Bunga Edelweis menurut calon Prof. Dr. DR. Frans Cihuy MBA, M.Sc, M.Pdu.


Jadi, karena dari kemaren saya liat dunia maya sedang ribut sebuah artikel koran yang berisi tulisan cewek pemetik edelweis, mau tidak mau saya sebagai pembela kaum wanita cantik harus segera angkat bicara. Hal ini saya lakukan agar tidak punahnya spesies wanita cantik nan aduhai apalagi dalam industri Mountaineering yang memang fakir wanita kece.

Karena info yang saya ketahui cuma sedikit, akhirnya saya googling juga tentang edelweis. Sebenarnya malas sekali membuka wikipedia… huh. Dari yang saya dapat, beberapa jenis bunga ini memang endemik di gunung-gunung Indonesia. Yang artinya cuma ada di Jawa, Lombok,  Sumatra, dan Sulawesi. Laporan sementara, yang di daerah Bromo-Tengger sudah punah, yang di Gede-Pangrango sudah mulai dijaga ketat, seketat celana pensil..

Kabar baiknya, bunga ini sudah mulai bisa dikembangbiakkan seperti yang dilakukan di Dieng. Makanya di sana banyak yang jual sampai kiloan. Jadi ga usah marah-marah kalo liat edelweis dijual di daerah sana. Dan Faktanya, Bunga Edelweis sebenarnya cuma bertahan 3 hari, sedangkan yang abadi itu cuma kelopaknya.

Juga kalau tidak saya lupa, Bunga edelweis memang harus di potong sebagian (tangkai bunganya, bukan cabangnya), untuk mengurangi populasi liar katanya. Nih kata Oom Wiki:

Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi.

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edelweis dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabang-cabangnya. Oleh karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar.

 

Dulu, tahun 2006 saya juga pernah metik edelweis di Surya Kencana, Gede-Pangrango. Tapi itu karena saya tidak tahu kalo bunga itu dilindungi. Karena dulu walaupun saya cakep, saya tidak ubahnya sosok lugu yang masih sangat polos dan menggemaskan. Saya juga metiknya masih dalam batas toleransi, cuma muat di selipan dompet. Maka dari itu, maafkanlah..

Sebenarnya sih saya juga risih sama peraturan pelarangan mengambil bunga. Toh bukannya bunga sama kayak mangga? Yang kalopun diambil hari ini, tahun depan juga bakal berbuah? Atau, sepunah-punahnya bunga tersebut bukankah kita sudah punya cara mengembangbiakkannya seperti yang dilakukan orang-orang dieng?

Tapi saya tau diri kok, InsyaAllah saya sekarang tidak akan mengambil apa yang bukan hak saya. Meskipun bunga ini diklaim abadi, lambang cinta suci nan murni (tsaaahhhh,.. susu kali murni..), bahkan orang jaman dulu menganggap edelweis simbol keberanian karena untuk ngedapetinnya harus bertaruh nyawa di gunung, tapi biarlah dia abadi di mana dia seharusnya..

Seperti yang hukum ekonomi bilang: Barang yang semakin susah di dapat, akan semakin tinggi nilainya..

Jadi, biarlah mereka yang berani naik gunung yang hanya bisa melihat edelweis. Biar mereka naik gunung kalo mereka benar-benar rindu dan kangen akan edelweis. Btw, edelweis saya yang di dompet, yang saya colong di Gede-Pangrango, yang sudah saya simpan 7 tahun, hilang kemana ya?

 

 

Oiya, selamat merdeka  ya buat Indonesia. , Maaf telat. soalnya sibuk maen game buatan Jepang..

Oiya, selamat merdeka ya buat Indonesia. , Maaf telat. Soalnya sibuk maen game buatan Jepang kemaren..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: