Lagi-lagi Tulisan yang Aneh


“Bolehkah aku bercanda dengan kehidupan?”, tanya otak saya di suatu hari yang panas..

Oke, umur saya tidak muda lagi. Tapi dari beberapa bidang, umur menjadi relatif. Ibaratnya, di kampus, pemuda seumuran saya mungkin akan dianggap tua. Tapi, dalam dunia politik, umur 40 pun masih dianggap muda. Begitu juga pelatih bola. Bahkan dalam dunia sufi, umur 70 pun mungkin dianggap masih amatir.

Jadi, masihkah aku boleh bercanda dengan kehidupan?

Mereka bilang saya harus mulai serius dalam memikirkan masa depan. Umur semakin bertambah dan blablabla.. Sedang saya adalah jenis manusia yang hanya serius ketika berpikir tentang kematian, bukan tentang hidup. Kehidupan sepertinya terlalu membosankan untuk dilalui dengan cara pandang yang lurus, konvensional, stagnan, statis, kaku, rapi, teratur, rutin, dan aman juga monoton.

Saya menggunakan kata ‘sepertinya’, karena tidak tau pasti rasanya hidup serius itu bagaimana karena jarang menggunakan metode tersebut. Pernah sesekali, tapi tidak sering dan sudah lama sekali rasanya..

Selalu saya dengungkan hidup santai adalah cara hidup yang lebih baik. Hidup santai tidak harus berleha-leha di kursi goyang sambil minum jus dan nonton TV, ya.. Kalo hidup santai selalu di bayangkan dengan orang berkacamata  duduk di kursi pinggir pantai di bawah payung lebar besar, berarti kita beda pemahaman.

Layaknya seorang komedian yang cerdas, seperti Chaplin dan Mr.Bean, sudut pandang akan dunia akan jadi lebih menarik, imajinatif, dan tak terduga jika kita bisa menemukan posisi tempat duduk yang tepat. Bukankah lebih berwarna lebih bagus? Seperti kata prie GS, “Dunia ini keras, maka gebuklah..”. Makanya saya sering gampang kagum dengan pelawak-pelawak cerdas macam Jim Carey, Rowan Atkinson, Warkop DKI, dan Benyamin.

Kepekaan seseorang dalam mencerna sifat duniawi sangat berhubungan erat dengan tingkat kecerdasan seseorang. Karena bagi saya, kecerdasan adalah tolak ukur seberapa besar harga dari seorang manusia untuk pantas hidup. Cerdas beda dengan pintar ya.. Dan ingat, kecerdasan telah dibagi 7 jenis dan kemungkinan akan bertambah.

Maksud saya, bercanda dalam menghadapi hidup tidak berarti tertawa-tawa lucu seperti lawak di TV. Humor dalam hidup sebenarnya dapat dilihat secara eksplisit. Terdapat disisi lainnya. Makanya jangan jadi terlalu subjektif. Mentang-mentang teman, keluarga sendiri, grup sendiri, organisasi sendiri, kalo ribut sama orang lain pasti nyalahin orang lain gara-gara terbebani solidaritas..

Yah, intinya jangan membatasi seseorang. Karena manusia itu hakikatnya makhluk dengan sejuta ekspresi, makanya jangan berpikir kaku. Kita bukan malaikat yang hidupnya penuh remote control. Jadi, serius itu penting. Tapi dampaknya buruk. Buruk di muka, buruk pula di otak. Stay cooll keep calm ajalah yah. Toh, makan nasi kan lebih banyak lauk malah lebih enak, walaupun kadang ada yang kepedesan, kegigit jahe, kunyit, ketelan tulang, kegigit lidah, dapet batu, rambut, kutu, keselek.. Pada akhirnya kan untuk mengenyangkan perut kita juga..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: