Anak Muda Kere Garis Keras


Beberapa minggu ini entah kenapa saya lebih malas daripada hari-hari malas sebelumnya. Baik itu malas menulis, malas baca komik dan buku, malas kuliah, malas mandi (yang ini permanen), malas makan, malas salto, malas sms sama Aura Kasih, juga malas isi pulsa..

Lalu otak saya mencari kambing hitam.. Yang terpikir pertama adalah “ini pasti gen keturunan..”, kata otak saya. Ah, tapi orang tua saya semuanya pekerja keras kok.. nggak mungkin ini. Hmm… Kalau begitu pasti karena cuaca, kan lagi musim ujan.. Yang ini hampir saya setuju, hingga akhirnya diberilah cuaca yang panas 3 hari berurut-turut oleh Tuhan. Dan saya tetap malas ngapa-ngapain..

Oh, mungkin gara-gara saya baru gajian kemaren, kata otak saya. Apa hubungannya?, kata mulut saya.. Kan kalo orang gajian biasanya semua masalah seolah hilang karena semua masalah bersumber uang.. Jadi habis gajian, hidup serasa ringan tanpa beban, terus karena nggak ada masalah jadinya malas ngapa-ngapain.. Hmmm.. boleh juga pemikiran otak saya kata hidung saya.. Tapi kan, duitnya ga seberapa, kata si mulut. Seminggu juga abis, balik jadi pemulung lagi .. Benar juga si mulut, tumben..

Hhmm mungkin gara-gara harga BBM naik? Atau gara-gara kebanyakan download lagunya Endang Soekamti? Atau, gara-gara beli sempak baru kemaren, pas dipakai kan nyaman banget tuh.. dih, apa hubungannya kata anu saya..

Terus apa ya? Saya kan bukan anggota DPR yang malasnya ga perlu alasan dan sebab akibat.. Saya kan laki-laki sejati, yang butuh alasan untuk sekedar menjadi malas.. Ada yang salah ini, kata dompet saya.. saya mengangguk mengiyakan..

Ah, benar dugaan dompet saya.. Ternyata saya belum jalan-jalan bulan ini. Gawat ini.. Pantesan kaki saya diam aja dari tadi. Lagi ngambek rupanya. Hmm.. ternyata oh ternyata.

Biasanya, untuk sebuah perjalanan saya harus menyiapkan 3 hal. Pertama, hari kosong. Tanpa gangguan kuliah, kerja, beban, kewajiban, tugas, dan undangan. Kedua, Uang. Masalah klasik, ga usah dibahas. Ketiga, Teman seperjalanan. Berhubung saya belum setahun di Padang, jadi saya butuh semacam guide atau translator. Dan ketiga-tiganya susah digabung dalam satu momen. Jadilah saya mangap sendiri di kasur sambil pura-pura mati. Tragis.

Ah, andai saja saya terima pinangan Aura Kasih waktu dulu, pasti saya tidak akan terlunta-lunta seperti sekarang. Yang sudah sudahlah. Besok semoga selalu ada. Ada untuk saya geluti. Selama sepatu saya masih Converse, selama celana saya masih Jeans, selama rokok saya masih Djarum.. Seperti yang Padi nyanyikan, namun aku masih tetap tersenyum….

Move.. move.. move...

Move.. move.. move…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: