Kembali ke Jaman Batu


Dulu, waktu smp, ada masa dimana seorang teman meminta teman lainnya untuk mengisi biodata di buku sejenis diary, notebook atau buku catatan. Biodata umum yang berisikan nama, alamat, makanan dan minuman favorit, jumlah pacar, agama, artis idola, blablabla dan lain sebagainya.

Saya dulu juga sering diminta mengisi, dan selalu saja tergagap ketika mengisi kolom tentang hobi. Meskipun masih remaja, dulu saya juga remaja garis keras, sangat anti mainstream. Jadi saya bingung untuk mengisi kolom hobi tersebut dengan jawaban: makan/ tidur/ baca/ jalan-jalan/ salto seperti anak lainnya. Menurut saya dulu, “ah, hobinya sama semua. Kalo udah umum, jadinya ga asik. Jadi pasaran, cenderung biasa.. “.

Sampai sekarang pun saya masih diminta mengisi kolom hobi, baik itu dari registrasi di berbagai website, maupun permintaan dari mahasiswa baru (gara-gara ospek). Tapi saya yang sekarang tidak bingung lagi. Saya cuek saja mengisi hobi dengan jawaban seperti nyuci motor atau  beli rokok atau sikat gigi atau main sudoku. Karena saya bukanlah jenis manusia fanatik yang harus mempunyai hobi. Semua yang senang dan sering dilakukan akan segera dianggap hobi. Toh, saya ini cuma pemikir sekaligus pengamat. Walau spesialisasi utamanya di bidang wanita dan cinta. Saya jarang tertarik kepada sesuatu yang mengikat (kecuali Game seru).

Berbicara mengenai hobi, sebenarnya topik utama yang saya mau ajukan di tulisan ini adalah mengenai boomingnya batu akik (lagi). Gara-gara SBY yang kedapatan memakai batu akik (Bacan? Bacan tutul?), seluruh Indonesia mulai menggeliat beramai-ramai menyuarakan kemerdekaan berbatu akik.. hedeh.

Sebetulnya, sejak kecil di Bengkulu saya sudah sering melihat orang yang memakai cincin batu akik. Banyak malah. Tapi, semenjak pindah ke Padang kemaren, saya baru sadar kalau masyarakat di sini ternyata mempunyai ketertarikan tersendiri kepada batu akik, bahkan hingga kalangan anak mudanya. Saya pikir dulu batu akik hanya hobi kalangan aki-aki (kakek-kakek), makanya dinamakan batu akik, pikir saya. Eh, ternyata anak mudanya doyan juga… (secara fashion ngga banget, sumpah).

Dari semua jenis aksesoris, batu akik adalah yang paling saya hindari. Kedua adalah topi. Terus sepatu pantofel, celana bahan, pakaian pink, piercing, kawat gigi, jilbab, eh.. Yah pokoknya, batu akik ga modislah.. old school banget kalo kata anak gaul. Jadul.

Nah, sekarang masuk ke ranah bisnisnya.. Merujuk kepada pengalaman-pengalaman seperti barang latah lainnya, batu akik memang diperkirakan hanyalah booming musiman. Tidak jauh beda seperti Ikan Lou han, Tanaman Atherium (gelombang cinta), Tokek, Gelang sama kalung batu kesehatan (entah apa namanya), Uang receh emas tahun 93, dll.

Apa persamaan dari musim-musim di atas? Pertama, sama-sama benda koleksi. Terus, katanya langka dan susah di dapat. Terus, harganya kadang ada yang tembus milyaran. Terus banyak yang cari. Terus, ada yang nawar tinggi tapi ditolak. Terus, barang sempat hilang dari peredaran. Terus, munculnya varietas benda yang berbeda yang diyakini harganya lebih mahal. Terus, Aura kasih kok belum nikah. Terus munculnya daerah supplier yang konon sumber barangnya cuma ada di daerah itu saja. Terus, kompetisi dimulai, masyarakat mulai berlomba pamer. Terus, Tiba-tiba musimnya meredup, barangnya jadi pasaran, sebagian tidak ada harganya lagi, tercuekkan, menjadi murahan, dan masyarakat menjadi lupa.

Di dalam dunia bisnis khususnya di bidang saham, ada sebuah istilah untuk merujuk ke musim-musim di atas yang dinamakan Monkey Business. Penjelasannya cari sendiri di internet. Tapi intinya, adalah pembodohan massal yang dilakukan orang-orang kaya sebagai sebuah trik untuk mengeruk/mengumpulkan uang dari masyarakat dengan jalan buaian psikologi. Trik culas ini jelas menuntut kesadaran, kecerdasan, dan kehati-hatian. Banyak orang terpropaganda hanya karena latah. Bangsa latah. Latahnesia.

Karena tipe orang Indonesia yang merasa benar melakukan sesuatu hanya karena banyak orang yang juga melakukan hal yang sama terlepas dari baik-buruk / salah-benar tindakan tersebut. Intinya, masyarakat kita adalah spesies yang senangnya ikut-ikutan tanpa peduli kiri atau kanan.

Makanya jangan kaget tingginya tingkat penipuan di negeri ini. Yang tertipu pun banyaknya bukan main. Mulai dari pemulung sampai pejabat. Cobalah cari di google dengan kata kunci penipuan. Entah berapa halaman yang sanggup google sertakan..

Tiap manusia memang di kasih fitur yang bernama nafsu oleh Tuhan. Tapi kita juga diberi hati dan otak untuk mengontrolnya (cieilah… bahasamu, Frans!).  Hobi memang tidak salah, yang salah memang Mulan Jameelah yang merebut Dhani Dari Maya. Tapi, baiknya sebagai negara berkembang dengan masyarakat sok borjuisnya, kita sebaiknya memang dahulukan urusan sandang, pangan, papan, dan Mulan. Bisa membedakan kebutuhan dan kemauan.. ya ya ya?

Menurut saya sih, kalau memang mau mengoleksi barang, pikirkan kelangsungannya ke depan, bukan untung ruginya, tapi kemaslahatannya (Uooppoo iki..). Carilah barang seperti emas, permata, batu mulia ataupun sepatu converse. Benda-benda yang tak lekang waktu. Tak termakan zaman. Jangan termakan arus di dunia keras sejenis bisnis. Tambah wawasan. Timbang kelayakannya. Prioritaskan urusan hidup. Tahan nafsu. Jangan sms aura kasih. Rajin menabung. Olahraga setiap minggu. Tinggalkan Mario Teguh. Berhenti masturbasi. Makan-makanan organik.. dan ingat, tidak ada yang abadi kecuali Sang Hyang Widi… Amin.

Sukur, diketawain ama mastur...

Sukur, diketawain ama mastur…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: