Semua yang berawal, pasti berakhir.


Lalu, kepada siapa lagi jari tengah ini harus kutujukan? Sedang beberapa nasib telah memilih tuannya. Aku terpucat dikeheningan pantai. Meringkuk di darat, atau berjibaku dengan laut. Ayahku kini mentari, datangnya hanya setengah hidup. Jejaknya hanya ditandai terang. Sedang aku, kehadiranku semu. Tak banyak membawa perubahan pada pohon, air dan udara. Tiap detik yang kulewati hanya ku pakai berburu harap. Rajaman ego memaksa ku berputar haluan mencari sepi. Aku terjebak kebisingan paru-paru ku sendiri. Entah mengapa kaki kanan ku berlari. Karena kaki kiri ku mengejar? Ah, itu urusan mereka. Aku harus mengatur bernapas, agar cukup sampai ketujuan. Untunglah lelah belum mendekat. Detak nadiku telah meningkat, pertanda dunia sudah mulai memanggil malam. Rotasi bumi membuat langkahku semakin berat. Aku ingin istirahat sejenak bersama jantungku. Tapi, malam telah membutakan mataku. Arahku lenyap. Aku lepaskan saja emosi ke berbagai arah. Aku murka, merasa tapi teracuhkan. Redaman ego menghajarku balik. Ia menjadi musuh ketika aku buta. Ia tertawa ketika ku bangkit. Katanya, hasilnya akan sama saja, bodoh! Kau hanya bayang! Tak kan dunia memperdulikanmu. Kau hanya anak matahari! Aku tersenyum sinis, bangkit. Kuludahi ego dengan sisa darah di mulut. Aku tertawa dan melepaskan baju cahayaku. Lantas berlari masuk kehutan, dan tak pernah muncul hingga bulan memangggil..

 

– Padang, 11 Mei 2014 –

Waktu adalah musuh kebahagiaan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: