Nasib Orang Indonesia di Seutas KTP

21 Januari 2013

Tumbenlah saya yang sedang mau menulis tentang agama. Biar asik. Biar keliatan pinternya.. Biarlah otak saya bekerja sedikit.

 

Pancasila, Sila ke satu: Ketuhanan yang maha esa.

Tulisan ini didasarkan dari berita beberapa tahun yang lalu tentang Orang Sunda yang minta agamanya, Sunda Wiwitan, berharap diakui pemerintah..

Bagi saya yang orang Sumatera, info ini baru saya dengar waktu saya main ke suku Baduy. 2009 yang lalu kalau tidak salah. Di Mentawai juga ada.

Lalu saya main ke Lombok 2009 juga, di sana ada agama yang saya baru tahu juga, Marapu namanya. Kemudian saya teringat dengan berita Ahmadiyah yang banyak di bully dimana mana.. kasian.

Yang banyak orang tidak tahu, permasalahan keyakinan di KTP ini berdampak terlalu besar bagi para korbannya.. Agak miris mengetahui kalau negara kita punya toleransi beragama. Ibarat kita yang seolah tidak punya pilihan lain ketika memilih agama yang sebenarnya didapat dari pilihan orang tua.. Agama genetik kalo saya bilang.

.

Beralih ke pemerintahan Indonesia Raya. Disini, negara kita cuma mengakui 6 biji agama untuk boleh di tuliskan di KTP.. Saya mulai penasaran dan mulai mencari tahu konsep ke-5 Agama lainnya selain yang saya anut..

.

Ada hal yang membingungkan dengan konsep sila pertama: Ketuhanan yang maha esa.

Yang saya tahu, agama Hindu mempunyai banyak dewa-dewi untuk disembah.. Agama kristen mempunyai konsep Trinitas yang menganggap 3 wujud Tuhan dalam satu kekuatan Tuhan. Sedangkan Buddha dan Kong Hu Chu, Mereka tidak punya Tuhan. Hampir sama dengan Agama tradisional lain yang mengajarkan filosofi hidup. Bedanya, Buddha dan Kong Hu Chu Memiliki Pioneer dalam penyebaran agamanya: Gautama dan Konfisius. Lebih jelasnya, Buddha bukanlah Tuhan, itu hanyalah sebatas title bagi manusia-manusia yang telah sampai pada kesempurnaan jiwanya.

.

Setelah saya pelajari lebih lanjut, Konsep “Ketuhanan yang maha Esa” itu banyak disalah artikan. Kalimat tadi bukan berarti percaya dengan 1 Tuhan. Kalimat tadi menerangkan bahwa setiap orang harus punya 1 buah konsep ketuhanan. Alias , harus punya sebuah agama / kepercayaan.
Tulisannya “Ketuhanan” bukan “Tuhan” dan bukan pula “Keagamaan”. Indonesia menyadari bahwa setiap orang punya konsep Ketuhanan masing masing dan Indonesia menginginkan masyarakatnya percaya dengan sebuah keyakinan. Itulah mengapa Hindu bisa diterima, namun inilah juga mengapa Atheisme tidak diterima di Indonesia.

.

Mungkin alasan pemerintah tidak memasukkan keyakinan tradisional (dalam kasus Indonesia ini, jika tiap tiap suku punya kepercayaan yang berbeda, maka akan ada ratusan agama yang berbeda yang harus ditulis di KTP), adalah karena mereka belum mempunyai konsep keyakinan yang kita sebut AGAMA. Ibarat ikut pemilu, mereka tidak punya parpol, jadi lewat jalur independent.. Atau jangan-jangan pemerintah takut kebanyakan hari raya libur agama? Entahlah, saya bukan pemerintah..

.

Jadi, kenyataannya, dari yang saya dengar, bagi mereka yang keyakinannya (hak azazi) tidak bisa dicantumkan di dalam KTP, wajib memilih salah satu dari 6 agama yang diakui negara. Jika tidak, mereka tidak bisa mendapat KTP, KK, STNK, IMB, KB, SKCK, KKKKKKK lainnya, pokoknya yang berwujud kartu dan digunakan pemerintah untuk memperlama proses sebuah urusan. Bahkan bisa tidak sekolah, tidak dapat kerja, tidak disensus, dan bahkan tidak dianggap..

.

.

.

Sedikit Out Of Topic,.. Pernah mendengar Agnotisisme? Teman dekatnya Atheisme? Mereka juga tersingkir dari kandidat pengisi KTP..

Yang saya tahu, -a dalam bahasa Yunani itu artinya -tidak. Atheis berarti tidak percaya Tuhan. Theis berarti percaya Tuhan. Gampangnya seperti itu..

.

Lebih jauh lagi, Atheis adalah kumpulan orang yang tidak mempercayai bahwa Tuhan, yang klenik, ataupun hal-hal yang bersifat supranatural itu ada. Mereka adalah penganut teori kausalitas tulen. Semua yang terjadi pasti ada sebabnya. Lucunya, Kalau sebabnya tidak diketahui (misal: terjadi kebetulan / fenomena gaib atau mukjizat) mereka akan mendebat dengan alasan: Akan ada jamannya dimana manusia akan mengerti sebabnya nanti, suatu hari kelak, dengan ilmiah.. Untungnya, Sains peradaban manusia banyak berkembang berkat orang-orang seperti ini. Mereka akan terus berusaha keras hingga sebuah kejadian bisa dijelaskan secarah ilmiah. Data dan fakta..

.

Adiknya, Theis, menganggap bahwa Tuhan itu ada. Bedanya dengan para penganut agama, orang-orang Theis tidak mempercayai konsep sebuah agama. Banyak sekali Orang-orang Theis yang lebih fokus menghina agama lain. Mereka percaya Tuhan bisa mendengar setiap manusia asal manusia berbuat kebaikan. Entah apa bentuk Tuhan dipikiran mereka…

.

Agnotinisme, musuh bebuyutan dari Theis. Agnostik lebih mengarah ke keberadaan Tuhan. Mereka yakin jika Keberadaan Tuhan tidak akan bisa diketahui. Agnostik itu menunjukkan bahwa tidak mungkin seorang manusia itu bisa mempunyai pengetahuan mengenai ada/tidaknya Tuhan. . Agnostik berisi orang-orang skeptis yang menginginkan bukti lebih atas keberadaan Tuhan. Biasanya mereka adalah orang-orang yang sudah bosan dengan perihal keagamaan dan ketuhanaan.

.

Dan Gnotinisme, merekalah orang-orang yang bingung. Gnostik sebenarnya mengacu ke salah satu aliran Kristen jaman dulu (bahkan sebelum adanya kristen) yang menyatakan bahwa manusia bisa ‘mencapai’ Tuhan kalo mereka punya ‘pengetahuan/gnosis’ yang diperoleh dari banyak cara, tetapi pada dasarnya mereka tidak mempedulikan Tuhan itu ada atau tidak karena yang mereka cari adalah kebenaran sejati. Banyak yang bilang kalau mereka mencampur banyak ajaran agama (atau mungkin banyak ajaran agama yang bersumber dari mereka?). Sedikit mirip Atheis, tapi mereka yakin akan adanya Tuhan.

.

Dan yang lebih membingungkan lagi, ke empat konsep kepercayaan ini dapat di kombinasikan laggi… haadeeh..

(1) ATHEIS AGNOSTIK tidak percaya pada tuhan dan berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, tidak mungkin diketahui siapapun.
(2) THEIS GNOSTIK percaya pada tuhan dan berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, bisa diketahui. Biasa disebut THEIS saja.
(3) ATHEIS GNOSTIK tidak percaya tuhan dan berpendapat bahwa tidak adanya tuhan, bisa diketahui. Sedikit org yang posisi ini.
(4) THEIS AGNOSTIK percaya pada tuhan tapi berpendapat bahwa ada-tidaknya tuhan, belum/tidak bisa diketahui.

.

Bingung bingunglah tuh..

.

Bingung

Bingung


Tradisi Yang Saya Bodo Amat-i

8 Januari 2013

Mendung itu sering kali pertanda hujan. Namun, Jika hujannya nakal, ia muncul tanpa peringatan, tanpa mendung terlebih dahulu. Tapi sering juga mendung muncul tanpa diikuti hujan setelahnya. Mungkin ia hanya sekedar jalan-jalan santai. Atau juga ia ingin membalas kelakuan hujan. Anggap saja permainan cuaca..

.

Analogi ini bisa saja menyiratkan sebentuk keadaan jiwa manusia. Yang lebih sering terjadi tentu saja kita sebut dengan kebiasaan. Dan sebaliknyapun, yang terjadinya sesekali kita anggap aneh, abnormal, melawan tradisi, dan kadang-kadang abstrak.

Bukan, saya bukan lagi menulis tentang muka kamu.. Sungguh!

.

Semua pertentangan ini dihadirkan oleh sebuah penguasa tunggal: Waktu. Sudah sejak lama Waktu menjadi objek dalam segala hal. Ditulisan ini, saya menjadikan Waktu sebagai unsur kausalitas dari sebuah kebiasaan. Waktu telah dan akan selalu mendapat peran antagonis dan protagonis sekaligus.

.

Sebuah kebiasaan akan terbentuk dari keadaan yang sering terjadi berulang-ulang dan dalam bentuk yang sama. Lalu kita akan menyebutnya tradisi. Dan kita anggap keadaan tersebut sebagai sesuatu yang normal. Semakin sering terjadi artinya semakin biasa (semakin normal?).

Dan ketika hadir sebuah perubahan yang agak lain, menyimpang dan berbeda, lalu kita anggap hal tersebut sesuatu yang aneh, abnormal, yang kadang kita anggap sebagai lawan..

.

Yang ditakutkan adalah yang datang terakhir selalu dicap negatif. Dianggap salah dan buruk.

Contoh yang beruntung adalah agama Islam. Walaupun Agama ini datang belakangan, pada akhirnya ia bisa merubah banyak kebiasaan dan dapat diterima, lebih lagi dianggap kebenaran mutlak.

Contoh tersial yang saya tahu adalah ilmuwan penghadir teori heliosentris, Copernicus. Ia bahkan butuh ratusan tahun untuk dianggap benar karena dianggap melawan kebiasaan dan tradisi.

.

Kemampuan manusia untuk menalarkan sesuatu yang sering terjadi dan kemudian menganggapnya biasa boleh dianggap alami. Jadi tidak ada yang bisa disalahkan disini.

Contoh kecilnya saja: Ketika kita sering kali mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak layak pakai yang sebenarnya kita simpan adalah kenangannya, memori dimasa hidupnya.. Tapi makin hari barang tersebut hanya dianggap biasa sampai ketika barang tersebut hilang lalu kita kemudian mengutuk dunia…

.

Sama halnya ketika saya pertama kali merokok. Orang-orang sekitar saya juga merasa aneh, kenapa anak baik-baik, pendiam, pintar,  santun, sholeh dan lugu seperti saya mau merokok. Lalu setelah 5 tahun saya terus melakukannya akhirnya peristiwa saya merokokpun dianggap biasa, normal..

.

Rutinitas-rutinitas yang kemudian dianggap normal ini bisa saja diterapkan di segala bidang kehidupan. Yang bila dilakukan berulang-ulang maka akan dianggap biasa dan wajar. Yang diperlukan hanya konsistensi dan kenyamanan diri..

Ini semua bukan tentang normal atau tidak normal. Ini hanya sebatas tentang kenyamanan dalam menjalankan hidup. Jadi maaf saja, saya jenis orang yang agak canggung dengan tradisi kolektif.. Cenderung menolak mungkin.

.

Untuk itulah, dijaman yang serba mengikuti arus ini, saya tetap masa bodo. Saya akan tetap menggunakan celana jeans belel yang kadang sobek lututnya. Memakai sepatu converse dibanding sendal. Tetap merokok. Tetap cuek. Tetap memakai Sony Ericsson. Tetap menyukai kaos oblong bekas. Memakan Indomie kemanapun pergi dan tinggal. Tetap dengan selera musik rock 80’s dan 90’s. Tetap minum air putih. Tetap membenci dingin. Selalu sayang Ibu. Tetap menyukai produk-produk Jepang. Tetap malas tersenyum. Lebih Suka nonton film animasi. Tetap jarang kebioskop. Tetap buang sampah pada tempatnya. Tetap menjaga tradisi mandi hanya di musim panas. Tetap menyukai pantai. Tetap mengharamkan nyanyi di wc. Tetap menyukai baca buku. Tetap mengharapkan motor Ducati Monster. Tetap membenci boyband. Tetap menomersatukan keluarga. !!

.

Forever

Forever

.

“They laugh at me because I’m different; I laugh at them because they’re all the same.”
– Kurt Cobain.


Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: