Mencium Masa Lalu

22 Oktober 2012

Ada 2 momen dimana seseorang akan terlihat keren dan sangat aduhai ketika telah selesai melakukannya. Pertama, ketika ia selesai mandi. Kedua, ketika ia mencium tangan ibunya.

.

Saya tentu saja tidak membutuhkan momen yang pertama. Bukannya saya riya’, tapi memang saya adalah sejenis makhluk hidup yang sangat menentang perbuatan menghambur-hamburkan air dan juga jarang mengumbar momen ketika saya selesai mandi. Maka dari itu, untuk saya, hanya tersisa momen kedua untuk menjadi keren..

.

Sebenarnya sih, tidak harus mencium tangan ibu untuk menjadi keren. Tangan ayah juga bisa, nenek-kakek, kakak, pacar, atau tetangga sebelah, atau juga orang yang memang harus dihormati seperti ketika Jokowi mencium tangan Bibit. Cuma, tangan seorang Ibu memang agak berbeda dari tangan-tangan lainnya. Bukan karena tangannya memang sering berbau bumbu masakan, tapi ada sesuatu yang bersinar disana, sesuatu yang berkilau namun tidak membutakan. Sesuatu yang… hmmm, entahlah, pokoknya susah untuk dijelaskan dengan teori relativitasnya Enstein..

Selain karena memang adalah bagian surga, tangan seorang ibu memang dirasa spesial bagi para penikmatnya.. maksud saya, bagi orang-orang yang memang merindukan kasih sayang yang tulusnya tanpa ampun. ‘Tak Harap Kembali’, kalau kata lagu Kasih Ibu.

.

Seingat saya, momen saya mencium tangan ibu, terakhir hanya terjadi jika saya akan berangkat ke Semarang ketika akan berpisah di Bandara. Padahal, jaman TK – SMP saya selalu melakukannya ketika akan berangkat sekolah. Entah apa yang terjadi, pemirsa.. Mungkin karena keegoisan ingin terlihat dewasa merubah pandangan saya bahwa sikap mencium tangan hanyalah dilakukan oleh anak-anak semata..

Yang saya tidak tahu adalah, semakin kita dewasa, semakin besar juga rasa rindu akan menyentuh tangan sang ibu. Sangat. Apalagi dengan kondisi terpisahkan jarak selama bertahun-tahun. Bahkan saya mulai merasa kaku dan segan untuk melakukannya sekarang, sekalipun keinginan itu tetap besar.

.

Peralihan masa remaja ke dewasa kadang mengharuskan seseorang menumbuhkan rasa sombong, ego, dan sok. Dan akan segera sadar pada saat seseorang itu menginjak kedewasaan itu sendiri. Sampai seseorang itu memahami sebuah harga akan kenangan dan masa lalu. Memahami akan makna hilangnya sebuah kebiasaan. Kerinduan akan hal-hal biasa yang terjadi berulang-ulang  Dan kebanyakan dari mereka akan melakukan ritual penyesalan dan berharap Doraemon benar-benar ada.

.

Toh, momen yang terjadi tak bisa kita rasakan setiap hari. Jadi, cobalah untuk mengingat setiap detail kejadian yang kita rasakan mulai sekarang. Karena, untuk teknologi manusia saat ini, Cuma ada beberapa alat saja untuk kita kembali ke masa lalu, misalnya; foto dan kenangan..

.

 

Mama sebelum Berangkat

Iklan

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: