Saatnya mencari Dragon Ball…!


Hari ini saya ingat fisika kuantum lagi. Udah lama engga. Gara-gara nonton berita Pindad bikin senjata yang bikin geger dunia militer internasional tadi. Senapan sniper yang katanya peluru senapannya berisikan anti-materi. Saya bingung.

Seingat saya, anti-materi dalam fisika kuantum itu zat paling mahal sedunia-akhirat. Logam mulia sampai permata, berlian afrika sekalipun kalah mahal. Bahkan lebih mahal dari biaya hidup Syahrini.

Karena zat ini cuma mampu bertahan di dunia hanya beberapa detik dan akan hilang begitu saja. Dan biaya untuk menghasilkan zat anti-materi ini luar biasa mahal. Tapi saya malas mengecek, apakah peluru senapan buatan Pindad yang disebut anti-materi ini, sama seperti anti-materi dalam istilah fisika kuantum.

*****************************************************************

Saya lagi nganggur aja beberapa hari. Karena hampir mati gaya, saya setel itu TV. Nonton berita, terus nulis ini blog. Hubungannya?

Artinya saya mulai menulis kalo lagi bosan akut aja sekarang. Saking bosannya saya bawa-bawa masalah fisika, yang saudara jauh matematika. fiiuuhhh…

Hidup sudah mulai menunjukkan wujud aslinya. Dan saya mulai fakir tantangan. Kombinasi yang sangat aduhai untuk menghasilkan hari-hari sejenis tidur-makan-tidur-makan. Ditambah banyaknya pejuang daerah di area sekitar dompet. Meskipun pejuangnya banyak, tapi tidak bakal menang perang kalo senjatanya cuma golok. Dan saya betul-betul membutuhkan banyak Soekarno-Hatta untuk memerdekakan saya dari perang ini..

Tantangan dan uang. Saya butuh keduanya secepat mungkin. Kalo bisa telah terkumpul sebelum saya menginjak kepala 3. Karena, ketika seseorang telah melewati umur 30, ia akan punya pandangan baru akan hidup. Punya orientasi baru. Tujuan, prioritas, keinginan, ide, rencana, dan tingkat kedewasaan yang baru.

Sepertinya, ini sepertinya lho.. Sepertinya ijazah kuliah saya tidak akan banyak membantu masa depan saya. Yang artinya, saya harus lebih banyak menambah skill dan pengalaman saya ketimbang menambah tulisan saya. Yang artinya juga, saya harus segera menentukan potensi akhir saya. Dan sayangnya, sampai sekarang saya hanya berpikir sambil merokok, ngopi, dan maen game. Saya terlalu santai untuk masa depan yang keras… Santai khas saya…

exactly

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: