Tempo


Diantara kita, tidak sedikit yang bingung membedakan warna musik atau yang biasa disebut genre. Saya dulu juga pernah bingung. Tapi sekarang tidak lagi. Apakah karena saya rajin minum panadol? Oh, bukan.. Tetapi sekarang saya lebih tambah bingung. diakibatkan dengan kemajuan jaman, teknologi serta budaya, kemampuan improvisasi kita dibidang nada juga ikut terseret deras berjalan maju dengan mengatasnamakan inovasi.

.

Yang sedang saya bicarakan disini adalah jenis-jenis musik layaknya pop, rock, dangdut, metal dll. Jenis musik yang banyak diperdebatkan karena perbedaan laju nadanya. Ada yang bilang ini musik rock, itu musik rock, ini rock alternative, itu rock dangdut (??), ini rock siapa dikamar mandi?

.

Sebagai penikmat musik (bukan pengamat), tentunya saya bodo amat dengan genre-genre yang ada, selama musik yang dengar adalah harmonisasi nada yang baik. Sebuah lagu akan tetap terasa enak didengar jika dinyanyikan lewat mulut, bukan lewat hati (seperti yang banyak juri bilang). Karena lagu yang dinyanyikan melalui hati adalah egois, yang bisa menikmati hanya yang bernyanyi saja. Dan orang egois biasanya tidak disayang Tuhan.

.

Seperti yang tulisan ngawur diatas katakan, saya memang bodo amat dengan yang namanya genre. Kita ambil contoh Dangdut. Musik ini banyak sekali alirannya, sampai-sampai penyanyinya saja malas membedakannya, ini terbukti dengan semua penyanyi dangdut yang menyanyikan apa saja, semua jenis genre, mulai dari yang mendayu-dayu sampai dangdut yang remix buat ajeb-ajeb seolah-olah tidak punya ciri khas saja.

.

Adalagi musik pop. Asal kata populer. Musik Mainstream. Pasaran tapi tidak murahan. Hanya dinikmati anak-anak muda. Musik ini ada juga genre popdut. Pop-dangdut, musik pop yang terseret aliran melayu. Ada lagi pop balada, country, hip-hop dan lain sebanyaknya. Jenis musik pop sering membuat bingung karena batasannya yang kabur, bukan karena dikejar polisi, tapi karena musik ini seolah bisa di sandingkan dengan segala jenis musik.

.

Musik rock sering diidentifikasikan musik keras. Semua musik yang menghentak awamnya dianggap musik rock. Semua yang menggunakan gitar listrik juga dianggap musik rock. Yang menegangkan juga gara-gara rock. Batasannya pun mulai suram. Seperti jika Band rock yang menyanyi akustikan apa masih dianggap rock? atau rock alternatif, atau slowrock. Ada lagi Punk, Funk, grunge, ska, blues,  jazz, rock n roll, rock progress, rock simfoni, metal, undrground, cadas, blablabla.

.

Karena saya orangnya males ribet, akhirnya saya memutuskan, bahwa musik hanya dibagi tiga menurut kecepatannya, atau tempo. Musik pelan, musik keras, dan musik au au..
Selama musiknya enak, akan saya dengarkan. Tidak peduli dengan genrenya. Tapi musiknya harus menjiwai, jangan cuma dibantu alat atau kebanyakan curhat ketimbang pendalaman lirik. Ambil contoh band The Panasdalam, baik lirik maupun musiknya agak susah dipahami, tapi saya suka, saya suka waktu pidi baiq nyanyi amat menjiwai walau suaranya ga sekeren axl rose, saya suka musiknya yang lepas seperti nirvana. Ada juga band-band yang saya suka cuma karena vokalisnya nyanyinya bagus, seperti so7, /rif, bondan, kunci, edane, dll. Ada juga band yang tidak terlalu pusing dengan genre selama musik yang dihadirkannya enak, seperti payung teduh, slank, iwan fals, sore,  juga dll.

.

Musik pelan adalah musik dengan tempo lambat yang mampu mengalun membelai dan menghangatkan.. halah! Layaknya musik payung teduh atau lagunya foo fighters-walking after you, atau sore atau idris sadri dan beberapa lagu padi.

Ada lagi musik keras, yaitu musik dengan kekuatan yang membakar semangat. Lagu-lagu menghentak dengan dentuman yang memberikan efek energi lebih kepada para pendengarnya. Dengar lah itu nirvana, atau metallica, atau guns n roses, atau boleh juga edane atau foo fighters dan SOAD juga jamrud.

Musik au au adalah jenis musik yang membutuhkan telinga lebih untuk mendengarkannya. Saya lebih mengidentifikasikan musik ini dengan musik ribut. Karena hanya mengedepankan lirik dan suara dengungan alat musik saja. Dengan Volume bass yang lebih dominan daripada suara vokalisnya. Hanya beberapa musik saja yang saya dengarkan dari genre seperti ini, seperti Soad, metallica, silverchair, burgerkill, iron maiden, kadang-kadang juga saya cuma menghapal liriknya saja tanpa peduli musiknya.

.

Musik memang berpengaruh besar dalam hidup manusia. Ibarat makan sayur tanpa garam, tanpa ajinomoto, tanpa pasangan, makan sayur sendiri, di kost, ga pake piring, mati lampu, tanggal tua, besoknya ujian, pulsa habis, dan lainnya. Ya begitulah hidup tanpa musik, suram, ga ada enak-enaknya. Yakin.

.

Musik adalah seni suara yang berkomunikasi langsung melalui musisi ke para pendengar untuk saling berbicara tentang kenikmatan harmoni duniawi. Saya menulis seperti ini bukan karena saya paling ahli dalam memahami musik. tetapi lebih kearah bahwa ini adalah blog pribadi saya, jadi suka-suka saya mau menuliskan apa. Dan juga bodo amat dengan pendapat kalian. Wek!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: