Poli.tik(us)


Karena saya sedang senang akibat IP saya tembus 3.2, maka saya mau menulis bebas..

Kali ini saya mau membahas masalah politik. Tapi yang ringan-ringan saja. Demi pengetahuan umat..

Terlepas dari pendukung Prabowo atau Jokowi, saya melihat pemilu kali ini adalah titik balik sejarah anak bangsa. Saya tidak netral, toh netral anggotanya tidak ada yang bernama Frans, anggaplah saya adalah musuh kedua kubu. Saya adalah kritikus permanen.

Di pemilu kali entah kenapa saya sangat senang juga sedih melihat sebagian besar orang akhirnya aktif (meninggalkan golput) dan menjadi pintar politik meskipun dadakan. Beberapa dari mereka menyadari arti penting berpolitik. Beberapa kembali lagi menelusuri jejak sejarah politik negeri ini, beberapa juga menjadi Tuhan politik yang pendapatnya selalu benar dan yang tidak sejalan adalah salah. Ada juga yang merasa ini saatnya mengenal negara ini..

Saya sendiri tidak berminat terjun ke dalam kubangan politik. Meskipun begitu, bukan berarti saya masa bodoh dengan politik. Paling tidak, saya tahu pergerakan negeri ini. Minimal, saya tahu tentang politik. Tidak ikut, tapi saya belajar sekedar untuk mengenal.

Pemilu kali ini juga membawa dampak besar terhadap ramainya gaung politik yang selama ini hanya memperdengarkan masalah korupsi dan anggota DPR. Masyarakat akhirnya menyadari ada sisi lain dari politik. Mereka seolah bergairah untuk mengikuti setiap langkah perubahan yang terjadi. Sangat berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

Tumbenlah saya dengar ada tukang becak, tukang jamu, buruh, petani, nelayan dan tukang ojek begitu antusias ikut campur dalam zona yang digadang-gadang khusus kaum elit. Ada perasaan bersemangat melihat mereka begitu sadar ingin ikut mewarnai perubahan negeri ini. Beda kasus dengan jaman-jaman sebelumnya yang keterlibatan orang-orang tersebut hanya sebatas barter suara dengan kaos dan uang beberapa puluh ribu.

Politik kini menjadi bahan pembicaraan yang umum tanpa sekat. Saya kemaren juga sempat ketemu teman lama dengan pertanyaan pembuka : “Pilih Jokowi apa Prabowo?”, katanya.. Dampak yang begitu besar hingga jadi obrolan warung kopi di desa-desa. Meskipun saya kurang yakin bangsa ini tambah pintar. Mereka hanya mengurangi kebodohan atas pembodohan.

Banyak orang-orang mencari tahu agar menjadi tambah pintar dalam berdebat ataupun sekedar untuk komentar. Ditambah lagi media sosial yang bagai tsunami. Begitu banyak orang menjadi kebenaran. Bahkan Tuhan pun kalah benar. Saya pun juga membenci politik yang mengait-ngaitkan dengan agama. Ibarat berenang sambil melukis, mungkin saja tapi akan sangat sulit.

Untuk saya sendiri, saya juga bergairah sejak lama akan politik. Tapi tidak dengan kasusnya, saya tertarik hanya kepadah biografi tokoh-tokoh politik dan sejarah dibalik peristiwa-peristiwa perubahan negara ini.Tapi gara-gara pemilu kemaren, saya kembali membuka arsip-arsip mulai dari awal masuknya VOC (buku Sejarah Tanah Jawa/JJ. Stockdale), berdirinya Freeport, Gestok, Malari, Tragedi 98, Timor-timur, sampai ke terbentuknya pemuda pancasila, dan juga dibalik layar presiden-presiden Indonesia..

Politik bagi saya adalah pembentuk corak negeri ini. Boleh dianggap, politik adalah bagian dari budaya. Hanya saja, politik pada masa-masa kini terlalu kotor untuk didekati. Politik juga yang menjadikan saya membodoh-bodohi banyak orang.  Politik juga turut andil atas lahirnya banyak pemuda macam saya dan teman-teman.

Maka dari itu, utamakan belajar terlebih dahulu. Politik menuntut orang yang benar-benar berkualitas baik sebagai pemain maupun penonton. Jangan setengah matang ataupun amatiran, nanti kalau kotor susah dibersihkannya..

 

 

pol

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: