Loncat-loncat


Pagi-pagi saya baca sajak Goenawan Moehammad, jadi pengin bikin tulisan sendu….

Saya juga, suka pagi yang ribut, atau pagi yang sepi tapi tidak sunyi, pagi yang berhujan, atau pagi dibalik jendela sambil menutup mata melawan matahari. Kadang saya juga suka pagi menonton parade jalanan dengan aktivitas monoton bersama minuman hangat dan beberapa batang tembakau.

Aktivitas pagi adalah sesuatu yang selalu saya tunggu ditiap harinya. Suara sapu lidi, anak-anak ribut, ayam berkokok, kendaraan lalu lalang, asap-asap pembakaran, mentari segar, udara lembab, kepergian bayangan..

Saya belum pernah keluar negeri, jadi saya tidak berani membandingkan pagi di Indonesia dengan negara lain. Tapi pagi disetiap kota yang pernah saya rasakan selalu bernuansa sama, semangat pedesaan yang aduhai. Ada pola yang sama ditiap sudut daerah. Pola yang hanya dikenali anak negeri. Darah murni Ibu Pertiwi.

Sekarang saya juga memonotonkan hidup dengan kegiatan pagi yang saya sukai. Bangun, sholat, bersih-bersih, merokok, bakar sampah, memotong daun-daun di halaman, menyeduh teh, hampir mirip pramoedya ananta toer di masa tuanya, bedanya dia jarang sholat dan minumannya adalah kopi.

Oya, beberapa minggu ini saya mulai bersemangat membaca kembali sastra-sastra Indonesia. Gara-gara kontroversi daftar 33 sastrawan paling berpengaruh di Indonesia. Saya mulai membaca kembali karya-karya terkenal HB jassin, GM, Pram, Arswendo, Sapardi DD, Putu Wijaya, Chairil, Hingga yang berbau politik seperti Gie, Soekarno, Aidit, Sjahrir, Tan Malaka Dan juga sastrawan Era sekarang seperti Pidi Baiq, Gol A Gong, Prie GS.

Saya sebelumnya sudah menyadari, kalo saya memang salah jurusan. Harusnya saya memang lebih ke Sastra Indonesia. Tapi, mental “tidak mau disalahkan” saya melakukan pembelaan seperti ini: Mentang-mentang saya hebat main drum, lantas saya harus sekolah musik? Gara-gara saya suka sastra Indonesia, lantas saya harus masuk sastra Indonesia?

Saya adalah tipe orang yang mementingkan proses. Bukan tujuan. Intinya, saya tidak akan menekuni suatu bidang hingga saya menjadi ahli. Saya lebih baik mencoba bidang lain. Sebatas ‘bisa’ bagi saya sudah cukup. Jadi saya akan mencoba semuanya. Ibaratnya begini. Misalkan untuk menjadi Drummer yang ahli seseorang harus menghabiskan waktu 10 tahun. Sedangkan saya, akan berpikir belajar drum cukup setahun. 9 tahun sisanya bisa saya gunakan untuk belajar 9 alat musik lainnya pertahun. Tidak perlu ahli, yang penting pengalaman. Makanya saya kurang suka dengan orang-orang yang ahli dalam satu hal saja.

Seperti anak-anak cerdas berkacamata. Mereka ahli fisika, kimia, matematika, algoritma, biologi, tapi ketika disuruh main game, bermusik, atau sekedar bercanda mereka sangat bingung karena mereka tidak tau bagaimana caranya. Makanya saya sangat mengagumi Da Vinci.

Dunia yang katanya sebentar ini, janganlah dihabiskan dengan pengalaman disatu bidang saja. meskipun menjadi ahli, tapi dunia menjadi hanya sebatas sumur yang diisi seekor katak. Sedangkan dunia berkembang cepat di segala sisi.

Makanya, meskipun saya suka sastra Indonesia, saya mengambil jurusan Sastra Inggris untuk memperluas wawasan saya (meskipun sama-sama sastra :p). Yang jelas, hiduplah dengan banyak pengalaman, dengan banyak pertimbangan, dengan penuh pengetahuan, dengan informasi yang banyak, dengan wawasan menjulang, dengan bidang yang bervariasi.

Dan seperti biasa, mood saya dengan gampangnya terusak hanya gara-gara membaca ulang tulisan yang seperti bis malam ini, berseliweran tak jelas arah. Mood pagi saya yang agung akhirnya terhenti di daerah kecil yang berisi semesta, kasur.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: