HBD Ibu Pertiwi, WYATB..


“Sebuah Catatan Dari Dia yang Telah Mengumpat dengan Baik dan Benar”

.

Saya sebagai salah satu anakmu ingin memberi sedikit ucapan, Selamat Ulang Tahun yang ke-67 (SEWIDA6 PI7U, kata orang Semarang). Bukan, itu bukan tulisan alay, Ibu.. Itu biar tampak keren saja..

.

Apa kabar Ibu? Masih sering menangiskah melihat anak anakmu ini? Atau bersedih? Padahal umurmu lumayan lanjut, janganlah terlalu sering menangis kalau itu bukan untuk Tuhan YME.

.

Sebenarnya kabar kami semua baik disini, jika dilihat dari kepala keluarga yang begitu subur perut dan dompetnya. Beberapa anakmu baik di sisi psikologi, beberapa baik di materi, tapi lebih banyak yang baik kesabarannya…

.

Saya dengar Ibu mulai sakit sakitan? Benarkah? Kedinginankah? Karena satu satunya baju batiknya diambil orang? Atau uang berobat sudah diambil anak anak Ibu yang sekolahnya tinggi? Atau terlalu sering mendengar suara TV yang terlalu keras karena menanyangkan tangisan anak anakmu yang lain?

Oh. Kau boleh bersedih, Ibu. Tapi jangan sampai menangis. Kalau kau menangis, kamipun merasa teramat sakit. Pedih sekali rasanya.

.

Kita memang belum pernah bertemu. Saya hanya tahu bagaimana kau lahir lewat buku buku dan cerita cerita orang tua. Hebatlah itu Soekarno yang banyak membantu kelahiranmu. Hatta juga, baru saja kemarin ia ulang tahun.. Yang saya tahu, kau lahir tidak lewat bedah sesar. Tapi lewat perjuang panjang yang lama dan banyak sekali pengorbanan.

Tidakkah kau senang melihat Rumahmu sekarang, Ibu? Sekarang Rumah kita sudah sangat maju. Banyak Mall, bioskop, gedung gedung tinggi, banyak pesta pora disana sini, pasar pasar modern, dan sekolah sekolah taraf internasional.

.

Jangan tanyakan prestasi, Ibu. Saya pun malu menuliskannya. Anak anakmu yang pintar-pintar pun kebanyakan kabur dari rumah. Sama seperti yang dilakukan Pak Habibie dulu. Tidak betah, rumah kita sempit, katanya.

Belum lagi banyak yang ribut disana sini karena beda agama, beda warna kulit, beda makanan, lalu mereka saling benci dan bentak. Sampai sampai tidak sadar kalau ada pencuri masuk ke rumah. Pencurinya ketahuan pun mereka tidak bisa berbuat apa apa, hanya kembali bertengkar tentang tempe.

.

Maaf, Ibu. Saya hanya mengabarkan berita berita buruk saja. Saya pun tak tahan di rumah yang seperti ini. Saya pun ingin rasanya mengencingi orang tua-orang tua yang selalu ribut itu. Tapi Tuhan melarang, apa daya saya. Padahal kalau boleh mengencingi mereka pun, pasti saya siram kok. Saya kan menjaga kebersihan.

.

Banyak sekali yang ingin saya tulis, Ibu. Tapi saya takut nanti jadi buku saking banyaknya. Padahal generasi sekarang sudah sangat jarang yang membaca buku. Banyak yang membaca pemberitahuan di Facebook atau BBM di Blackberry nya.

Oh iya, Ibu. Nanti kalau membaca tulisan ini, usahakan komennya jangan cuma “Saya ikut prihatin..”, nanti Ibu bisa saya lempar sendal..

Sendal jepit hijau yang sudah saya beri tanda “frans poenja” itu..

.

Nanti, kalau rumah kita sudah dalam keadaan baik, akan saya buat catatan untuk ibu baca. Mungkin beberapa tahun lagi, ketika cucunya cucu saya menikahi keturunan Ratu Inggris. InsyaAllah baroqah..

Ibu tidak usah menangis lagi, sayang air matanya. Soalnya lagi musim kering. Mataharinya lagi sok keren.. Sudah dulu ya.

Oke, dadah Ibu…

.

Indonesia Masih Menangis

.

NB:

buat yang kawin selamat menempuh hidup baru
buat yang ulang tahun ditunggu makan-makannya
buat yang merasa artis ditunggu kontroversinya
buat anak-anak jangan coba-coba
buat jomblo jangan sedih dunia tidak selebar layar monitor komputer

*pahlawan tanpa tanda khusus dilarang masuk*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: