Tai Jatuh Tidak Jauh Dari Lobangnya

28 April 2015

teach

.

Sabtu kemaren si ponakan saya ikut ujian (?) masuk SD.. Ngeri euy, Masuk SD udah pake ujian segala. Ujiannya juga ga main-main, test Al Qur’an ama Psikotes. *glek.. Emang sih sekolahnya elit, tapi kan tapi…

Dulu, pertama kalinya saya di tes untuk masuk sekolah itu waktu saya daftar di STM (Sekolah Tawuran Mantap). Saat itulah pertama kalinya saya ketemu yang namanya psikotes. Walaupun itu pertemuan pada pandangan pertama saya dengan psikotes, alhamdulillah saya terhindarkan dari jatuh cinta. Untunglah saya waktu itu anak yang cerdas dan terampil dan cakep dan rendah hati, jadi bisa cepat lulus.

Ironis sekali jika 2 kasus di atas diperbandingkan. Untuk kasus saya, sudah sewajarnya saya dites karena sekolah tehnik yang akan saya masuki memang bidang kejuruan yang memerlukan keahlian dan kekerenan khusus dan segala macam perkaranya. Lha, yang untuk anak SD, what the….

.

lololol

———————————————————————————————–

Sebenarnya saya mau ngebahas masalah ini dari sudut pendidikan, mulai dari mengkritisi kurikulum dan program pembodohan massal, pembentukan karakter guru, hasil akhir pendidikan negara ini, teori-teori usang, guru biologi yang cantik, pelajaran-pelajaran yang minor dan sekunder, hingga kurang updatenya pelajaran sejarah kita. Tapi sayang, sayanya sendiri masih bego soal pendidikan (dibuktikan dengan masa kuliah saya yang seumur bajaj), ga jadi lah.. huehue.

Saya mau bahas pertarungan antara anak versus masa saja…

Menurut negara dengan pendidikan terbaik dunia, si Finlandia, Ujian nasional hanya terjadi 1 kali. Yaitu pada saat si anak berumur 16 Tahun, minim PR, dan waktu istirahat yang 3 kali lebih panjang. Di Indonesia, bahkan di jaman saya dulu yang menggunakan sistem belajar caturwulan, ujian terjadi setahun tiga kali. Belum lagi di tambah UN dan ujian masuk.. ih, wow..

Belum lagi anak sudah disekolahkan pra-SD, baik itu TK (ada enol besar, ada enol kecil, saya tidak tau bedanya karena saya waktu TK sudah di DO ketika baru masuk 3 bulan *jangan ketawa), juga PAUD (yang lagi booming beberapa tahun belakangan). Karena orang tua menghadapi ketakutan bahwa anaknya tidak mendapat SD, SMP, Dan SMA yang bagus.

Dari SD kita sudah dicekoki waktu belajar 5-8 jam sehari. Kalo PNS, dengan waktu kerja selama itu udah jadi pegawai teladan, yakin. Belum lagi waktu yang digunakan untuk pulang dan pergi sekolah, ditambah waktu belajar di rumah, ditambah les, ditambah tugas dan PR, ditambah pesta bikini, ditambah main game, ditambah nonton spongebob, kapan tidurnya coba?

.

indokid

Kapasitas anak yang seharusnya bermain pada masa unyu-unyunya, sudah diwajibkan menghadapi momok macam PR, ujian dan tugas-tugas.. Ditambah lagi anak harus ikut les sana-sini, bimbel, private, juga tryout.. Hingga waktu si anak habis dibantai pendidikan hingga ke masa SMA. Sayangnya, sekolah hanya menghargai otak, tanpa peduli akan minat dan bakat.

Lihatlah betapa stresnya anak-anak SMA sekarang menjelang UN, hilir-mudik ikut bimbel, les, dan mendatangi dukun. Bahkan ada yang bikin pengajian bersama tiap hari. Ada yang memuja foto perintis pendidikan, ada yang memuja internet, melafalkan buku siang-malam, sisi positifnya mereka jadi rajin sholat.. Tak ada waktu santai, tak ada rileksasi, hanya ketakutan hingga memucat deg-degan sampai hari H yang tergambar di mukanya.

Dahulu kala, saya sama kawan-kawan masih sempat naik gunung H-3 menjelang UN. Hidup kami santai dan ringan, walaupun tidak sampai terbang. Bukannya kami songong, tapi kami tau kapasitas kami. Padahal, sekolah kejuruan mempunyai beban tambahan selain UN. Kami juga diwajibkan mengikuti Ujian Tehnik (sejenis UN dalam bidang kejuruan), dan membuat produk siap jual sesuai jurusan masing-masing.

Memang, beberapa anak kita ada yang mampu melewati itu semua. Konsekuensinya, mereka banyak yang memakai kacamata dan mati kutu dalam pergaulan. Mereka terus mengasah otak sampai-sampai kehilangan minat terhadap potensi dan bakatnya. Mereka menjadi zombie angka-angka yang bahkan tidak pernah merasakan indahnya masa SMA (sialan, saya masuk STM). Mereka tidak tau rasanya jatuh cinta, tidak tau rasanya bergandengan tangan kala hujan *ehem!, tidak tau rasanya lari-lari karena dikejar guru, juga tidak tau betapa indahnya dunia tanpa gadget..

.

childhood

Bahkan ada pepatah yang bilang, umur kita (warga Indonesia) lebih banyak dihabiskan dibangku pendidikan. Kita lebih banyak mengenyam pendidikan ketimbang menikmati pendidikan. Kita dipaksa minum bergalon-galon air tanpa disediakan toilet dan wc. Kita diubah menjadi robot yang hanya memproduksi apa yang pernah kita telan. Padahal, menurut bapaknya para ilmu, Filsafat, Ilmu pengetahuan tidak hanya didapat lewat indera, tapi juga rasio dan intuisi.

Jadi, berhentilah menghabiskan waktu anak, kita, dan orang lain untuk hal-hal sejenis sekolah. Belajar bisa dimana saja. Otak itu cuma salah satu organ tubuh. Jangan remehkan organ lain yang sama menakjubkannya. Pintar memang penting, tapi kecerdasan yang ada 7 jenis itu jangan dilupakan. Lihatlah ini, meskipun saya tidak terlalu pintar, paling tidak saya berbakat dalam berbohong..

.

Woohoo

Woohoo


Bapak Kita Kartono

23 April 2015

Mumpung hari Kartini sudah lewat, saatnya sekarang hari bagi Kartono dimulai. . Si kaum saya, laki-laki. Yuhuuu..

.

pulisi

Sebagai golongan manusia generasi pertama yang diciptakan Tuhan, laki-laki sudah sepantasnya jadi produk unggulan dan prototipe bagi manusia kebanyakan dibandingkan dengan kaum wanita, bencong, dan juga termasuk produk terbaru Tuhan, anak Alay. Kaum laki-laki adalah contoh.

Kenapa produk unggulan? Karena laki-laki adalah kaum yang superior. Ingat ada kata “SUPER” disitu. Yang artinya, kami diciptakan dengan misi yang lebih berat, lebih banyak dan lebih berbahaya. Termasuk misi menaklukkan wanita.. kakakaka.

Seperti yang dikatakan Paman Ben kepada Peter Parker di dalam sebuah mobil warna cokelat saat akan memasuki adegan awal perampokan yang berakhir dengan terbunuhnya sang paman pada menit ke..*lupa, begini katanya:

”Makin besar kekuatan yang dipunya, makin besar pula tanggung jawab seseorang”.

Makanya laki-laki akan selalu dihubung-hubungkan dengan masalah tanggung jawab sebagai akibat kekuatannya yang SUPERior itu daripada kaum yang lain. Kalo tidak percaya, mari kita buka baju dan.. *eh, maksudnya mari kita buka ensiklopedia sejarah lagi..

Diawali dengan sejarah Islam sebagai yang tertua, masih ingat Nabi Adam AS ? Laki-laki! Sebagai manusia versi 1.0.0, Nabi adam adalah bentuk sempurna seorang manusia yang menjadi pijakan bentuk-bentuk manusia hingga saat ini. Bahkan hampir semua nabi adalah laki-laki! Waw??? Tentu saja kamu harus bilang WAW!

Lalu kita memasuki sejarah peradaban, para penguasa masa lampau macam Napoleon, Firaun, Hitler, Caesar, Gengis Kahn, Alexander, Nabi Sulaiman AS, sampai-sampai hampir semua presiden dan pemimpin negara pun di seluruh dunia adalah Laki-laki! *silahkan ucapkan WAW lagi…

Kemudian coba diingat lagi, para penemu, filsuf, cendikiawan, pemimpin revolusi, kepala suku, kepala sekolah, kaisar, para petualang, tukang becak, mamang cimol, juga orang-orang terkenal di seluruh dunia adalah kebanyakan laki-laki! Bahkan para pengunjung warnet pun didominasi laki-laki! Coba, coba, waw macam apalagi yang sanggup diekspresikan dengan kenyataan seperti ini? Waw sambil salto!

*ngos-ngosan..

Apakah dengan kenyataan ini kami menjadi sombong??? Tentu saja tidak. Meskipun kami SUPERior, kami tidaklah menjadi angkuh, pongah, sok, pecicilan pun songong layaknya kebanyakan pahlawan SUPER. Berbagai cara kami hadirkan agar kaum lainnya tidak merasa  timpang dan dengki..

Coba cari, mana ada istilah Bapak Kota, Bapak Pertiwi, Bapak Negara, Bapak-bapak arisan, Pak Lampir, Pakmerang, Papamia, dan lain seenaknya.

Juga istilah ‘Ladies First’, yang artinya, yang merasa wanita boleh duluan.. Baik dalam hal mengantri, berjalan, membayar tagihan ataupun dalam menyatakan cinta. (Hal yang terakhir agak dirasa berat untuk dilakukan oleh kaum wanita. Dasar kaum songong..).

Ada juga istilah ‘gol cantik’. Meskipun dalam kenyataannya permainan sepak bola didominasi kaum lelaki. Tapi kami tidak ingin menimbulkan kecemburuan sosial, makanya nama tersebut kami sematkan tanpa merasa iri. Kami persembahkan istilah ini cuma buat kamu. Iya, kamu..

Bahkan kami pun tidak pernah terpikir untuk membuat istilah ‘gol ganteng’, karena kami adalah kaum yang tidak pernah meminta keadilan dalam bidang gender.. Kami sadar, mengalah adalah salah satu sifat bawaan si SUPERior. *tepok tangan buat pak mario..

Pun tak pernah kami meminta macam-macam layaknya Hari Ayah, Kongres Laki-laki, Dharma Pria, Salon Kegantengan, Hari Tanpa Sempak, Gerbong khusus pria, Rumah Sakit Bersunat, ataupun dalam bidang pekerjaan seperti  SPB (Sales Promotion Boy), Umbrella Boy, PTS (Pria Tuna Susila), juga TKP (Tenaga Kerja Pria).

Terpikirkah oleh kalian kami melakukan semua ini tanpa pamrih? Kami tidak pernah turun kejalan bawa-bawa poster apalagi kondom sambil teriak-teriak masalah maskulinisme. Kami juga tak pernah meributkan dualisme Kartono. Mau dia propaganda Belanda ataupun murni bentukan tanah air. Bahkan kami tak pernah ada membuat sebuah acara satu hari khusus laki-laki yang memakai pakaian adat ke sekolah sampai ke kantor sambil nyanyi-nyanyi mengatasnamakan Kartono pancen oye.

Karena apa? Karena sosok kartono kami tak ada. Dan hidup kami normal.

.

how-women-and-men-see-colors

Cah Rempong


Ya, Selamat Hari Kartini

21 April 2015

Sisanya 365 hari adalah Hari Kartono… Yeaaahh!

.

women

womans mind

yayaya

*Takdungtssssssssh

 


Mimpi-mimpi Jikalau

10 April 2015

Saya, tiap pergi ke Gramed bawaannya mindeeer aja. Liat buku-buku bagus tapi tebal nan mahal. Mupeng pas liat harganya, bikin sering istighfar. Kalo di semarang dulu masih ada Togamas, walaupun beda harganya cuma beberapa persen, tapi lumayan hemat buat tambah-tambah uang rokok anak kos hina seperti saya.

Kadang ada juga bazar buku di gedung wanita yang pasti saya datengin, bukan karena gedungnya banyak wanita, tapi karena niat mencari jodoh bukunya. Kalo sekarang sih, paling kuat beli komik One Piece, seringnya malah ke bagian buku-buku bekas di Gramed. Tempat latihan mata berjam-jam sampai leher saya gedek nyari buku tebal tapi murah. Sedih, euy..

Kalo dulu, tiap saya dapet duit minimal 200rb, 30 persennya pasti saya barter sama buku. Urusan makan saya urutkan nomer 9, setelah urusan primer seperti uang kontrakan, bensin, modem, pulsa hp, tabungan jalan-jalan, rokok, rokok, sama rokok..

Pernah saya berkhayal kalo seandainya saya menang kuis 1 milyar terus diwawancarai sama tv nasional terus ditanya sama reporter cantik semacam Franda: “uangnya mau buat apa, mas?”, terus saya jawab: “Bukan urusan kamu, dik. Hati saya sudah milik Ai Shangzhen. Saya mau ke gramed dulu.. Jangan hubungi saya lagi.”

Seperti Kemaren sore, uang saya yang tinggal cukup buat 2 kali makan itu, entah bagaimana motor saya akhirnya belok menuju ke bagian buku bekas di gramed, dan disulaplah uang makan saya itu jadi bukunya Sudjiwo tedjo – Republik Jancukers. Kampret memang kowe, cuk..

Saya memang tidak menyesal, tidak tau dengan perut saya. Lagipula kejadian-kejadian model begini memang sering sih. Kalo kata The Rain, ‘sudah biasa!’. Yaudinlah, ini saya kasih daftar beberapa buku yang mau saya miliki namun tidak saya beritahukan ke reporter tv diatas:

  1. Di Bawah Bendera Revolusi – Soekarno
  2. Madilog – Tan Malaka
  3. Babad Tanah Jawi
  4. Dilan – Pidi Baiq
  5. Jakarta Undercover – M. Emka
  6. Inferno – Dan Brown
  7. Buku Stephen Hawking
  8. Ensiklopedia Tuhan
  9. Syeh Siti Djenar
  10. Soe Hok Gie
  11. History of Indigo
  12. Buku tentang Charles Darwin, Da Vinci, Hitler, Khidir AS, Enigma, Marco Polo, Buddha, Jibril, Tjokroaminoto, Gengis Khan, Nyi Roro Kidul, Umar Kayam, Ibnu Sina, Einstein, Gajahmada…
  13. National Geographic
  14. Novel-nvel Prie Gs, Dee, Pram
  15. Sejarah Tragedi-tragedi Indonesia
  16. dan lain setebalnya

Karena saya sedang dianiaya XL akibat pulsa yang tidak mencukupi, semoga Tuhan mendengar doa saya tentang kuis yang 1 milyar itu. Amin ah..

.

A Book Is A Magic Portal To Another Dimension..

A Book Is A Magic Portal To Another Dimension..


Kampreto Alakadaro

8 April 2015

Isu hangat yang terjadi hari-hari ini berisikan dengan diblokirnya beberapa situs “mengatasnamakan” Islam, tanda tangan Jokowi yg “kebablasan”, Mobilisasi mahasiswa seluruh Indonesia yang mau bernostalgia ’98, sama wacana reshuffle beberapa menteri..

Politik lagi.. Malas banget buat ditulis. Mending makan sate kan.. Situs Islam? Aduh, Islam ajaran mahzab mana yang ngajarin kekerasan verbal non-verbal model begitu?

Sebenarnya saya anti sekali mengkritik yang bersentuhan dengan agama. Bukannya gimana-gimana, saya malu. Buat ngejalanin ibadah aja saya pontang-panting bergelut sama jam tidur, apa hak saya mau mengkritisi sesuatu yang kewajibannya aja belum saya jalani.. Makanya saya jarang bahkan menghindari menulis tentang agama. Duh, pamali..

Pesan saya sih, buat pemerintah saya ingatkan lagi, ini tanah demokrasi. Orde baru adalah masa lalu kita, jangan diulangi lagi. Biarlah jadi prasasti dalam sejarah negara kita. Seperti yang pepatah demokrasi bilang:

Saya tidak setuju dengan pendapat anda, tapi saya akan membela hak anda untuk mengatakan itu. (Voltaire)

Jadi, kalo memang salah sih baiknya hukum orangnya saja. Jangan membunuh kebebasan berpendapatnya (lagi). Ini cuma pendapat lho ya, benar-salahnya tergantung ‘media’ aja.

Sedangkan untuk situs mengatasnamkan Islam dan pendukungnya, tolong juga dijelaskan Islam yang kalian bela itu Islam yang mana, Mahzab mana, aliran mana, golongan mana. Karena, setau saya ISIS juga Islam. HTI juga Islam. Saudi juga Islam. Gus dur juga Islam. PKS juga Islam. FPI apalagi.. Dan Islam setau saya mengajarkan filosofi Keikhlasan, Kebaikan dan Kasih sayang, bukan agama pencari musuh. Bahkan kebanyakan manusia sekarang menjadi hakim tanpa harus kuliah hukum dulu. Ruar biasa memang.. Tepok tangan sodara-sodara!

—————————————————————————

Daripada ngomongin agama sama politik, mending ngomongin berita hangat tentang sarjana fisika yang jadi tukang jamu sama mahasiswa S2 yang jadi tukang penambal ban..

Entah kenapa yang beginian bisa jadi berita. Menurut saya biasa aja sih. Saya yang kalem ini aja masih bercita-cita jadi nelayan atau tukang jaga buku di Gramedia kok.. (Sumprit, ini beneran)

Ini kemungkinan terjadi karena persepsi. Akibat terlalu lama dijajah, mental masyarakat kita senang membanding-bandingan pekerjaan berdasarkan pemasukan dan gaji.. Dan akibatnya, muncullah prestige-war, atau perang harga diri. Dalam perang ini, biasanya tetangga adalah rival. Rumah ditinggi-tinggikan, mobil dibanyak-banyakin, baju ganti-ganti, pembantu ada di tiap ruangan. Kadang, biar terlihat mentereng, pagarnya lebih tinggi dari rumah. Ngeri.

Salah satu penyakit masyarakat kita memang menilai pekerjaan dari gaji. Makanya lahan pekerja kreatif sering diremehkan dan diabaikan. Banyak seniman terlantar, banyak pengrajin, pelukis, pemusik, budayawan, penyair, dan lain-lain yang terseret ke sudut paradigma dan dipandang sebelah mata oleh masa depan versi masyarakat. Maka dari itu industri kreatif kita sangat banyak namun merangkak tertatih.

Bangsa ini masih saja menjadikan uang sebagai berhala. Dengarlah itu alasan pemuda-pemudanya jika disuruh menikah, jawabnya selalu “nunggu mapan dulu..”. Haish… Mapan penggilesan..???

Lingkaran setan menjadi sempurna tatkla Hidup digunakan untuk mencari uang, dan uang digunakan untuk melanjutkan hidup. Lingkaran yang bisa berhenti hanya ketika ajal menjadi taruhan..

.

2x (1)

Kembali ke berita tadi, kita harusnya tidak usah risih mendengar sarjana S3 sekalipun yang menjadi pemulung. Jangan termakan persepsi. Setiap orang punya otak berbeda, rencana berbeda, kemauan berbeda, dan mimpi yang berbeda. Penilaian yang menggeneralisasi sering membuat kita melupakan budaya bhineka tunggal ika.

Ambil contoh saja si sarjana fisika yang jadi tukang jamu. Mungkin saja dia mampu membuat produk sejenis Gastronomi Molekuler (Menggabungkan seni memasak dengan tehnik kimia dan fisika) yang digadang-gadang sebagai tehnik masak modern. Siapa tau ia mampu mengembangkannya hingga ke bidang jamu dan ia mampu berinovasi, lalu lahirlah jamu modern yang mungkin mengalahkan racikan tequila di Mexico.

Bisa saja pekerjaan yang remeh-temeh tersebut ketika berada di tangan yang tepat akan menjadi terobosan luar biasa. Mungkin beberapa tahun kemudian dia bakal mampu menyaingi dominasi Nyonya Meneer. Bahkan mungkin saja Nyonya yang berdiri sedjak 1919 itu mampu dibuat duduk dan beristirahat panjang.

Persepsi, paradigma, sudut pandang. Jangan sering terjebak. Dari dulu, para penemu sering dianggap gila dan sampah karena masyarakat terjebak hal-hal diatas. Sayangnya, masyarakat akan menyadari saking telatnya, si penemunya sudah terlanjur almarhum.

Inti tulisan ini sih, sebenarnya saya cuma jaga-jaga aja kalo kebetulan Tuhan lagi sentimen sama saya terus saya di kasih nasib jelek.. Apa kata keluarga saya nanti? Masa anak yang penurut, rajin, pintar, sholeh, baik, pemalu, pandai berhitung, hapal tepuk pramuka, sopan, dan tidak sombong ini punya pekerjaan sebagai pedagang baskom keliling?. Kan nggak elit banget..

Saya sih nggak apa-apa, tapi kan kasian Park Shin-Hye kalo jadi istri saya.. Nanti saya akan dicemooh masyarakat karena tidak bisa mengurus istri dengan benar. Menjadi pedagang baskom cuma membuat saya mampu membelikan bedak beras untuk make-up istri saya. Saya akan dianggap menghina ciptaan Tuhan karena tidak layak mengurus wanita secantik Shin-Hye. Lalu FPI datang, pakai mobil jeep, baskom-baskom saya di bakar. Ember saya yang anti pecah itu direbut, mau dipake jadi tameng waktu demo Ahok nanti alesannya.. ah. Kasihan sekali saya..

Asudahlah, semoga Tuhan ga punya laptop buat baca blog ini.. Amin…

.

mo


Sylogisme-sylogisme an

6 April 2015

Premis 1:

Aku Lelaki lho, bukan tisu basah,…
Yang Lembut, Tak Mudah Dicabik, Wangi, tapi cuma Sekali Pakai,…

Premis 2:

Ya Allah
Menjelang waktu begadang ini hamba memohon. Mudahkanlah rejeki kepada para penjual es teh, tukang cendol, dan tukang martabak. Karena hanyalah mereka, penyedia yang manis tapi gak nyakitin,…

.

Kesimpulan:

Tidak merokok dapat menyebabkan sepinya warung, berkurangnya devisa negara dan tidak adanya inspirasi


Belajar Pusing Menurut Mahzab Cihuy

3 April 2015

Terima kasih hari ini buat Isa Al-Masih, yang karena paskahnya saya dapat hari libur yang belum tau mau ngapain.. Terima kasih juga buat ahli astronomi yang juga telah membuat libur hari ini bertepatan dengan hari Jumat dimana seharusnya hari ini saya mengikuti kelas bahasa Jerman yang mana kita ketahui bersama bahasa jerman adalah salah satu dari ke 7 keajaiban dunia.

Bahasa Jerman itu, secara verbal bukanlah sebuah rintangan yang berarti. Namun ketika ia menjelma menjadi sebuah tulisan, maka anggaplah masalah yang datang setara dengan ketika kita mau masak mie goreng namun bumbunya sudah terlanjur tercampur kuah duluan.. INI. MASALAH. BESAR.

Saking dasyatnya, bahasa jerman sering menjadi olok-olokan meme di situs 9gag. Dominannya huruf konsonan, kadang tidak seimbang dengan huruf vokal yang sudah minoritas dalam alfabet itu. Mempelajari bahasa jerman ibarat makan kuaci: lama, ribet, nyampah, banyakan yang dibuang, secara fashion nggak banget, bikin mulut berbusa-busa terus, tapi nggak kenyang.

Pernah saya nonton sebuah acara TV di Inggris tentang menyusun huruf yang diacak (anagram) untuk menjadi sebuah kata bahasa Jerman. Si pembawa acara berkeliling kota memamerkan anagram tersebut mencari orang yang mampu menyusun kata tersebut. Sampai acara selesai, tidak satupun makhluk di Inggris tersebut mampu memecahkan sandi yang terlihat naas itu. Karena apa? Karena eh karena kata yang terdiri dari 16 huruf itu cuma memuat 2 biji huruf vokal. Benar-benar cara memeras otak yang mengerikan. Kalo saya sih, mending disuruh push-up 3 ribu kali di puncak everest ketimbang ikut kuis begituan.

Satu lagi bahasa yang sepertinya bikin saya geleng-geleng ajeb-ajeb itu bahasa jawa kuno. Huruf palawa yang senasib dengan huruf Thailand, India, dan tulisan dokter itu sukses membuat alis mata saya hampir menyatu. Benar-benar siksaan dunia. Ini yang menciptakan huruf begini kayaknya gara-gara depresi nggak bisa ngegambar kereta api. Masalah sehari-hari aja udah berat, ditambah belajar huruf beginian.. Kasian.. Dan saya ikut prihatin untuk mereka yang mempelajari bahasa sansekerta dan sejenisnya. *nunduk pura-pura ikut sedih.

cadas!

cadas!

Yang lainnya, bahasa arab gundul! Masya Allaaah.., ini huruf sepertinya salah minum ramuan sampai jadi botak permanen begini. Sepertinya memang tidak ada niat menciptakan huruf arab gondrong ya.. Apa mereka masih hidup di jaman orde baru ya? masih menganggap yang gondrong-gondrong itu aliran pemberontak? Saya masih mangap-mangap imut kalo ketemu huruf model begini. Selamat beribadah ajalah buat yang mempelajarinya. Saya mah cuma bisa ikut mendoakan agar diberi kesabaran yang tiada berbatas bagi yang mempelajari.. Mata saya sudah sakit, jangan sampai katarak gara-gara baca yang beginian.

nun

Yang terakhir, huruf Cina, Jepang, dan Korea.. Ini adalah seni! Tapi berbentuk air.. Manusia mana lagi yang sempat-sempatnya di masa yang penuh masalah masih sanggup menciptakan siksaan model begini.. Huruf dengan bentuk mirip sayatan-sayatan pedang ini mampu membuat seseorang seperti saya yang seharusnya mampu menciptakan mobil terbang ini berubah menjadi seorang tukang tambal ban.

Orang-orang Asia memang terkenal jenius di kalangan warga dunia. Mungkin gara-gara anggapan tersebut, orang Asia mulai memikirkan sebuah tantangan yang ‘lebih’ untuk mendampingi keseharian hidup mereka. Maka terciptalah huruf yang seperti sandi morse bertumpuk ini. Bahkan, saking kurang puasnya dengan tantangan ini, mereka ciptakan berbagai versi seperti huruf Cina, huruf Korea dan Huruf Jepang yang ditambah lagi saudaranya seperti huruf kanji hiragana katakana dan pusingmaukemana.

Oke, saya memang suka semua hal tentang sejarah dunia. Ditambah lagi, basic saya memang mempelajari budaya. Otak saya pun sudah direset bertahun-tahun untuk mengetahui hal-hal diatas demi ijasah yang agung (*sembah ijasah 3x). Tapi kalau begini caranya, lebih baik saya makan kuaci sambil nunggu pelanggan tambal ban aja. Karena, biar pun nggak kenyang, tapi alis saya masih ada dua! Dan saya juga ikut prihatin kepada malaikat Raqib dan atid yang mendapat tugas di daerah-daerah tersebut… Semoga bawa Tipe-x.

.

kan.. kan.. kan..

kan.. kan.. kan..


Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: