Bapak Kita Kartono


Mumpung hari Kartini sudah lewat, saatnya sekarang hari bagi Kartono dimulai. . Si kaum saya, laki-laki. Yuhuuu..

.

pulisi

Sebagai golongan manusia generasi pertama yang diciptakan Tuhan, laki-laki sudah sepantasnya jadi produk unggulan dan prototipe bagi manusia kebanyakan dibandingkan dengan kaum wanita, bencong, dan juga termasuk produk terbaru Tuhan, anak Alay. Kaum laki-laki adalah contoh.

Kenapa produk unggulan? Karena laki-laki adalah kaum yang superior. Ingat ada kata “SUPER” disitu. Yang artinya, kami diciptakan dengan misi yang lebih berat, lebih banyak dan lebih berbahaya. Termasuk misi menaklukkan wanita.. kakakaka.

Seperti yang dikatakan Paman Ben kepada Peter Parker di dalam sebuah mobil warna cokelat saat akan memasuki adegan awal perampokan yang berakhir dengan terbunuhnya sang paman pada menit ke..*lupa, begini katanya:

”Makin besar kekuatan yang dipunya, makin besar pula tanggung jawab seseorang”.

Makanya laki-laki akan selalu dihubung-hubungkan dengan masalah tanggung jawab sebagai akibat kekuatannya yang SUPERior itu daripada kaum yang lain. Kalo tidak percaya, mari kita buka baju dan.. *eh, maksudnya mari kita buka ensiklopedia sejarah lagi..

Diawali dengan sejarah Islam sebagai yang tertua, masih ingat Nabi Adam AS ? Laki-laki! Sebagai manusia versi 1.0.0, Nabi adam adalah bentuk sempurna seorang manusia yang menjadi pijakan bentuk-bentuk manusia hingga saat ini. Bahkan hampir semua nabi adalah laki-laki! Waw??? Tentu saja kamu harus bilang WAW!

Lalu kita memasuki sejarah peradaban, para penguasa masa lampau macam Napoleon, Firaun, Hitler, Caesar, Gengis Kahn, Alexander, Nabi Sulaiman AS, sampai-sampai hampir semua presiden dan pemimpin negara pun di seluruh dunia adalah Laki-laki! *silahkan ucapkan WAW lagi…

Kemudian coba diingat lagi, para penemu, filsuf, cendikiawan, pemimpin revolusi, kepala suku, kepala sekolah, kaisar, para petualang, tukang becak, mamang cimol, juga orang-orang terkenal di seluruh dunia adalah kebanyakan laki-laki! Bahkan para pengunjung warnet pun didominasi laki-laki! Coba, coba, waw macam apalagi yang sanggup diekspresikan dengan kenyataan seperti ini? Waw sambil salto!

*ngos-ngosan..

Apakah dengan kenyataan ini kami menjadi sombong??? Tentu saja tidak. Meskipun kami SUPERior, kami tidaklah menjadi angkuh, pongah, sok, pecicilan pun songong layaknya kebanyakan pahlawan SUPER. Berbagai cara kami hadirkan agar kaum lainnya tidak merasa  timpang dan dengki..

Coba cari, mana ada istilah Bapak Kota, Bapak Pertiwi, Bapak Negara, Bapak-bapak arisan, Pak Lampir, Pakmerang, Papamia, dan lain seenaknya.

Juga istilah ‘Ladies First’, yang artinya, yang merasa wanita boleh duluan.. Baik dalam hal mengantri, berjalan, membayar tagihan ataupun dalam menyatakan cinta. (Hal yang terakhir agak dirasa berat untuk dilakukan oleh kaum wanita. Dasar kaum songong..).

Ada juga istilah ‘gol cantik’. Meskipun dalam kenyataannya permainan sepak bola didominasi kaum lelaki. Tapi kami tidak ingin menimbulkan kecemburuan sosial, makanya nama tersebut kami sematkan tanpa merasa iri. Kami persembahkan istilah ini cuma buat kamu. Iya, kamu..

Bahkan kami pun tidak pernah terpikir untuk membuat istilah ‘gol ganteng’, karena kami adalah kaum yang tidak pernah meminta keadilan dalam bidang gender.. Kami sadar, mengalah adalah salah satu sifat bawaan si SUPERior. *tepok tangan buat pak mario..

Pun tak pernah kami meminta macam-macam layaknya Hari Ayah, Kongres Laki-laki, Dharma Pria, Salon Kegantengan, Hari Tanpa Sempak, Gerbong khusus pria, Rumah Sakit Bersunat, ataupun dalam bidang pekerjaan seperti  SPB (Sales Promotion Boy), Umbrella Boy, PTS (Pria Tuna Susila), juga TKP (Tenaga Kerja Pria).

Terpikirkah oleh kalian kami melakukan semua ini tanpa pamrih? Kami tidak pernah turun kejalan bawa-bawa poster apalagi kondom sambil teriak-teriak masalah maskulinisme. Kami juga tak pernah meributkan dualisme Kartono. Mau dia propaganda Belanda ataupun murni bentukan tanah air. Bahkan kami tak pernah ada membuat sebuah acara satu hari khusus laki-laki yang memakai pakaian adat ke sekolah sampai ke kantor sambil nyanyi-nyanyi mengatasnamakan Kartono pancen oye.

Karena apa? Karena sosok kartono kami tak ada. Dan hidup kami normal.

.

how-women-and-men-see-colors

Cah Rempong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: