Gerilya dengan-Mu


Kehidupan akhir-akhir ini mulai keras.. Saya terpaksa dibikinnya sedikit serius. Kemampuan beradaptasi saya mulai tumpul. Sedikit nostalgia kembali membuat saya terlena. Menjadi kurang waspada..

Sebenarnya malas sekali membuat diri saya serius. Selain menghabiskan banyak energi, keseriusan bisa membuat hidup terlalu gersang, garing, tidak punya warna, dan kaku. Mode serius kadang saya aktifkan jika hanya ada kejadian-kejadian penting saja. Seringnya jika saya menghadapi masalah dalam kesendirian tanpa campur tangan siapapun.

Saya mungkin tipe yang intovert perfectionist. Menjadikan semua hal tentang saya tidak mudah dibaca. Keadaan seperti ini perlu diterapkan ketika menghadapi semua hal baru untuk beradaptasi. Sisi buruknya, saya menjadi single fighter atas apapun yang saya hadapi. Dunia seperti ini harus saya geluti ditiap harinya. Sendirian.

Untuk itulah saya tak bisa lepas dari rokok. Teman sejati para penyendiri..

Beberapa kali saya coba untuk menulis namun gagal.. Ide-ide banyak berdatangan ketika saya mendekati tidur, tapi tetap saja malas sekali menuliskannya, ditambah lagi ingatan saya buruk. Sehingga keesokan harinya, ide-ide tersebut bubar entah kemana.

Dengan beban sebagai seorang mahasiswa sastra, tentu saja saya mempunyai keharusan menelurkan sebuah karya. Karya yang layak. Bertahun-tahun saya mencoba berproduksi, sayang gagal. Semua buntu akibat harga diri. Gara-gara sayanya terlalu anti-mainstream, menuju kelas minor. Dunia yang sebenarnya utopia itu, entah sanggup atau tidak saya membuatnya..

Ah, kembali ke masalah serius tadi.. Saya sebenarnya sedang dililit masalah anak muda kebanyakan, masalah masa depan. Mau tidak mau akhirnya kepikiran juga. Kampret sekali rasanya kalau di ingat-ingat. Saya yang cuma ingin hidup santai ini, ternyata juga harus memikirkan masa depan. Walaupun masa depan yang saya pikirkan tetap saja tentang menciptakan kehidupan yang santai..

Sepertinya, sudah saatnya saya harus meninggalkan adaptasi ini.. Topeng ini layak dibuka, saya perlu udara segar. Sepertinya saya harus kembali merangkul si ransel sekali lagi, kembali lebih dekat ke Illahi. Karena ada beberapa hal yang harus saya diskusikan lagi kepada Tuhan. Semoga jalan keluar yang diberikannya kali ini tak terduga seperti biasa, Amin.

 

And i hope there is a place for me to call home..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: