BENGKULU – Bukan Surga, Tapi Tetap Tersembunyi


Tulisan ini sebenarnya adalah bentuk asli tulisan yang saya ingini dari tulisan saya yang sudah diterbitkan. Karena dirasa tulisan saya yang “itu” hanya untuk memenuhi permintaan editor saja. Padahal mah, aslinya begini ini:

.

Karena saya memang belum pernah ke surga, wajar jika saya belum berani memberikan tagline “surga tersembunyi” layaknya beberapa artikel travelling lain terutama kepada salah satu provinsi penghasil koruptor terbanyak di Indonesia ini.

Tersembunyi karena provinsi ini memang kurang dikenal oleh penduduk Indonesia lainnya. Bahkan tidak sedikit yang bahkan tidak tahu kalau provinsi ini exist. Sering saya jalan-jalan ke berbagai daerah dengan memperkenalkan diri sebagai orang Bengkulu, namun fakta lapangan berkata beberapa orang ada yang mengira bengkulu ada di Kalimantan. Bahkan ada yang bertanya dengan menyakitkannya: Listriknya udah masuk? JLEEEBB. BANGET.

.

  1. Sejarah Daerah

Menurut mitos, saya lahir di pinggir pantai. Tidak heran jika hampir semua orang Bengkulu dalam hidupnya selalu berhubungan dengan pantai. Karena Bengkulu, merupakan salah satu kota dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Ditambah lagi bentuk propinsinya yang memanjang dan langsing seperti saya, jadilah Bengkulu mempunyai satu pantai yang lurus tanpa sekat.

Saya kecil, tinggal di sebuah rumah dinas persis di bawah kaki Benteng Marlborough, Sebuah benteng peninggalan Inggris terbesar di Indonesia. Waktu itu saya tidak sadar kalau halaman belakang rumah saya adalah sebuah benteng bersejarah yang mendunia. Saya pikir, karena bapak saya orang kaya, dia iseng saja membangun sebuah benteng di belakang rumah.

Juga, benteng inilah yang membuat Inggris dengan berat hati membarter Bengkulu dengan Singapura kepada VOC. Jadi jangan heran orang-orang Bengkulu menggunakan beberapa kata bahasa Belanda dan Inggris yang sudah dinaturalisasi sesuai lidahnya masing-masing.

Provinsi Bengkulu, yang jika dilihat dari peta berbentuk ramping-memanjang ini, memiliki bentuk geografis unik dengan bagian pantai di barat dayanya (Samudera Hindia), dan pegunungan di timur lautnya (Bukit Barisan). Kondisi ini memungkinkan hampir di tiap daerahnya dikelilingi oleh pantai dan gunung. Potensi wisata alam yang cukup menjanjikan. Tapi sayang, potensi wisata alam yang begitu besar hanya ditelantarkan tanpa ada kemajuan berarti.

Yang dibuat maju hanyalah kebun kelapa sawitnya. Tanaman perusak tanah itu kini menjalar dengan gilanya di setiap lahan kosong yang kedepannya mungkin akan bernasib sama dengan Riau yang telah tertutupi sawit. Saya yang tiap pulang ke Bengkulu selalu sedih melihat dari atas pesawat digundulinya hutan-hutan karena gampangnya ijin mendirikan kebun dan perusahaan sawit di Bengkulu. Ah, Mahasiswa Kehutanan Universitas Bengkulu, semoga kalian diberikan hidayah di bulan yang suci ini.. Amin.

Di Bengkulu, orang-orangnya terlatih efisien. Mungkin karena propinsi ini pernah dijarah VOC, maka kehidupan mereka terpaksa hemat dan efisien. Salah satu contohnya adalah penamaan kepada daerah dan tempat. Di sini, ada gunung tertinggi di dunia. Namanya Gunung Bungkuk. Leluconnya, masih bungkuk saja sudah tinggi, apalagi kalau gunungnya berdiri.. Begitu katanya.

Ada lagi Danau Dendam Tak Sudah. Namanya ngeri, sangar, brutal. Mitosnya, ada putri raja yang diajak nikah sama seorang pria yang karena alasan klise (tidak disetujui orang tua, sinetron banget ga sih..), akhirnya si putri bunuh diri dengan cara mencelupkan diri ke dalam danau dan mati. Dan si pria inilah yang akhirnya mengobarkan semangat dendam tak sudah hingga menjadi nama danau ini. Makanya, mulai sekarang berhentilah nonton sinetron…

Ada juga Pantai Panjang. Dari ketidakkreatifan namanya saja orang mungkin sudah bisa menebak keunggulan dari pantai ini. Yup, sebuah pantai yang… panjang. Sesimpel itu. Meskipun begitu, pantai ini juga dipenuhi berbagai fasilitas seperti mall, sport center, jogging track, diskotik, cafe, guest house, lounge, hotel, andong, ATV, berbagai wisata air, TPA, dan outbound field (benar-benar pantai yang sibuk) ditambah lagi biaya masuk kawasan yang gratis (Gratis! ini yang penting). Tapi parkir tetap bayar, sesuai prinsip orang Indonesia: Di mana ada keramaian di situ ada parkiran. Pantai ini sudah sering diliput TV, tapi entah kenapa yang dibangun hanya hiburannya, bukan kelangsungan hidup pantainya. Kesian…

Juga ada Bukit Kaba. Kaba bukan Ka’bah di Mekkah. Dan entah kenapa ada kata bukit  tersemat di situ, padahal ini adalah sebuah Gunung. Berapi. Aktif. Dan mitosnya, karena udaranya yang amat dingin, tempat ini menjadi saksi bisu atas hilangnya setengah populasi perawan di kota Bengkulu. Gunung ini terletak di cool-zone propinsi. Sebagai negara tropis, tiap daerah di Indonesia selalu ada tempat model begini seperti Puncak di Bogor atau Batu di Malang atau Bandungan di Semarang. Saya senangnya menyebut daerah sejenis ini sebagai Cool-zone.

Bahkan, Soekarno juga menyumbang nama karena pernah diasingkan di sini. Bermula dari nama bengkel furnitur yang dibangunnya di Bengkulu, akhirnya nama bengkel tersebut jadi nama sebuah daerah: Suka Merindu. haissshhyaaah… picisan banget.

Di Bengkulu juga ada nama-nama daerah lain seperti: Bali, Semarang, Surabaya. Ada juga nama-nama praktis nan keren seperti Padang Harapan, Pagar Dewa, Tanah Patah, Sumur Meleleh, Ujung Bintang, Pondok Besi, Sungai Hitam, Pintu Batu, dll. Sepertinya si pembuat nama terlalu sering dicekoki film-film klenik kolosal.

.

  1. Benteng Marlborough

Benteng ini adalah salah satu situs terkenal yang ada di Bengkulu. Letaknya persis di pinggir pantai. Yang bangun orang Inggris. Yang pakai orang Belanda. Yang ngerusak orang Indonesia. Umurnya 300 tahun. Bentuknya seperti Kura-kura raksasa. Benteng ini selalu bersih dan terawat. Tempatnya asik, buat nongkrong juga buat pacaran. Di sini pusatnya muda-mudi Bengkulu bersatu. Full of entertainment and Traditional Food. Buat para pencari Jodoh, ini adalah salah satu spot terbagus untuk merubah takdir kalian. Bersegeralah.. Jodoh mungkin di tangan Tuhan, tapi kalau tidak diambil-ambil, tetap saja jodoh akan di tangan Tuhan.

.

  1. Peninggalan Bung Karno di Bengkulu

Dahulu, bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil nyamuk demam berdarah tertinggi di Indonesia. Kondisi inilah yang mungkin memberikan ide bagi para penjajah untuk mengasingkan banyak tokoh pejuang di tempat ini.

Salah satunya adalah Bung Karno. Playboy satu ini sempat merancang sebuah masjid berciri khas Jawa, Masjid Jami’ namaya. Masjid ini terlihat mencolok karena sangat berbeda dengan masjid kebanyakan di Kota Bengkulu. Masjid ini terletak tepat di tengah-tengah persimpangan paling sibuk di Bengkulu. Jadilah tempat ini salah satu tempat melatih konsentrasi paling tinggi di Kota Bengkulu.

Peninggalan Bung Karno lainnya adalah Rumah Pengasingannya yang berada tidak jauh dari pusat kota. Banyak barang Bung Karno yang masih terawat baik dan dipajang seperti museum. Beberapa foto dan bukunya juga tersimpan rapi di sini. Yang menarik adalah sebuah sumur yang terletak di belakang rumah. Air dari sumur ini menurut beberapa orang punya khasiat yang blablabla sama seperti gentong air di puncak Gunung Muria. Mitos yang beredar banyak di seluruh penjuru nusantara, air dengan sumber tidak jelas dengan khasiat blablabla.

Oya, di kota inilah Bung Karno cinlok dengan Ibu Fatmawati. Rumah Ibu Fatmawati juga di jadikan museum di pusat kota. Bedanya rumah ini berbentuk rumah adat panggung, dan sayangnya saya belum pernah masuk.

  1. Bunga Rafflesia Arnoldi

Fakta: Bunga ini memang berbau tidak sedap, tapi BUKAN bunga Bangkai. Beda. CATET. Bunga ini sering sekali tumbuh di jalan lintas Kepahiyang. Kepahiyang itu nama sebuah daerah yang penuh jalan berliku-liku layaknya kelok 9 di Sumbar. Waktu kecil, saya sangat tidak suka jika diajak ke daerah ini karena jalan yang berliku tersebut terus saja membuat saya mabuk darat dan muntah.

Makanya banyak bis dan mobil patas daerah ini sering menyediakan minyak angin dan kantong plastik. Jangan kaget juga kalau mobil yang melewati daerah ini mempunyai bekas seperti muntahan memenuhi beberapa spot di dekat jendela mobil.

Saya berasumsi bahwa istilah mabuk kepayang adalah sebuah istilah yang diciptakan di sini, karena daerah ini. Mungkin inilah juga alasan Bunga Rafflesia sering tumbuh di sini. Menurut sejarah, penemu bunga ini seorang botanist bernama Arnoldi. Dan kebetulan si Raffles adalah gubenur Bengkulu waktu itu. Jadi nama si Raffles tersemat di bunga ini kemungkinan hanya karena ia adalah pejabatnya, bukan penemunya.

Dan Faktanya, saya belum sekalipun menyentuh bahkan melihat secara langsung bunga ini. Menyedihkan memang. Padahal itu adalah sumber nama saya berasal. Saya jadi merasa seperti kacang yang lupa petaninya. Durhaka tingkat agrikultur. Ya maap…

.

  1. Festival Tabot

Di Bengkulu ada Festival tahunan yang bernama Tabot. Intinya sih peringatan ini dipersembahkan untuk meninggalnya cucunya nabi, Hussein, di Perang apalah lupa. Selain Bengkulu, Sumatera Barat juga punya festival yang sama. Bedanya, Festival ini di Bengkulu perlahan-lahan sudah meninggalkan embel-embel agamanya. Karena dirasa terlalu Syiah. Jadilah ini akhirnya murni festival budaya.

Selama 10 Hari masyarakat Bengkulu akan ditontonkan sebuah arak-arakan (bukan minuman arak) yang berkeliling di pusat kota. Acara ini hanya berlangsung dari sore hingga malam. Ramainya minta ampun. Satu kota menjadi riuh dan menyenangkan. Orang-orang ikhlas berjalan berkilo-kilo meter (motor dan angkot dilarang karena macet) untuk menikmati festival ini.

Sejarahnya, kalau saya tidak salah, tabot diadakan oleh 9 keluarga tabot yang diyakini merupakan para keturunan Hussein. Tabot sendiri berbentuk candi 2-5 meter yang terbuat dari kayu/papan/triplek yang dihias warna-warni menggunakan berbagai aksesoris. Semua Tabot akan dipamerkan dilapangan besar selama beberapa malam dengan di tambahkan dol (alat musik tradisional sejenis bedug besar) di atasnya.

Tabot ini akan diarak dari lapangan menuju ke kuburan yang entah makam siapa, di daerah bernama karballa (namanya sama seperti tempat Hussein gugur), setelah berdoa dan beberapa ritual, tabot diarak menuju pantai/laut dan akhirnya dibuang (jadi ingat si mantan).

Di lapangan inilah semua orang tumpah-ruah. Baik penjual makanan, pedagang baju, berbagai mamang, semua tukang, ada juga ditambahkan panggung untuk kompetisi musik tradisional dan lomba-lomba ikan-ikanan dan lainnya. Dan ingat, karena ini acara massal yang menuntut berjejalan, berdesakan, saling dempet dan berjalan dengan berjinjit-jinjit bertumpuk, hati-hati dengan dompet, sandal dan pacar.

.

Dan itulah sebagian tentang Bengkulu yang sebenarnya ingin saya tulis. Namun pihak editor punya keinginan sendiri yang membuat saya harus menulis tentang yang ingin pembaca dengar, bukan yang ingin saya katakan. Saya tidak menentang, saya membuat jalan keluar dengan menulis keduanya. Semoga maksud saya tersampaikan.

Btw, saya sekarang sedang melakukan balas dendam. Soekarno yang notabene adalah orang jawa, telah merebut orang Bengkulu sebagai pendampingnya. Kini saatnya saya membalas dendam sebagai orang Bengkulu yang akan merebut gadis Jawa. Hati-hati hei kalian gadis-gadis Jawa, ini adalah peringatan. Yang janda juga jangan merasa aman saja..

.

Untitled-1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: