Cerutu Disorder


Taufiq Ismail menyebutnya sebagai “Tuhan 9 centimeter”. Sedang Che Guevara mengandaikannya sebagai pendamping istirahat yang baik bagi prajurit soliter. Dan saya, menganggapnya sebagai penemuan terhebat setelah api dan roda..

Kebanyakan orang tak suka akan kehadirannya, baunya, asapnya, dan harganya. Saya termasuk spesies terakhir itu. Terlebih lagi kaum hawa. Bahkan ada yang dengan lantangnya menghubung-hubungkannya dengan penolakan cinta: “males ah, dia perokok”, “dia cakep, cuma perokok”, “nyari pacar tuh jangan yang perokok”… Saya sih santai saja, toh namanya pendapat memang harus subjektif.

 

Tulisan ini bukan pembelaan. Ini adalah bagian dari keseimbangan. Saya tidak akan menjabarkan betapa pentingnya rokok di negeri ini sebagai penyumbang devisa terbesar kedua, sumber penghidupan ribuan petani tembakau, pembangun industri nasional, atau sebagai salah satu produk perusahaan lokal yang mendunia.

Rokok sudah pasti berdampak negatif. Banyak peneliti sudah berbusa-busa menjelaskan akibatnya. Saya pun sudah kenyang mendengarkannya. Kami pun sudah di isolasi di banyak tempat dengan tulisan “dilarang anu” dan perda juga UU di berbagai daerah, instansi dan Universitas. Gambar-gambar tidak penting pun sudah banyak tertempel bersama tulisan-tulisan yang kami anggap sia-sia.

Masih ingat tragedi dilarangnya pergi ke Pulau Sempu? Lucunya, yang berkoar untuk melarang adalah yang sebagian besar sudah pernah ke sana. Kasus ini sama halnya dengan para perokok. Dengan sistem pembuktian terbalik, kegiatan merokok sebaiknya dihakimi setelah rokok dicoba. Sama seperti analogi cabe, seseorang harus tahu cabe itu pedas atau tidak dengan memakannya terlebih dahulu.

Bagaimana dengan hasil riset para ilmuwan? Banyak negatifnya itu betul. Tapi manusia hidup tidak hanya bermodal raga. Tubuh kita juga dilengkapi dengan jiwa. Salah satu bagian yang sering para ilmuwan lupakan. Para filsuf, sebagai kontra-ilmuwan, sudah lama hadir sejak filsafat pertama dibunyikan mengistimewakan keadaan jiwa manusia. Filsuf menjadikan jiwa sebagai bagian primer dari manusia dengan hasil akhir kebahagiaan.

Rokok sebagai budaya telah menjelma lama dalam keseharian masyarakat terlebih di Indonesia. Di Amerika kuno, suku Indian melambangkannya sebagai simbol perdamaian. Di benua hitam, khususnya para pemberontak, rokok menjadi lambang kebebasan. Karena itulah rokok banyak digunakan oleh para pemikir sejenis Soekarno, Castro, Pram, Kennedy, bahkan oleh Che yang seorang dokter.

Secara psikologis, rokok mampu membahagiakan penghisapnya lebih lama ketimbang intensitas penyakit yang ditimbulkannya. Perokok adalah para pemikir yang telah membuang tubuhnya untuk memaksimalkan jiwanya. Mereka tidak menyebutnya sebagai pengorbanan. Tapi pencarian. Maka dari itu, jangan heran ketika ada dua manusia yang hanya berdiam diri berjam-jam tanpa kata hanya bertemankan rokok.

Kondisi ini tentu saja tidak dialami semua perokok. Namanya juga pencarian, ada yang ketemu ada yang tidak. Keadaan jiwa masing-masing adalah bagian pentingnya. Seberapa dalam seorang individu mau menyelami keadaan jiwanya sendiri.

Tak perlu marah atau sakit hati. Kami suatu saat juga kami akan berhenti. Baik karena kesadaran diri, atau habisnya pencarian, atau bertemunya kebahagiaan, atau karena pemakaman. Ruang kami tidak sesempit duniawi. Batas kami adalah imajinasi. Meskipun kebahagiaan kami adalah halusinasi, tapi kami beli pakai uang sendiri… (puisi apalah ini… -__-).

Sudah ah, paket internet curian ini nanti ketauan orangnya.. Mumpung baru sahur, saya mau ibadah dulu. Jangan dibangunin…

.

Ada kalanya dalam hidupmu, kamu ingin sendiri saja bersama angin.
Lalu menceritakan semua rahasia rahasiamu, dan meneteskan air mata.
(Bung Karno, Ende-1933).

.

Dengerin tuh..

Dengerin tuh..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: