Ketika Seni Bercampur Air


– Tolong ingatkan saya kalau tulisan di bawah ini mengandung salah, saya juga kurang paham siapa yang menghamilinya… –

 

Saya sedikit tercenung (tercenung itu semacam merenung tapi dengan pose keren) ketika sedang menonton sebuah acara nominasi di salah satu stasiun TV, acara penghargaan pada industri perfilman. “Aktor dan Artis terbaik..”, begitu kata Host-nya.

Seperti biasa, otak saya akan menyala nguing.. nguing.. kalo merasa ada yang tidak beres. Mirip alarm mobil murahan (yang kalo kesenggol dikit, bunyinya terus cuit-cuit bikin jengkel tetangga). Seingat yang otak saya bisa, pasangan dari aktor itu adalah aktris (actor & actress), bukan artis. Lidah orang Indonesia memang sering keseleo kalo sering ketemu fonem yang mirip. Jadi untuk kesalahan ucap, saya masih anggap maklum dan wajar saja layaknya kentut di pagi hari..

Tapi sering juga saya melihat, ketika ada publik figur yang terkenal diwawancarai di TV, selalu saja tertulis “artis” dibawah namanya. Juga sering ditulis di beberapa koran dan majalah. Padahal belum tentu ia seorang seniman.. (artis/artist=seniman, aktris/actress=pemeran wanita)

Oke, saya memang malas buka kamus KBBI yang menjadi kitab suci rujukan anak Sastra Indonesia itu. Jadi, saya mengartikan kata “seniman” ini seenak pantat saya saja, makanya di awal tulisan saya tuliskan CMIIW (correct me if i weird?).

Jadi, menurut pendapat Frans-si calon tukang parkir ini, seniman itu bukanlah sesosok Superhero yang berubah menjadi seni-man setelah terkena cipatran air seni. Tentu saja bukan! Jangan samakan dengan Bat-man atau Spider-man.. Seniman ada karena karyanya, anak kandung dari olah otaknya. Seniman adalah pabrik pencetak pemikirannya. Ada hasil yang terang-terangan bisa kita lihat, dengar, rasakan, contoh, inspirasi, tiru, manfaatkan dan bisa kita jilat (kalo karyanya berupa es krim).

Kerennya, seniman itu ada dan lahir dari jiwa-jiwa yang resah (ceilah bahasanya..). Jadi, gampangnya menurut otak saya, seseorang yang menghasilkan karya dan karyanya tersebut bisa dimanfaatkan oleh orang lain, maka ia sudah cum-laude sebagai seorang seniman. Jadi tidak hanya berproduksi, tapi juga bisa “berguna”.

Nah, publik figur-publik figur di TV kita ini sering sekali “di-artis-kan” oleh media-media. Ada yang terkenal gara-gara sensasi, langsung dianggap artis.. ada yang goyang sebentar di tv, jadi artis.. ada model yang sering masuk tv, jadi artis.. ada yang terkenal karena sering nyanyi lagu orang, jadi artis. Karyanya manaaaaaa???

Padahal kita sudah punya sebutan sendiri-sendiri untuk berbagai jenis profesi tersebut: entertainer, pelawak, model, penari, simpanan pejabat, musisi, aktor, aktris, ustadz artis (?), dll.

Tapi entah malas atau apa, media sering dengan gampangnya menyebut/menulis mereka sebagai artis meski sudah tahu profesi aslinya. Hanya modal sering diliput atau nebeng dengan publik figur lain, seseorang akan mudah dicap artis. Sedangkan definisi artis tentu saja harus berat, seperti yang saya sebut diatas: karya & guna.

Jadi, hati-hati dalam memakai istilah artis (art) atau aktris (act). Definisi keduanya beda. definisi tersebut bukan hanya merujuk kepada orang terkenal atau publik figur atau simpanan pejabat atau pelawak garing atau artis esek-esek atau ustadz musiman atau kiai sosial media atau host acara ambigu atau orang-orang yang keseringan disorot kamera. Tidak perlu terkenal tapi, berproduksi dan bermanfaat.. Begitu. Sip ya. deal?

***

Oya, juga jangan lupa, seniman itu terbagi dua menurut saya: Yang satu menghasilkan uang. Yang satu lagi menghasilkan harga diri. Yang terakhir saya sebut adalah sejati. Karena dengan seni ia menjadi abadi. Dihargai sampai mati. Karya yang mampu menjangkau hati. Dengan jiwa tetap membumi. Dan ilmu yang meniru padi. Sampai kita bertemu lagi. Setelah hari raya Idul Fitri. Saya akan menulis lagi…

 

Empat kali empat enam belas

Sempat tidak sempat mungkin saya malas..

.

Salam Saya,

Tukang Parkir Istana.

.

hayyoo looo..

hayyoo looo..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: