H -5 UAS. Gonjang Ganjing Otak


Ada pepatah yang bilang : “Orang kenyang punya seribu keinginan, orang lapar cuma punya satu”. Penafsiran pepatah ini memang tidak hanya tertuju kepada masalah makan saja. Bisa juga diarahkan ke urusan harta ataupun kepuasan.

Tersebutlah seorang pemuda yang lahir sekitar 2.000 tahun setelah wafatnya nabi Isa A.S. Pemuda ceking ini ternyata lapar dan malah punya seribu keinginan. Ia mematahkan aturan dari pepatah di atas. Tamak betul nampaknya orang ini.

Pemuda yang dirasa keren oleh dirinya sendiri ini, malah tidak tertarik dengan makanan, harta, maupun kepuasan. Songong memang. Dia yang menurut sejarah Ibunya, lahir tanpa menangis ini, memastikan diri hidup hanya untuk mencari kebebasan dan kebahagiaan seperti yang disarankan bapak filsafat sedunia, Plato.

Menempuh hidup dengan jalan semi hedonis, pemuda ini bergeriliya dalam dunia pikiran dengan mengambil idealisme: kiri itu seksi. Menurutnya mainstream dan anti mainstream itu adalah tai kucing. Dia menjalani hidup berdasarkan teori Charles Adams, Normal is an Illusion. Dengan pondasi tersebut, ia menerjemahkan pribadi tiap individu adalah unik. Membuat parameter seperti normal dan tidak normal adalah kegilaan lain yang diciptakan manusia, sama seperti mereka menciptakan uang.

Baginya, hidup yang sekali ini tidaklah singkat. Hidup yang singkat hanyalah kentut dari kaum penikmat duniawi, Hedonis Naif. Dia memberikan contoh, lihatlah ketika manusia melakukan hal-hal yang ia senangi, bermain game, bersenang-senang, berwisata, memandangi layar hp dan komputer, dugem, tidur, bahkan membaca buku, manusia akan lupa waktu dan merasa jam berputar terlalu cepat.

Sebaliknya, ketika manusia kelaparan, berpuasa, melakukan perjalanan jauh, tersakiti, memendam amarah, mengobati luka hati, merenung, bergelut dengan keringat, waktu akan terasa begitu lambat. Karena saat-saat itu, manusia menjadi satu dengan jiwanya, dengan dunianya, dengan kulitnya, dengan inderanya.

Itu pendapat dari si pemuda songong yang ceking tersebut katakan. Dia bergerak perlahan melewati semuanya. Dia hidup menjalani semuanya. Baik/buruk, susah/senang, introvert/ekstrovert, malaikat/iblis, penakut/nekat, lemah/kuat, murung/menyenangkan. Dia menjadi tipe manusia yang harus merasakan semuanya. Dia sendiri kadang menyebut dirinya sendiri bajingan yang baik hati. Dia tidak hanya memilih satu ketika disediakan banyak jalan. Dia adalah tipikal manusia yang membawa bazooka ketika memasuki labirin.

Pemuda ini memandang hidup penuh perhitungan, namun seringkali gagal dalam mengeksekusi keinginannya. Seringkali dia dianggap aneh karena karakternya susah terbaca. Dia bilang, untuk jaman yang segila ini, ia perlu beradaptasi dengan segala macam jenis orang, salah satu strateginya adalah karakter bias yang susah ditebak. Menurutnya, dirinya diciptakan ketika Tuhan sedang bosan. Orang macam ini adalah tipe paling berbahaya diantara jenisnya. Karena mungkin, hanya Tuhan yang tahu jalan pikiran dari individu perenung ini.

Bermodalkan sedikit pengetahuannya tentang alam, ia berpetualang menjelajahi berbagai macam batas kehidupan ke sana kemari. Mulai dari semut di kamar, hutan di gunung, pantai di laut, penduduk di pedalaman, makhluk halus di mall-mall pusat kota, hingga Tuhan pun ia amati. Kepenatannya bertambah seiring terbukanya wawasan akan semua hal baru. Ia meresapi benar apa yang Sudjiwo Tedjo tulis dalam twitternya, “saya merasa bodoh ketika saya semakin tahu”.

Kesungguhannya dalam memahami hidup sering tidak ditampakan dalam kesehariannya. Ia begitu ahli bergeriliya dalam pikiran. Orang-orang akan salah tafsir terhadap setiap gerakan yang dilakukannya, senyumnya, mimik mukanya, pandangan matanya, bahkan juga posisi kencingnya. Sepertinya ia terlalu banyak membaca buku perang Sun Tzu.

Pemuda ini sepertinya akan mengejutkan dunia dengan kehadirannya. Gerakannya yang susah terdeteksi akan sangat menyulitkan bagi orang-orang yang mengenalnya. Cita-citanya begitu agung, ingin dicatatkan namanya dalam sejarah dunia. Entah sebagai iblis, entah sebagai malaikat.

Dan entah kenapa pemuda itu sekarang malah bikin kopi di dapurnya, seolah-olah ia ingin berkata: “Ada yang lebih pahit dari kamu, wahai malam minggu!”

.

– Dituliskan di padang, tapi pikirannya malah di Jakarta. Di rumah Aura Kasih.

.

Hoohoohoo

Hoohoohoo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: