Mafia Pulsa


Dulu, di jaman sebelum presidennya Jokowi, ada salah seorang menteri yang dengan percaya dirinya menantang kelompok terbesar di negeri ini, yaitu para netizen dengan bertanya: “memang kalo internetnya kencang, mau buat apa???”.

Dengan hormat, Pak mantan menteri. Saya ini seorang mahasiswa tanpa pemasukan tetap yang tiap harinya harus memilih, hari ini uang saya dipakai untuk makan atau untuk ongkos berangkat ke kampus? Karena saya setiap ke kampus harus menaiki angkot sebanyak 4 kali. Ditambah jalan kaki sejauh 1 km.

Ketika BBM naik, ongkos angkot tanpa persetujuan Organda pun langsung naik dengan cepatnya selang satu hari setelah pemberitaan di TV-TV. Tapi, ketika harga BBM turun, jangankan ongkos angkotnya diturunkan, isunya pun tak pernah terdengar sampai sekarang. Seolah-olah mereka bersiul sambil pura-pura tidak tahu. Jadilah saya sebagai pelanggan tetap harus mengeluarkan ongkos 15 ribu sehari cuma untuk ongkos.

Pemasukan saya hanya dari hibah orang-orang iseng dan pekerjaan saya sebagai translator freelance juga sebagai tukang edit Thesis mahasiswa S2. Karena saya yang tersendat mobilitas, jadilah saya hanya mampu bekerja di rumah. Bisa saja sih cari pekerjaan di luar rumah, tapi menurut pengalaman saya, hal itu bisa mengganggu urusan akademik saya. Sedangkan ini kesempatan terakhir saya untuk menyelesaikan kuliah saya. Karena itulah saya hanya menerima pekerjaan di dalam rumah.

Baru-baru ini saya dapat pemasukan juga dari salah satu website di internet. Sayang, modem dan dompet saya tidak terlalu mendukung. Untuk membeli paket internet termurah pun saya harus mengorbankan uang makan beberapa hari. Setelah diisi pun, internet provider ini sinyalnya megap-megap layaknya ikan kekurangan air. Itupun sudah dilakukan di atas jam 12 malam dimana traffic internet seharusnya mampu mencapai klimaks.

Dan provider keparat ini bukannya memperbaiki kualitas sinyalnya, malah menambahmahalkan harga paket yang kualitasnya setara WC terminal itu. Tak dinyana, mahasiswa kere sejenis saya hanya bisa pasrah dan plonga-plongo atas kebijakan pelaku-pelaku bisnis maupun pemerintahannya sendiri.  Dan sepertinya, saya tidak sendiri. Ada ratusan atau mungkin ribuan manusia-manusia selevel saya yang menggantungkan hidupnya juga di internet.

Jadi Pak mantan menteri, untuk menjawab pertanyaan anda di atas, mungkin, bagi anda, internet yang cepat tidak ada gunanya secara umum di negara ini. Namun, jika seandainya internet bisa anda tambahkan kecepatannya sedikiiiiiiiiiiit saja, setidaknya anda bisa menyelamatkan satu entitas bernama Frans yang telah mengorbankan uang makannya berhari-hari untuk mendapatkan salah satu sumber pendapatannya dari internet yang digunakan untuk menutupi ongkos angkot yang kian mahal demi menuju kampusnya dalam hal menuntut ilmu dan InsyaAllah akan menerapkan seluruh hasil pengetahuannya untuk mencerdaskan kehidupan seluruh bangsa agar bisa MENGGANTIKAN ANDA.

Sekian dan Aura Kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: