Mendakilah Bagi Yang Mampu


Mari kita tinggalkan sejenak pernyataan “Pergilah ke gunung dan temukan sendiri jawabannya di sana” kala ditanya kenapa kamu naik gunung. Seperti tulisan saya yang sebelumnya, tidak perlulah memberikan sebuah alasan untuk sekedar mendaki gunung. Anggap saja, seperti kita sedang ingin mengantuk atau lapar atau kentut. Tidak perlu alasan, hanya ada kebutuhan, baik biologis atau batiniah.

Jadi, ketika kamu ditanya kenapa naik gunung, jawab saja sedang ingin. Atau bilang saja mumpung enak. Atau lagi kebelet, tanpa perlu membeberkan berbusa-busa jawaban puitis berbelit-belit setinggi monas. Toh, naik gunung sama saja seperti orang jalan-jalan ke mall, pergi ke pantai atau ke rumah Aura Kasih. Sebuah tempat yang tidak dibutuhkan alasan atas keberangkatannya, jawabannya juga sudah jelas. Ga mungkin pergi ke pasar buat main bola kan?

Nah, untuk yang suka atau tertarik jalan-jalan, mendaki khususnya gunung adalah salah satu alternatif petualangan yang asyik. Karena eh karena, kebutuhan biologis serta batin kamu bisa terpenuhi sekaligus. Selain kamu bisa mendapat jodoh teman, kamu juga bakal dibukakan mata kamu yang terbiasa ngeliat muka-muka artis di TV. Bahwa ada yang lebih kinclong daripada muka berbalut make-up penipu umur itu. Kadang juga, di puncaknya kamu juga bisa bermenung baik tentang tuhan ataupun eksistensi kamu yang cuma sebesar upil cicak.

Di gunung, dunia kamu bisa berbalik dratis. Ga sampai 180 derajat sih, kan susah kalo beneran kebalik 180 derajat ntar nanjaknya pake tangan.. Maksudnya, kamu yang terbiasa makan di rumah tinggal tancap, di gunung kamu harus sabar (sabar adalah koentji!) masak sendiri dan yang di masak pun kadang rasanya nano-nano campur kaos kaki. Juga, kamu yang terbiasa tidur di kasur bakal ngerasain tidur beralaskan tanah dingin (lebih dingin dari mantan) yang cuma dilapisi alas tenda yang biasanya tengik dan apek. Kalopun haus, yang biasanya tinggal ambil air di dapur, di gunung kamu harus tertatih-tatih nyari sumber air bersih yang kadang harus turun naik bukit, melewati lembah salju, dihadang monster, bertarung dengan Voldemort, hingga bergelut dengan Sikomo.. keras, bung!

Selain itu, di gunung kamu akan merasakan penderitaan yang bahkan kamu tidak tahu harus minta tolong kepada siapa. Dengan begitu, perlahan kamu akan mulai terbangkitkan kekuatan supernya yang selama ini tertidur. Yaitu, sisi lain diri kamu. Kamu yang sebelumnya manja, terlayani, dan selow akan berganti sosok menjadi individu yang mandiri, kreatif, pemberani, kuat, tahan banting, bau, setia kawan, hemat, dan rendah diri, tapi tetap jelek..

Dengan mendaki, kehidupan modernmu akan terisolasi dengan peradaban primitif yang kreatif. Kamu akan dipaksa bertahan hidup hanya dengan dua jenis bahan: Alat yang kamu bawa, dan bahan yang tersedia di alam. Kamu akan dipaksa berpikir dan memanajemen atas kelangsungan hidup kamu sendiri. Karena di gunung hanya ada dua opsi: menjadi kawan atau lawan.

Ego akan menjadi satu-satunya lawan terberat kamu. Dia akan selalu hadir di setiap keputusan yang akan kamu ambil. Untuk itulah diperlukan kesiapan mental untuk melakukan perjalan sejenis mendaki. Karena ketika kamu sudah memutuskan untuk mendaki, artinya kamu telah memulai perang besar terhadap ego.

Dunia Mountaineering memang keras. Tapi hasilnya tidak bakal mengecewakanlah. Tengoklah para pendaki veteran kebanyakan, mereka menjadi pribadi yang setrong, tahan banting dan bisa diandalkan. Selain itu, mendaki juga menambah wawasan kamu terhadap geografis negara ini dan kondisi sosial masyarakat seperti yang disarankan Soe Hok Gie. Mendaki gunung tidak hanya menjadi sarana buat jalan-jalan, tetapi juga napak tilas, kontemplasi, introspeksi, diskusi batin, dan juga menikmati seni agung secara gratisan. Oleh sebab itulah, Mari Mendaki!

.

Ehem!

Ehem!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: