Generasi Latah Bangsa Indonesia Raya Abadi Nan Jaya


LATAH. Sebenarnya sudah terlalu banyak artikel yang membahas penyakit bangsa kalian ini. Makanya saya tulis yang singkat singkat saja, biar hilanglah itu kebosanan. Menguaplah itu omong kosong..

Tulisan ini muncul ketika saya sudah terlalu penat melihat tulisan tulisan yang bernada sejenis di beberapa forum dunia maya seperti : “Terus gw harus bilang WOW?” .

.

Jadi, menurut hukum pasar:

Semakin langka suatu barang, maka juga akan semakin tinggi nilai jualnya..

Bukan begitu Aura Kasih??
Aura Kasih: “iya, aa’..”

.

Entah mengapa ketika pertama kalinya mendengar kalimat “Terus gw harus bilang WOW?” itu membuat saya cukup tertawa. Tertawa yang cukup lama. Lama sekali seakan akan sedang menunggu adzhan maghrib.. Sebagai perbandingan untuk diketahui, kalau suatu hal itu tidak benar benar lucu, maka harga tertawa saya itu mahal sekali harganya..

Begitulah, kesan pertama saya ketika mendengar kalimat ini cukup waw sekali rasanya. Dari 1 – 10 nilainya 6, humor yang cukup baik. Tapi, lama kelamaan seiring terkenalnya frasa ini, kalimat ini tidak terdengar lucu lagi.. Lebih terkesan garing. Seperti krupuk mungkin. Tapi krupuk garing garing enak. halah.

Lalu dampak terburuknya, orang yang masih juga menggunakan kalimat ini sebagai bahan humor akan terlihat begitu menyedihkan. Seolah daerahnya belum dialiri listrik PLN.. Seakan ia petapa yang baru menemukan peradaban.

Hal ini juga pernah terjadi dengan beberapa kalimat kalimat sebelumnya seperti : Cape deh, lo gue end, betul betul betul, kita? lo aja kali… blablabla dan lain seterusterusnya.

Bangsa ini memang gampang sekali di tebak. Latahnya itu lho, seperti penganten baru saja… kok keterusan.

.

Kadang juga terjadi pada benda benda seperti: sepeda fixie, BB, iPad, android, celana pensil, topi, sepatu, jaket, blablabla busabusabusa……

Bahkan ada satu pepatah yang begini bunyinya: ” Kiamat sudah dekat… tsunami, gempa bumi, tanah longsor, gunung meledak, justin bieber…”

Sesuai janji saya, artikel ini akan pendek.

Sekian.

Sabodo teuing!

NB:

tak selalu diam itu emas
ada giliran untuk kekalahan, perak ditangan
atau terpuruk genggam itu perunggu

setidaknya janganlah jadi pecundang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: