Viva La Sensoria


Pagi-pagi sayanya tumben nonton Dr. OZ di TV. Tentu saja alasan saya menonton tidak lain karena pagi ini acaranya sedang membahas tentang payudara (uhuk, yes !!).. Yang mau saya bahas bukan mengenai intrinsik seputar payudaranya (ugh, padahal ini bahan bahasan yang amat sangat menarik), tapi saya hanya membahas unsur-unsur yang acaranya sajikan saja.

Begini. Ehem.., pertama, mereka menggunakan berbagai macam properti sebagai alat peraga semacam balon, pudding, air, dll. Padahal, bintang tamu dan co-hostnya sendiri adalah wanita (muda, cantik, menarik, istriable, cantik, mulus, bersih, cantik, manis, kencang, anggun, cantik, yah begitulah..). Benar-benar aktivitas yang membuang-buang waktu dan tidak efisien pikir saya. Kenapa tidak menggunakan alat peraga yang sudah tersedia (bintang tamu dan co-host) yang nyata-nyata ada di acaranya. Kan bisa lebih efisien dan detail.. Ya kan?

Selain hemat biaya produksi, banyak pemirsa yang akan suka dan saya yakin, hanya sedikit yang akan perotes termasuk FPI, PKS, HTI, MUI, FBR dan ISIS. Lagipula rating akan semakin naik sesuai ambisi semua TV-TV di Indonesia.

Anak-anak pun saya rasa tidak akan menonton TV di jam segini. Karena anak-anak sudah sibuk dengan internet, smartphone, tablet, iphone dan semua gadget pengganti orangtua mereka..

Kalopun dapet nonton, itu bocah-bocah paling juga dapet acara alay atau acara busuk tidak penting dengan durasi berjam-jam. Saya ingat jaman dulu jadinya, dimana tiap pilm kartun saya apal semua Ost atau lagu pembuka sejenis Dragon Ball atau Shinchan. Tapi anak sekarang kesian, jangankan ost film kartun, filmnya aja gak dapet.. Apalagi lagu anak.. duh, miris euy.

Pertentangan kemungkinan terjadi di badan sensor Indonesia. Karena nampaknya, badan sensor sekarang mulai plin-plan dan kurang riset. Mulai dari belahan dada, rokok, pisau, pistol, darah, hantu, pakaian dalam, adegan perkelahian, dan lambang-lambang tertentu. Saya rasa, kalau film sejenis Game of Throne tayang di TV Indonesia, jangan kaget jika mulai dari season 1 sampai tamat itu isinya semut semua. Habis semua di sensor. Mulai dari adegan orang ngupil sampai kartun. K A R T U N sodara-sodara…

Kalau sudah begini, jangan harap progam KB berjalan lancar. Juga program pemerintah tentang sex education. Padahal, manusia sudah kodratnya diciptakan dengan sifat penasarannya. Kalau semua disensor, secara instingtif, tentu manusia akan mencari dengan sendirinya tanpa terkontrol.

Lucunya, ketika terjadi hal-hal negatif karena TV, maka acaranya yang disalahkan. Analoginya begini, saya bikin pesawat-pesawatan pakai kertas# Pesawatnya terbang masuk kamar mandi wanita# Terus yang disalahkan pesawatnya#. Kan aneh. Yang salah kan gendernya? Ya nggak?

Ah, kesal sekali saya gara-gara nonton acara DR. OZ ini. Kecewa saya. Sampai-sampai tulisan ini bercabang seperti rambut di iklan shampoo kakak Sunsilk berbaju kuning di konser itu. Kemungkinan nanti malam saya tidak bisa tidur ini, bukan gara-gara kopi seperti biasa, tapi gara-gara mengigau: “Kenapa harus balon?? Kenapa harus Pudding? Kenapa?? KENAPAAAA…???

.

MIKIR !

MIKIR !

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: