Kampreto Alakadaro


Isu hangat yang terjadi hari-hari ini berisikan dengan diblokirnya beberapa situs “mengatasnamakan” Islam, tanda tangan Jokowi yg “kebablasan”, Mobilisasi mahasiswa seluruh Indonesia yang mau bernostalgia ’98, sama wacana reshuffle beberapa menteri..

Politik lagi.. Malas banget buat ditulis. Mending makan sate kan.. Situs Islam? Aduh, Islam ajaran mahzab mana yang ngajarin kekerasan verbal non-verbal model begitu?

Sebenarnya saya anti sekali mengkritik yang bersentuhan dengan agama. Bukannya gimana-gimana, saya malu. Buat ngejalanin ibadah aja saya pontang-panting bergelut sama jam tidur, apa hak saya mau mengkritisi sesuatu yang kewajibannya aja belum saya jalani.. Makanya saya jarang bahkan menghindari menulis tentang agama. Duh, pamali..

Pesan saya sih, buat pemerintah saya ingatkan lagi, ini tanah demokrasi. Orde baru adalah masa lalu kita, jangan diulangi lagi. Biarlah jadi prasasti dalam sejarah negara kita. Seperti yang pepatah demokrasi bilang:

Saya tidak setuju dengan pendapat anda, tapi saya akan membela hak anda untuk mengatakan itu. (Voltaire)

Jadi, kalo memang salah sih baiknya hukum orangnya saja. Jangan membunuh kebebasan berpendapatnya (lagi). Ini cuma pendapat lho ya, benar-salahnya tergantung ‘media’ aja.

Sedangkan untuk situs mengatasnamkan Islam dan pendukungnya, tolong juga dijelaskan Islam yang kalian bela itu Islam yang mana, Mahzab mana, aliran mana, golongan mana. Karena, setau saya ISIS juga Islam. HTI juga Islam. Saudi juga Islam. Gus dur juga Islam. PKS juga Islam. FPI apalagi.. Dan Islam setau saya mengajarkan filosofi Keikhlasan, Kebaikan dan Kasih sayang, bukan agama pencari musuh. Bahkan kebanyakan manusia sekarang menjadi hakim tanpa harus kuliah hukum dulu. Ruar biasa memang.. Tepok tangan sodara-sodara!

—————————————————————————

Daripada ngomongin agama sama politik, mending ngomongin berita hangat tentang sarjana fisika yang jadi tukang jamu sama mahasiswa S2 yang jadi tukang penambal ban..

Entah kenapa yang beginian bisa jadi berita. Menurut saya biasa aja sih. Saya yang kalem ini aja masih bercita-cita jadi nelayan atau tukang jaga buku di Gramedia kok.. (Sumprit, ini beneran)

Ini kemungkinan terjadi karena persepsi. Akibat terlalu lama dijajah, mental masyarakat kita senang membanding-bandingan pekerjaan berdasarkan pemasukan dan gaji.. Dan akibatnya, muncullah prestige-war, atau perang harga diri. Dalam perang ini, biasanya tetangga adalah rival. Rumah ditinggi-tinggikan, mobil dibanyak-banyakin, baju ganti-ganti, pembantu ada di tiap ruangan. Kadang, biar terlihat mentereng, pagarnya lebih tinggi dari rumah. Ngeri.

Salah satu penyakit masyarakat kita memang menilai pekerjaan dari gaji. Makanya lahan pekerja kreatif sering diremehkan dan diabaikan. Banyak seniman terlantar, banyak pengrajin, pelukis, pemusik, budayawan, penyair, dan lain-lain yang terseret ke sudut paradigma dan dipandang sebelah mata oleh masa depan versi masyarakat. Maka dari itu industri kreatif kita sangat banyak namun merangkak tertatih.

Bangsa ini masih saja menjadikan uang sebagai berhala. Dengarlah itu alasan pemuda-pemudanya jika disuruh menikah, jawabnya selalu “nunggu mapan dulu..”. Haish… Mapan penggilesan..???

Lingkaran setan menjadi sempurna tatkla Hidup digunakan untuk mencari uang, dan uang digunakan untuk melanjutkan hidup. Lingkaran yang bisa berhenti hanya ketika ajal menjadi taruhan..

.

2x (1)

Kembali ke berita tadi, kita harusnya tidak usah risih mendengar sarjana S3 sekalipun yang menjadi pemulung. Jangan termakan persepsi. Setiap orang punya otak berbeda, rencana berbeda, kemauan berbeda, dan mimpi yang berbeda. Penilaian yang menggeneralisasi sering membuat kita melupakan budaya bhineka tunggal ika.

Ambil contoh saja si sarjana fisika yang jadi tukang jamu. Mungkin saja dia mampu membuat produk sejenis Gastronomi Molekuler (Menggabungkan seni memasak dengan tehnik kimia dan fisika) yang digadang-gadang sebagai tehnik masak modern. Siapa tau ia mampu mengembangkannya hingga ke bidang jamu dan ia mampu berinovasi, lalu lahirlah jamu modern yang mungkin mengalahkan racikan tequila di Mexico.

Bisa saja pekerjaan yang remeh-temeh tersebut ketika berada di tangan yang tepat akan menjadi terobosan luar biasa. Mungkin beberapa tahun kemudian dia bakal mampu menyaingi dominasi Nyonya Meneer. Bahkan mungkin saja Nyonya yang berdiri sedjak 1919 itu mampu dibuat duduk dan beristirahat panjang.

Persepsi, paradigma, sudut pandang. Jangan sering terjebak. Dari dulu, para penemu sering dianggap gila dan sampah karena masyarakat terjebak hal-hal diatas. Sayangnya, masyarakat akan menyadari saking telatnya, si penemunya sudah terlanjur almarhum.

Inti tulisan ini sih, sebenarnya saya cuma jaga-jaga aja kalo kebetulan Tuhan lagi sentimen sama saya terus saya di kasih nasib jelek.. Apa kata keluarga saya nanti? Masa anak yang penurut, rajin, pintar, sholeh, baik, pemalu, pandai berhitung, hapal tepuk pramuka, sopan, dan tidak sombong ini punya pekerjaan sebagai pedagang baskom keliling?. Kan nggak elit banget..

Saya sih nggak apa-apa, tapi kan kasian Park Shin-Hye kalo jadi istri saya.. Nanti saya akan dicemooh masyarakat karena tidak bisa mengurus istri dengan benar. Menjadi pedagang baskom cuma membuat saya mampu membelikan bedak beras untuk make-up istri saya. Saya akan dianggap menghina ciptaan Tuhan karena tidak layak mengurus wanita secantik Shin-Hye. Lalu FPI datang, pakai mobil jeep, baskom-baskom saya di bakar. Ember saya yang anti pecah itu direbut, mau dipake jadi tameng waktu demo Ahok nanti alesannya.. ah. Kasihan sekali saya..

Asudahlah, semoga Tuhan ga punya laptop buat baca blog ini.. Amin…

.

mo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: