Ibukota Mulai Rabun


Dulu, saya pernah bikin status pesbuk yang kira-kira isinya begini, “Wajar aja Ibukota banyak mall dan juga sering ribut-ribut, namanya juga ibu-ibu”..

Ibukota kita itu, Jakarta, sudah macet, banjir, penat, mahal, padat, panas, tidak ramah, rawan, kriminalitas tinggi, dan sangat tidak aman sebagai tempat untuk hidup, sekalipun untuk binatang. ih..ih..ih..

Pantaslah Sheila on7 sama Jokowi malas tinggal di sana.. Saya pun, selama bertahun-tahun di tanah Jawa sangat menghindari Jakarta sebagai tujuan destinasi wisata maupun tempat singgah. Sangat tidak disarankan bagi para pencari ketenangan. Yakin.

Waktu saya masih imut, dari 2006 – 2009 saya sering keliling Jawa sendirian. Backpackeran nekat. Kadang numpang mobil, truk, fuso, ambulan. Kalo ada duit naik kereta api. Saya akan singgah di suatu tempat jika di daerah tersebut saya punya kawan. Mulai dari Banten, Bekasi, Bogor, Sumedang, Cirebon, Brebes, Tegal, Kebumen, Pekalongan, Jogja, Solo, Sby, Malang, Kediri, sampai Banyuwangi. Tapi tak pernah Jakarta.

Ada beberapa teman saya di Jakarta, tapi saya tidak sudi singgah karena saya masih waras. Gita Gutawa juga betah di Jakarta kan ikut bapaknya.. Coba kalo engga, pasti udah ikut program transmigrasi ke Bengkulu.. tanya deh kalo ga percaya.

Saya sering ke Jakarta, tapi bukan buat plesiran atau kontemplasi. Kebanyakan terpaksa. Saya kalo mudik mau tidak mau harus ke Bandara Soetta, atau senen, atau pulo gadung. Seringnya juga ke rumah sakit cek up Orang tua. Atau saya main ke tempat sodara di bekasi atau bogor, eh diajaknya ke Jakarta juga..

Pernah saya beberapa kali ke Jakarta bahkan tinggal hampir satu bulan gara-gara teman saya ada yang kerja di sana. 2 minggu juga pernah saya habiskan di RS Jakut. Semua hampir tidak membangkitkan insting jalan-jalan saya. Dan hampir semuanya bukanlah pengalaman kunjungan yang menyenangkan. Tapi entahlah dengan dunia malamnya. Saya pikir, hanya dunia malamlah hiburan orang-orang Jakarta..

Dunia orang Jakarta hanya diisi dengan kerja, kepenatan, tekanan, omelan, dan tipu-menipu. Tidak ada tempat bagi para idealis. Makanya filsuf sekelas Gusdur dan Pram jarang lahir di tempat ini. Masih untung ada Chairil.. Tempat yang cocok bagi mereka yang ingin mati menangis.

Dengarlah itu Lagu Slank, Iwan Fals, sama Benyamin.. Jakarta memang membakar emosi. Tengoklah isi TV. Kalo bukan kriminalitas, berita Jakarta penuh dengan trik-trik culas para pedagang. Itu baru penduduknya, pejabatnya ga usah ditanya.. Terlalu lama tinggal di sana memang akan menumpuk beban mental. Mereka yang bertahan pun akan dipecundangi dengan keadaan.

Saya juga pernah berpikir tidak akan kerja ataupun tinggal di Jakarta kecuali Aura Kasih memaksa. Kalopun di suruh memilih tinggal, saya akan lebih memilih Solo, Pinggiran Jogja, Batu-Malang, Atau Bali Utara. Tempat-tempat dimana orang-orang masih tegas mengenal identitas diri mereka sendiri. Tempat asik yang penuh hiburan untuk panca indera. Tempat yang juga dimana harga senyuman murah semurahmurahnya..

Selayaknya Ibukota, Jakarta merupakan dunia super sibuk. Ditambah lagi tata kota dan birokrasi yang semrawut,.. voila.. jadilah Jakarta yang keras. Bahkan untuk menuju ke tempat yang jaraknya 1km, kadang harus di tempuh lebih dari satu jam. Belum lagi banyaknya tukang tipu, artis karbitan, pejabat songong, preman, koruptor (imbas dari pecundang-pecundang yang bermimpi terlalu besar), membuat Jakarta menjadi kota ter……… di Dunia. Udah ah.. Sumpek ngomongin Batavia..

y

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: