Emang Kenape???


Judul nya asik. Ini saya sedang mau cerita kebiasaan orang indonesia yang bisa bikin jadi ga asik.

Belakangan ini berita koruptor lagi booming gila-gilaan. Sampai yang nonton muak ngeliat muka pejabat. Praktek KKN sangat dibenci di negeri ini. Sayangnya, yang bikin aturan dan yang menghukum sama-sama pejabat, ibarat main game uler2 di HP Nokia, jadi disuruh makan ekornya sendiri. Apa mau?

 

Balik lagi ke judulnya..

Btw, saya sering dibeginiin nih:

“Itu ibunya si anu (artis), tinggalnya dekat rumah tante aku lho…”.

“Eh, tau nggak, rumah si anu (pejabat) kan cuma beda dua gang dari masjid tempat temen aku..“.

“Dia (nunjuk orang di TV) kan kenal sama neneknya sepupu aku..”. Dan blablabla….

Beberapa cuma basa basi, tapi ga sedikit yang bangga-banggain salah tempat. Sebenarnya saya maklum dengan sifat orang Indonesia ini, rata-rata bangsa kita memang suka berbasa-basi, makanya sering dibilang bangsa yang ramah. Tapi kan…

 

Oke, tulisan ini memang kurang nasionalis. Saya juga ga bisa minta dimana saya dilahirkan. Makanya saya anggap ini adalah gagasan perindividu.

Saya agak males kalo seseorang udah mulai berbasa-basi dengan menggunakan kalimat andalan diatas. “Teman saya satu sekolah loh dulu sama artis anu..”. Terus kenapa? Emang nape? Ngaruh?

Ada lagi yang begini: wah band itu bagus tuh, vokalisnya kakak kelasku dulu/ dia itu orang tegal lho (bangga karena sekampung)/ anaknya artis itu kerja sekantor sama abangku lho dulu… blablabla..

Agak janggal rasanya seseorang membanggakan orang hanya karena masalah geografis dan bahkan hanya kenal nama. Saya sering bertanya sendiri, apa gunanya berbangga dengan orang lain, apakah cuma dapat cipratannya aja udah cukup? Dapat sedikit suntikan pamor? Jadi ikut merasa membantu karirnya? Kenapa bukan kamu saja yang jadi dia?

Tulisan ini bukan untuk fans dan idolanya ya. Beda. Ini buat orang terkenal dan orang yang mencoba “meminta” ikut terkenal.

Agak kasar? Memang, saya sengajai biar yang sering begini pada sadar. Karena orang-orang seperti ini akhirnya sengaja atau tidak sengaja akan melahirkan sifat nepotisme. Semisal: tenang aja, Om ku polisi kok/ sepupu ku tentara kok/ masukin lamaran kesitu aja, ada kakaknya temenku kok/ bikin surat ke situ aja, yang ngurus kenal kok sama bapakku…

Sama seperti kita yang muak dengan praktek korupsi di TV, tapi kita sendiri sering “menyisihkan” uang kembalian ajinomoto buat jajan waktu kecil, ngambil duit spp ketika sekolah, menggelembungkan dana proposal organisasi waktu kuliah, dan ngambil sisa proyek barengan waktu kerja.. Coincidence?

Untuk kesekian kalinya saya minta, sesuaikan perilaku sama otak. Biar hidup tidak diburu nafsu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: