaktirikan?

.

Pada pelaksanaannya, THR hanya terjadi pada Hari Raya Idul Fitri saja. Tanpa terjadi pada Hari Raya agama lain. Merasa tidak adil? Apakah karena kebijakan bahwa Islam agama terbesar di indonesia? Karena mayoritas muslim? Karena saya keren? Karena banyak yang tidak mau bilang WOW?

Matematisnya, jika ada 6 agama resmi yang diakui negara maka seharusnya  fenomena THR pun akan terjadi 6 kali.

“Bukan begitu, Gita Gutawa?”.
Gita Gutawa: “iya aa’.. ”

.

Bagaimana dengan Parcel? Atau Angpao? Menurut saya itu cuma sebentuk hadiah yang tak bisa dijadikan tunjangan ketika Hari Raya terjadi. Apakah negara takut rugi? Atau perusahaan takut bangkrut? Entahlah, setahu saya, seingat yang ustadz saya katakan, zakat tidak akan membuat seseorang jatuh miskin.. dududu…

.

Sekali lagi, ini cuma pendapat saya. Pendapat seorang anak kos yang merindukan surga dunia. Pendapat yang harusnya di dengar sejak Bung Karno menuliskan sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Ma’af, opini pribadi.. Semoga ada pencerahan bagi kita semua. Dan jangan ada sidang Ishbat lagi….!

.

woohoo!

.

Quote:

Bersyukurlah kita sudah merdeka dari tahun 1945. Kalo merdekanya baru 2010 kemaren, semboyannya pasti jadi 13h1n3K4 tuN994L 1k4


Facebook Goblog

12 Agustus 2012

Gambar

.

Dalam dunia maya, pernah ada yang bilang kalau wanita lebih possesif dan laki-laki terlampau agresif. Dan benarlah semuanya..

.

Ada suatu masa dimana saya dengan isengnya membuat satu akun Facebook cewek dengan foto profil artis cantik kurang terkenal, dengan semua info palsu seperti: Berasal salah satu daerah hebat di Indonesia, sekolahnya di SMA terkenal di Jakarta, profesinya sebagai model yang lagi belajar di luar negeri, dan yang pasti, statusnya masih single! haha. Oh, dan tentu tidak ketinggalan foto profil yang aduhai tentunya.

Kemudian saya isi dengan foto foto yang saya dapat dari sebuah blog. Saya cuma mengisi 5-7 buah foto kala itu. Sebenarnya akun ini cuma saya pakai khusus untuk bermain game online.

.

…Kurang dari seminggu, permintaan pertemanan sudah mencapai 250 lebih, Yang 98% diantaranya berasal dari laki-laki (bego detected!), Dan seperti biasa, cowok labil kalo udah di konfirm akan nge-wall seperti ini: “makasih ea, udah di konfirm.. lam kenal”. ea ea… Mungkin yang 2% akun cewek sisanya adalah akun palsu cowok yang juga lagi cari mangsa anak ababil. Entahlah..

.

Tak kurang dari 50 pesan disampaikan.. Pesan yang penuh dengan isi kalimat ini: lam kenal, anak mana ea?“,  “anak mana nich?”, “hai, leh kenalan gak?”, “thanks 4 add..”, “palsu nih… potonya ga asli.. (lha ngapain di add, dudung! haha)”.

..

Pemberitahuannya Nau’dzhubillah, ampe 90an biji (ini agak membuat saya terguncang, disebabkan sejak pertama kali saya menggunakan Facebook, tidak pernah ada pemberitahuan yang lebih dari 20 biji. Dan rekor akun asli saya bisa dipatahkan 5 x lipat hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu. Tepok tangan sodara-sodara!)

.

Semua foto yang saya upload pun di komen semua, di like juga. Sekalinya saya bikin status: “Aduh..”. Yang komen ada 20 dengan jumlah like melebihi komennya. Saya bingung, saya ingin mengadu, apa yang mereka sukai (like) dari sebuah status “Aduh..”?. APAAA???

.

Setiap kali saya ganti PP, like nya pun nambah lagi. Dengan Chat yang masih  off pun pesannya juga ikut bertambah (anjrot, niat amat yak..). Sekalinya ngobrol di chat, kebanyakan cowok emang penuh basa basi labil. Ada juga yang sudah tidak tahan akhirnya minta nomer HP saya. Dengan perasaan bingung saya kasih aja nomer teman smp saya yang memang tuna asmara. Biarin, biar dunia agak ramai.

.

Begitulah dunia maya, kengkawan.. cowok emang banyak yang brengsek. Kecuali saya pokoknya. Bagi cewek cewek kesepian dan labil, biasanya hal hal diatas akan ditanggapi secara serius dan penuh harapan. Apalagi cewek cewek yang merasa terkenal sok artis, akan sangat bangga dengan penipuan penipuan penuh basa basi yang terjadi diatas.

Janganlah marah, dunia memang begitu. Dunia kesepian memang mimpi buruk bagi kebanyakan laki laki. Mereka cenderung mencari pelampiasan akibat sifat kekanak-kanakan pada wanita. Biarlah begitu. Salah siapa eksis di dunia maya, dunia para pemimpi..

Hap Hap…

.

Quotes:

Wanita sejati selalu setia, selalu sabar, selalu menunggu, selalu menarik, dan selalu saja udah ada yang punya..


Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: