Bilik Bambu Beratap Jerami, Kata Godbless


Saya pindah ke rumah baru. Dapat kamar paling depan, yang mengharuskan saya berhadapan langsung dengan matahari mulai dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Kamar dengan suasana seperti ini pernah saya dapat ketika umur 4 tahun. Samar-samar saya masih mengingat sensasi cahaya oranye dengan senja redup perlahan turun ketika dulu. Sayangnya dulu ada suasana keriangan masa kecil, kebersamaan keluarga, kesenangan tanpa uang, dan banyak bibit kebahagiaan.

Kamar ini sekarang sangat mendukung berbagai aktivitas malas saya semacam tidur sambil berhujan sinar matahari, baca buku jenis filsafat atau kategori ilmiah lainnya, nulis sambil ngopi, ngetik dengan pose aduhai, main/meracau dengan gitar, mempelajari peta, imajinasi puisi, menghapal kenangan, merokok sambil dengar musik klasik, melupakan teknologi, nonton film animasi, merapal kamus jepang-jerman, atau kadang-kadang membaca buku yang sudah di baca untuk dicari kata-kata bagusnya. Semua saya lakukan agar terlihat cerdas sebenarnya.. hah.

Kamar dengan jendela rendah ini memungkinkan saya berinteraksi dengan dunia luar tanpa harus keluar yang akhirnya membuat saya betah berjam-jam mengurung diri tanpa harus mengkhawatirkan kehidupan di luar kotak. Saya suka zona nyaman. Dan anggaplah saya masih berpikiran di dalam kotak.

Karena bagi saya, kotak saya masih jauh lebih besar daripada out of the box orang-orang kebanyakan. Seperti kata Pidi Baiq yang entah berkorelasi atau tidak: Your Idol is my fans. Yang mereka pikir sudah berpikir di luar kotak mereka, ternyata masih berada di dalam kotak saya. Yang artinya juga, standar out of the box saya tidak main-main.

Sama dengan selera humor saya. Saya punya selera humor yang tinggi. Sangat tinggi. Monas kalah, yakin. Jadi humor yang garing atau sudah ketinggalan jaman, tolong jangan dibawa-bawa lagi. Takutnya, yang saya tertawakan adalah kapasitas otaknya, bukan humornya. Makanya saya suka jadi pendiam. Orang pendiam lebih senang mengamati. Kemudian menilai, dan beradaptasi. Kekuatan orang-orang pendiam berada pada alam bawah sadarnya. Dan hati-hati bertingkah laku kalau tidak mau di nilai “rendah”, karena orang-orang ini punya penilaian yang tajam. Jadi, waspadalah..

Karena lagi bulan puasa, saya cuma menulis yang ringan-ringan saja. Musik pun saya setel yang indie akustik. Untuk buku, mumpung keadaannya mendukung, saya mau baca Nietzche sama Ekky Al-Malaky. Puisi saya coba memahami Gibran lagi. Untuk gitarnya, saya mau coba belajar lagu blues, walaupun saya tahu hasilnya menakutkan. Filsafat saya tetap mencoba memahami filsafat barat walaupun terdengar agak mustahil untuk diterapkan. Film, saya masih suka animasi dan film-film yang tidak terlalu berat semacam film-film super hero.

Yah, namanya juga belajar.. Apalagi keadaannya lumayan mendukung. Belajar apa saja untuk membuat otak saya ada kerjaan. Biar tidak terlalu membebani isi dompet. Karena menurut pengalaman, satu-satunya hal yang mampu mengikat saya dari keliaran saya akan dunia luar adalah kamar yang nyaman.

Dan saya entah mengapa, sedikit takut keluar dari zona nyaman. Bukannya saya takut akan ketidaknyamanannya, tapi saya takut saya terlalu betah di zona tidak nyaman saya. Saya takut saya kembali lagi ke dunia luar. Saya takut menjadi angin yang pergi ke sana-kemari tanpa henti. Saya takut mengorbankan banyak hal lagi. Saya takut mengulang hal yang banyak mengecewakan orang-orang. Saya takut menjadi liar, tak terkendali, terlalu dinamis, dan saya takut keluar dari kotak saya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: