Sentilan Pengguna Facebook.


Lalu kau marah di facebook, berharap ada yang ikut membelamu, meskipun lebih banyak yang merasa kasihan, kau lanjutkan dengan berdoa di facebook, agar ada yang ikut mengamini, meskipun kau berdoa hanya sebatas ritual, kemudian kau jatuhkan aib orang per orang sebab kau tak suka, kau cari teman bergosip, dan matilah harga diri..

.

Sebenarnya saya ingin menceritakan tentang bagaimana kemudian saya begitu mencintai sepatu converse yang bahkan tetap memakainya ketika sedang melakukan aktivitas pendakian gunung. Tapi karena tidak ada hubungannya dengan judul tulisan diatas, akhirnya tidak jadi saja.. hufth…

.

Kali ini saya akan membahas tentang fenomena dunia Facebook. Selain topiknya ringan, mampu dicerna segala kalangan dan kasta, tetapi juga karena saya masih belum  bisa berpikir sejernih mata ketika memandang dompet di akhir bulan karena sahurnya yang cuma mie instan T.T

.

Saya senang sekali melihat kelakuan kelakuan orang orang yang terjadi di dunia Facebook. Karena ada yang tidak sadar bahwa Facebook adalah sebuah akuarium besar dengan seekor ikan  kecil yang transparan dimana semua cacat mu akan mudah divonis.

Momen yang paling sering membuat saya tertawa adalah ketika seorang teman yang membuat status tidak sadar akan status umurnya. Dengan PDnya ia buatlah status semacam curhat, makian, masalah dan semua yang mengundang keprihatinan teman temannya yang lain. Biasanya dilakukan wanita. Dan tambah membuat muak ketika laki laki yang melakukannya.

.

Hal ini akan menambah status tertawa menjadi waspada ketika menyadari bahwa yang membuat status berpendidikan formal sebagai mahasiswa.

Ada kalanya ketika merasa perasaan terlukai, di detik itu juga ia akan membuat status tanpa ada mengenal kata introspeksi diri. Tanpa memikirkan H5W1 si pelaku segera membuat status agar dunia tahu apa yang ia rasakan. So drama…

.

Terkadang ia akan memakai kata kata yang sering membuat pembacanya bertanya tanya. Contoh kasus, ia buat status seperti ini: “Kamu jahat, pergilah selamanya!” Teman temannya datang membawa empati, simpati, XL, 3, dan Mentari, lalu bertanya:  “kamu kenapa?”, “siapa dek?”, “popokmu blum diganti?”, “harga cabe sekarang berapa sekilo?”, blablabla… Dan setelah ramai, si pelaku mulai membuka kartu dengan manis manja grupnya: “hamsterku mati..”.
WAW! Klimaks ala Hollywood may men…

.

“Aku sakit…”. Ini contoh parah yang lain. Tidak ada pesan moral di kalimat ini. Kalo sakit baiknya kamu ke dokter, nak. Facebook tidak bisa melakukan apa apa selain membuat temanmu yang lain menyukai kau sakit (like), dan memberi komentar yang kemudian kau balas dan akhirnya yang terlihat sakit adalah otakmu.

.

Saya tidak akan mengkritik tentang foto, selain karena ini takut kepanjangan tulisannya, saya juga acapkali meng-upload foto. Jadi maaf saja. Dunia memang tidak adil.

.

Ada juga terjadi drama romeo dan juliet. Ini dibuktikan dengan mengirimkan ke dinding pasangan sebentuk perhatian dan rasa kangen. Yang membuat konyol, hal ini dilakukan agar orang orang tahu yang terjadi dan ia merasa sebagai artis karbitan yang baru memulai debutnya di acara gosip sebuah stasiun TV nasional.

.

Terkadang ada yang berniat membuat status lawakan yang seperti ingin lucu. Tapi sayangnya garing dan tidak up-to-date. Menyedihkan.. Saya pun juga pernah melakukannya. Tapi, kesal sekali rasanya ketika orang lain yang melakukannya.. haha.

.

Ada lagi yang membuat status begitu bijaknya, sehingga orang orang mengira Plato baru telah lahir. Tapi, karena ia hanya membuatnya sesekali, dan sayangnya kebanyakan copy-paste, maka statusnya menjadi kerikil di jalanan. Tidak dianggap dan seringkali di tendang..

.

Dan status puitis! Ini adalah lawakan berikutnya. Dan kebanyakan di lakukan laki laki. Dan ketika wanita yang menjadi pembacanya, maka cuma kata inilah yang tertancap di otak mereka: Buaya Gombal!

.

Banyak sekali sebenarnya yang bisa dibahas. Sayang sekali tulisan ini kepanjangan, dan saya pun malas membaca tulisan yang panjang. Mungkin nanti, suatu saat nanti, saya ada niat membuat sequelnya..

Semoga yang membaca dan “tersentil” dapat tertawa saja, jangan terlalu diambil hati. Saya orangnya memang begini. Sering melakukan kritik tanpa solusi. Dan karena itu pula yang membuat saya akan terus belajar. Kecuali belajar Matematika.

Sudah dulu ah, Ciaow!

Go real.. Jangan cengeng.

NB:

Kebanyakan dari batalnya puasa itu bukan karena godaan setan
tapi karena godaan es teh. Jadi berhenti menyalahkan si setan.
Saya mau ibadah dulu jangan di bangunin…

Iklan

2 Responses to Sentilan Pengguna Facebook.

  1. hahahaha,wajar to yoo gunung aja punya status masa manusia kalah? walau kadang agak sedikit LEBHAYYY…
    lanjuttt mas broo like it…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: