Tradisi Yang Saya Bodo Amat-i


Mendung itu sering kali pertanda hujan. Namun, Jika hujannya nakal, ia muncul tanpa peringatan, tanpa mendung terlebih dahulu. Tapi sering juga mendung muncul tanpa diikuti hujan setelahnya. Mungkin ia hanya sekedar jalan-jalan santai. Atau juga ia ingin membalas kelakuan hujan. Anggap saja permainan cuaca..

.

Analogi ini bisa saja menyiratkan sebentuk keadaan jiwa manusia. Yang lebih sering terjadi tentu saja kita sebut dengan kebiasaan. Dan sebaliknyapun, yang terjadinya sesekali kita anggap aneh, abnormal, melawan tradisi, dan kadang-kadang abstrak.

Bukan, saya bukan lagi menulis tentang muka kamu.. Sungguh!

.

Semua pertentangan ini dihadirkan oleh sebuah penguasa tunggal: Waktu. Sudah sejak lama Waktu menjadi objek dalam segala hal. Ditulisan ini, saya menjadikan Waktu sebagai unsur kausalitas dari sebuah kebiasaan. Waktu telah dan akan selalu mendapat peran antagonis dan protagonis sekaligus.

.

Sebuah kebiasaan akan terbentuk dari keadaan yang sering terjadi berulang-ulang dan dalam bentuk yang sama. Lalu kita akan menyebutnya tradisi. Dan kita anggap keadaan tersebut sebagai sesuatu yang normal. Semakin sering terjadi artinya semakin biasa (semakin normal?).

Dan ketika hadir sebuah perubahan yang agak lain, menyimpang dan berbeda, lalu kita anggap hal tersebut sesuatu yang aneh, abnormal, yang kadang kita anggap sebagai lawan..

.

Yang ditakutkan adalah yang datang terakhir selalu dicap negatif. Dianggap salah dan buruk.

Contoh yang beruntung adalah agama Islam. Walaupun Agama ini datang belakangan, pada akhirnya ia bisa merubah banyak kebiasaan dan dapat diterima, lebih lagi dianggap kebenaran mutlak.

Contoh tersial yang saya tahu adalah ilmuwan penghadir teori heliosentris, Copernicus. Ia bahkan butuh ratusan tahun untuk dianggap benar karena dianggap melawan kebiasaan dan tradisi.

.

Kemampuan manusia untuk menalarkan sesuatu yang sering terjadi dan kemudian menganggapnya biasa boleh dianggap alami. Jadi tidak ada yang bisa disalahkan disini.

Contoh kecilnya saja: Ketika kita sering kali mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak layak pakai yang sebenarnya kita simpan adalah kenangannya, memori dimasa hidupnya.. Tapi makin hari barang tersebut hanya dianggap biasa sampai ketika barang tersebut hilang lalu kita kemudian mengutuk dunia…

.

Sama halnya ketika saya pertama kali merokok. Orang-orang sekitar saya juga merasa aneh, kenapa anak baik-baik, pendiam, pintar,  santun, sholeh dan lugu seperti saya mau merokok. Lalu setelah 5 tahun saya terus melakukannya akhirnya peristiwa saya merokokpun dianggap biasa, normal..

.

Rutinitas-rutinitas yang kemudian dianggap normal ini bisa saja diterapkan di segala bidang kehidupan. Yang bila dilakukan berulang-ulang maka akan dianggap biasa dan wajar. Yang diperlukan hanya konsistensi dan kenyamanan diri..

Ini semua bukan tentang normal atau tidak normal. Ini hanya sebatas tentang kenyamanan dalam menjalankan hidup. Jadi maaf saja, saya jenis orang yang agak canggung dengan tradisi kolektif.. Cenderung menolak mungkin.

.

Untuk itulah, dijaman yang serba mengikuti arus ini, saya tetap masa bodo. Saya akan tetap menggunakan celana jeans belel yang kadang sobek lututnya. Memakai sepatu converse dibanding sendal. Tetap merokok. Tetap cuek. Tetap memakai Sony Ericsson. Tetap menyukai kaos oblong bekas. Memakan Indomie kemanapun pergi dan tinggal. Tetap dengan selera musik rock 80’s dan 90’s. Tetap minum air putih. Tetap membenci dingin. Selalu sayang Ibu. Tetap menyukai produk-produk Jepang. Tetap malas tersenyum. Lebih Suka nonton film animasi. Tetap jarang kebioskop. Tetap buang sampah pada tempatnya. Tetap menjaga tradisi mandi hanya di musim panas. Tetap menyukai pantai. Tetap mengharamkan nyanyi di wc. Tetap menyukai baca buku. Tetap mengharapkan motor Ducati Monster. Tetap membenci boyband. Tetap menomersatukan keluarga. !!

.

Forever

Forever

.

“They laugh at me because I’m different; I laugh at them because they’re all the same.”
– Kurt Cobain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: