Untuk Itulah Otak Ada di Atas


Iklan adalah salah satu bentuk hiperbola perfeksionis tersering yang kita temukan. Selain lebay, ploduk-ploduk yang ditawarkan iklan juga sering melampaui imaji kita. Ada yang percaya, ada yang acuh, kadang banyak yang terlena. Ego kita diuji dengan tipuan yang terlalu sering. Saking seringnya, bahkan kita terlampau tak peduli dengan iklan-iklan yang berseliweran di Tipi-tipi. Yang paling kita ingin ketahui cuma 2: iklan baru, atau produk baru yang ditawarkan..

Kadang, ketidaksadaran inilah yang membuat hal-hal lucu jadi bermakna. Iklan-iklan di tipi layaknya kerikil dijalanan. Banyak, sering kita jumpai, tapi tak diperhatikan, tercuekkan. Salah satu momen yang membuat kita tersadar akan kehadirannya, adalah saat ia menghilang.

Hal-hal yang terjadi terlalu sering kadang memang menjemukan, bikin bosan. Membuat kita cuek dan kadang tak peduli. Hal-hal sama yang terjadi berulang dan monoton, de javu, juga rutinitas. Kita sadar, tapi lebih banyak tak perduli. Beberapa bertahan, sebagian keluar..

Semua hal yang terlalu sering akan membuat jemu, dan membuat kita jadi antipati bahkan muak. Untuk itu seringkali kita tidak perdulikan. Dan baru akan kita sadari ketika hal yang terlalu sering itu akhirnya menghilang. Lalu perlahan menumbuhkan rindu. Rindu dan ditunggu..

Artinya, ada dua peran di sini. Objek dan Subjek. Saya seperti biasa, menjadi tidak keduanya.. Saya hanya rimbun pohon yang meneduhkan kerikil, atau saya adalah tanah yang menjadi tempat berpijak saja..

Saran saya, jangan jadikan segala sesuatu menjadi terlalu sering, sama, monoton, atau berulang. Kalo kata Chairil: “Sekali, kemudian berarti”. Kuncinya adalah makna. Seberapa dalam bisa memberi arti. Seberapa kuat akar dapat tertanam. Seberapa kuat kesan terlekat. Karena sering, hanya akan menjadi basa-basi..

Dunia memang terus bergerak, banyak menghadirkan hal yang sama dan terus berulang. Tugas kita bukan hanya mengambil kano untuk mengikuti arus. Terkadang kita harus mengambil cangkul membuat jalur sungai sendiri, untuk mencoba hal-hal baru, mencoba merasakan aliran yang kita buat sendiri. Merasakan buah kerja keras yang tercipta dari butiran keringat kita sendiri. Sekalipun cangkul yang kita pakai harus berlumur darah hingga menggesek tulang.

 

Berjalanlah Kawan temukan pemandangan diluar jendela kamarmu,…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: