Merah Putih Mulai Basi


Wow, tadi malam saya mimpi ke luar negeri lho.. Ke yunani, tempat impian saya. Dan entah darimana tiba-tiba ada Backsound lagu Tanah Airku, jadi sedih terus kebangun..

Hmm.. Seperti yang Gie bilang, anak muda, pemimpin maupun semua anak Ibu Pertiwi haruslah terbiasa jalan-jalan. Harus mengenal isi negerinya. Harus mengenal daerah tempat ia berasal. Mengamati secara langsung kehidupan masyarakat. Merasakan atmospir bhineka tunggal ika yang penuh senyum diantara kesederhanaan pedesaan..

Dan saya mulai risih dengan kehidupan culture shock seperti sekarang. Masyarakat kini banyak menjadi babi-babi jalanan. Tau kan babi? Yang kalo jalan nunduk-nunduk cuek gitu.. Gara-gara sebiji smartphone, iPhone, tablet, HP, dsb. Banyak manusia-manusia sekarang terkena efek autis dan menjadi babi dimanapun mereka berada.

Agak sedih melihat mereka mengikat diri dengan dunia maya dan dengan sengaja membuat stagnan hidup yang sebenarnya. Mungkin iya mereka juga jalan-jalan, ke luar rumah, pergi ke berbagai tempat, tapi mereka kehilangan esensi dari kata “pergi/jalan” tersebut. Keterikatan akan dunia maya terus membebani kemanapun mereka pergi.

Di jaman sekarang, setiap orang harus punya HP. Tidak cukup satu, tapi dua. Atau minimal dual sim. Setelah demam HP, muncul laptop. Setiap orang jadi punya laptop. Tidak sanggup belipun minimal dapat netbook. Setelah demam netbook, muncul lagi tablet. Kemudian orang-orang berlomba-lomba lagi ingin memiliki. Sampai-sampai anak umur 5 tahun pun memiliki tablet sebagai pengganti orang tua.  Para orang tua yang berpikir praktis ini mungkin sekali tidak peduli dengan dampak psikologis yang anak alami. Dan Hilanglah kenangan masa kecil anak yang seharusnya indah..

Saya bukan pembenci teknologi. Tapi saya berusaha untuk tidak diperbudak dan saya memang rasional. Teknologi berguna untuk mempermudah pekerjaan, bukan mempermudah pikiran. Ketika manusia mulai menurunkan fungsi otaknya, maka dimulailah fase kemunduran mental bagi mereka. Dan terlalu banyak bukti kebodohan massal masyarakat yang diperbudak teknologi.

Begitu banyak buku-buku tentang budaya pop bertebaran mengisahkan seberapa besar ancaman teknologi. Beberapa film sci-fi juga dibuat untuk menyadarkan manusia masa kini. Tapi kebodohan dan kemunduran mental sudah mengakar jauh ke dalam otak. Serangan teknologi beberapa tahun terakhir ini membanjiri manusia dengan cara yang efektif, tak terkendali.

Sekitar 12 tahun lalu, pertama kalinya saya menyentuh benda bernama HP. Merk Siemens tipe 55. Saya kagum dengan ide si pembuatnya. 3 tahun kemudian akhirnya saya juga memiliki HP yang sama.   Dan sama seperti dulu, fitur hp tersering yang saya gunakan adalah alarm. Alarm adalah salah satu fitur hp yang membuat saya mampu memperbudak teknologi.

Entah berhubungan atau tidak, teknologi haruslah dikembalikan ke fungsinya semula. Sebagai pembantu manusia. Janganlah manusia menurunkan derajat mereka dengan membalik fungsi teknologi seperti sekarang, sehingga menjadi babi yang kemana-mana nunduk-nunduk cuek bersama teknologi tercintanya. Apalagi di negara sebagus Indonesia yang harusnya tidak dilihat hanya lewat layar touchscreen. Rugi sekali manusia yang mengacuhkan pandangan sekitarnya sementara ia dikelilingi hal-hal hebat untuk dinikmati..

Kapan lagi kita kemana?

Kapan lagi kita kemana?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: