Dunia Dalam Derita


Saya beberapa hari terakhir ini yang tumben sekali  menonton TV. Dan kebetulan sekali saya menyukai acara berita di Televisi. Beberapa mengajak tertawa, tetapi kebanyakan membuat tertegun. Mengetahui kondisi negeri ini, negeri tempat saya lahir dan tinggal. Seperti contohnya berita tentang Zakat.

Setiap tahunnya, beberapa hari menjelang Hari Raya, pemberitaan mengenai zakat sangat santer terdengar di berbagai wilayah di Indonesia. Acara tahunan yang selalu diberitakan sama; ramai dan miris. Mirip sekali dengan sidang ishbat.

.

Tidakkah mereka belajar? Setiap tahun mengulang kebodohan yang sama. Kebodohan yang membuat bangsa kita terlihat kehilangan harga diri itu?.

.

Pembagian Zakat yang diberitakan, biasanya dilakukan oleh instansi pemerintah, organisasi, komunitas, maupun artis artis ibukota. Beberapa diantaranya dilakukan pengusaha besar yang sukses.

.

Agak sedih melihat orang orang berdesakan demi sejumput nominal dengan pertaruhan nyawa. Bahkan beberapa membawa anak kecil dalam antrian. Begitu gilakah pengaruh uang?

Apa kabar dengan pasal 34? Tentang ketersediaan negara memelihara anak yatim dan orang terlantar? Mungkin benar secara harfiah negara telah memelihara mereka. Semakin banyak orang miskin adalah bukti peliharaan negara ini telah berkembang biak dengan baik.

.

Mereka sedikit membuang harga diri dengan menjadi hewan liar yang seolah mangsa sudah sangat dekat untuk diterkam. Fenomena ini akan terulang lagi di Hari Raya Qurban. Mereka tidak bisa disalahkan, toh nasib setiap orang sudah diatur masing masing. Tinggal pilihan mereka saja yang tertinggal: menantang arus, atau melepas harga diri.

.

Sebenarnya malas sekali membuat tulisan yang menelanjangi pemerintah di bulan Ramadhan ini. Tapi sepertinya yang ditelanjangi juga seperti pura pura cuek, jadi biarkan saja..

Kalo ingin melihat seberapa makmur rakyat kita, lihatlah pembagian zakat menjelang hari raya. Beribu ribu orang yang sangat ingin dikasihani. Inilah kemakmuran kita, Pak!

.

Asik asik..

.

Quote:

Bersyukur lagi warna bendera kita merah putih. Coba warna ungu, lagu kebangsaan berubah jadi Demi Waktu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: