Ga ada lo, Ga pa pa (No You, No Father)


Karena beberapa sebab dan upaya, saya harus merelakan diri liburan di rumah. Tanpa jalan-jalan. Meskipun cuaca cerah dan dompet kosong, saya akan tetap bertahan di atas kasur. Dan oleh sebab itu, saya cuma bisa cerita tentang jalan-jalan aja.. T.T

Untuk laki-laki bertipe penyendiri seperti saya, bepergian dengan anggota tim seminim mungkin adalah yang terbaik. Dengan sesedikit mungkin orang yang ikut, kemungkinan bingung di jalan akan semakin berkurang. Karena konon katanya, semakin banyak kepala semakin banyak keinginan.. Semakin banyak keinginan, semakin demokratis. Alhasil tim akan mengikuti suara terbanyak. Dan yang minoritas akan tersingkir. Dan, meskipun cuma satu orang, perpecahan di dalam sebuah tim bukanlah kejadian yang bagus untuk meneruskan sebuah perjalanan. Yakin..

Karena itulah ekspedisi saya tak pernah lebih dari tiga orang. Kalau lebih, biasanya cuma buat kemping-kemping ceria, hiking, touring, jalan-jalan santai, piknik, ataupun kemah semalam. Karena dalam ekspedisi, saya selalu punya kemungkinan nyasar, minim dana, nekat, tanpa jadwal pasti, kurang informasi, tidur sembarangan, numpang kendaraan dan tempat tinggal, juga melepaskan imej anak baik-baik (IYKWIM).

Dimulai dari tahun 2005, saya merantau berdua dari bengkulu-jogja-semarang buat magang kerja. Sampai akhirnya saya ketagihan dan memulai tour solo menggunakan kereta api keliling Jawa sendirian berbulan-bulan. Terus 2006, saya ekspedisi bertiga merbabu-merapi (jalur petani). Baduy, Banten. Berdua – Rinjani, NTB. Berdua – Kerinci, Jambi. Bertiga – Halau-halau, Kalsel. Berdua – Argopuro, Jatim. Bertiga – Kuta, Bali. Berdua – Unpad, Jatinangor. Berdua. Dan beberapa ekspedisi jarak dekat sekitaran Jawa Tengah.

Sebuah perjalanan nekat memang kadang diharuskan beranggotakan tim yang minim. Pengalaman ini saya dapat ketika menjadi penumpang gelap dari Bali-Mataram. Menumpangi truk Fuso, kami Berempat (2 orang lainnya penumpang tujuan Bima) diharuskan bersembunyi di belakang bangku supir (area terpanas, yakin.) selama melewati jalan raya agar tidak terlihat polisi. Sejak itu saya mulai merenungi Aura Kasih, eh, maksudnya merenungi keefektivitasan sebuah perjalanan..

Memang sih, sebuah perjalanan seperti ini idealnya tidak lebih dari dua orang. Karena, ketika kita mau numpang kendaraan, si supir pasti mikir-mikir kalo yang diangkutnya gerombolan tukang nyampah atau tukang rampok atau perusak barang (bajing loncat). Belum lagi nambah beban yang berdampak ke bertambahnya pemakaian bahan bakar (supir truk biasanya sangat sensitif terhadap pengeluaran di jalan).

Belum lagi masalah tidur. Biasanya sih saya numpang di kampus-kampus. Iya kalo daerahnya ada kampus, kalo di tengah hutan atau desa terpencil, malam-malam lagi.. Kadang-kadang saya juga tidur di masjid atau Pom Bensin. Tapi kalo yang tidur rame, penjaganya suka rese. Makanya sedikit orang lebih baik karena akan efisien saat numpang-numpang.

Nah, masalah isi kepala. Waktu saya ke Argopuro, anggota tim ada yang sakit terus minta ijin bikin tenda sendirian di pos danau, terus nyuruh sisa tim lanjut aja. Waktu itu saya mikirnya : “ini anak bego apa bego banget ya? Argopuro jaman segitu kan masih banyak berita macan kumbangnya..”. Trus anggota tim lain minta nunggu sampai sakitnya sembuh. Padahal saya ada jadwal ujian, ga bisa ditunda sehari lagi perjalanannnya. Nah, Baru tiga orang aja udah njlimet bikin keputusan, apalagi rombongan. kan kan kan?

Untuk piknik atau kemping ceria sememangnya semakin banyak orang semakin asik. Tapi kalo udah masuk ranah ekspedisi, usahakan anggotanya sesedikit mungkin. Biar nggak ribet. Nggak njlimet. Pengalamannya juga asik. Konyolnya pasti banyak. Layak buat dikenang. Lucu buat bahan cerita masa depan. Biar nanti anak-anak saya bisa ketawa dengar bapaknya yang keren bisa jadi pelawak juga..

Makanya, Kalo mau jalan-jalan tuh ajak saya, eh..

Hari lalu adalah kenangan, hari ini adalah hari selasa dan hari esok adalah hari rabu.

Hari lalu adalah kenangan, hari ini adalah hari selasa dan hari esok adalah hari rabu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: