Ninja-Ninja Sumatra


Ada yang lucu terjadi beberapa hari ini tersebar di berbagai media baik sosial maupun nasional. Sebagai manusia penikmat mayawi (bersifat dunia maya), sudah barang tentu saya harus apdet masalah yang booming beginian.

Masalah lucunya adalah kebakaran hutan yang sedang terjadi di Sumatra. Ibaratkan saja kejadian ini seolah fenomena kentut. Kentut itu, bunyinya kencang mendebarkan, baunya busuk menyengat, semua orang terkena dampaknya, para korban mulai saling tunjuk mencari si tersangka, namun sial, berdasarkan pengalaman, sangat langka sekali orang mengaku sebagai pelaku.

Begitu juga perihal kebakaran ini. Ada yang menasehati, ada yang menyindir, ada yang diem, ada juga yang jadi ninja jalanan dengan memakai masker. Dan ini, ada saya rangkum beberapa lawakan tentang kebakaran:

 

  1. Istilah Kabut Asap

Banyak berita di televisi memakai istilah ini. Berdasarkan tingkat kecerdasan saya, (maap sebelumnya, blog saya memang bukan tulisan ilmiah, jadi kalau mencari data yang valid, empiris, dan objektif, berarti kalian salah tempat) idiom “kabut asap” ini merupakan sesuatu yang aneh menurut saya. Aneh karena kabut dan asap adalah 2 fenomena yang saling bertentangan. Seolah-olah kamu sedang pesan minuman es teh anget. Ga nyambung banget.

Kabut, biasanya terjadi di daerah-daerah pegunungan dan dataran tinggi. Kadang juga dipakai di tempat-tempat dengan temperatur rendah seperti kulkas atau hatinya mantan. Bisa dikatakan, kabut muncul karena dingin.

Sedangkan asap, lebih sering dipakai manakala terjadinya sebuah proses berubahnya sebuah zat bila terkena suhu tinggi. Asap kadang juga terjadi ketika naruto sedang melakukan beberapa jutsunya. Saya anggap, asap muncul dari panas.

Ada juga sih Asap di daerah dingin, seperti kencing di pagi hari atau ketika kita bernapas di daerah pegunungan. Tapi tetap saja asap tersebut muncul dari suhu badan yang muncul sebagai bentuk imun bagi adaptasi tubuh. Aklimatisasi istilahnya. Jadi sedikit aneh saja ketika dua kata yang saling musuhan ini dikawinkan. Emangnya pasangan cinta di FTV?

 

  1. Nasehat SBY

Masih ingat presiden kalian yang ini? Yang cuma bikin 5 album lagu selama 10 tahun karirnya (Sepuluh tahun itu bukan waktu yang sebentar, kawan. Banyak musisi menghilang bahkan sebelum membuat album! Dan Sby sanggup bertahan meskipun digempur boyband dan KPop.. eh, dia musisi kan?).

Ingat juga bahasa tubuhnya yang terinspirasi dari gerakan robot era 90’an itu. Juga senyumnya yang baik terjaga.. (aktingnya tak pernah mengharuskan dia tertawa, senyum pun ada batas-batas toleransi tertentu di bibir yang tak boleh dilewati demi menjaga imej). Muka datar tanpa ekspresi ini suatu hari harus kita ikutkan dalam lomba menahan tawa di TV-TV kebanyakan, dan semoga menang..

Beberapa hari yang lalu di media sosialnya, ia memberikan saran dan nasehat untuk pemerintah yang sekarang ini menyangkut kebakaran yang terjadi di Riau. Isinya saya tidak tahu, saya tidak pernah twitteran dan tidak lagi punya pesbuk. Saya cuma baca headline salah satu artikel berita di dunia maya. Tapi, saya tahu dia mengungkit masalah yang sama yang terjadi di zamannya 10 tahun yang lalu.

Ya, kebakaran hutan ini telah terjadi lama bahkan sebelum internet lahir ke dunia ini. Sayangnya, masalah ini justru hinggap ke dunia internasional saat SBY memimpin. Dan sekarang ia memberi nasehat? Waw sekali pak.. Kalo pepatah bilang tuh, mendulang air terpercik muka sendiri. Kalau kata pengomentar di internet: “10 tahun ngapain aja pak? Jualan pulsa?”

Menjamurnya pembakaran hutan di zaman sby terjadi sangatlah lancar abadi nan jaya. Jika kamu pernah ke Sumatra naik pesawat, lihat saja sendiri dari atas sana ribuan hektar tanahnya sudah disulap menjadi kerajaan kebun sawit. Jambi, Riau, Bengkulu, Palembang, Sumbar, Lampung dan di beberapa kepulauan.

Dan jangan lupa bahwa si anak, kangmas Ibas, juga punya ribuan hektar beserta pabrik sawit di Kalimantan sana. Hubungannya? Kebakaran hutan ini, setelah beritanya mereda, jangan heran bila 2 bulan kemudian akan berubah menjadi kebun sawit tepat di lokasi kebakaran ini.

Dan tanaman sawit, sodara-sodara.. adalah salah satu perusak tanah terbaik setelah tambang. Karena kabarnya, tanah yang setelah ditanami sawit akan sulit ditanami tanaman apapun.. Yang lebih lucu, Sby membela diri dengan keberhasilannya atas kemenangan laporan kasusnya di pengadilan 6 tahun lalu.

Jadi, ia dulu “menerima laporan” dari anak buahnya adanya kebakaran, terus ia gugat perusahaannya, 6 tahun kemudian baru ia dinyatakan menang. 300an milyar ia pikir cukup sebagai ganti rugi hektaran hutan rusak? Di medsos juga ia bangga bisa menangani kasus yang sekarang dengan cepat. Di masanya, ia cuma terima laporan dan menunggu lebih dari 6 tahun dan sekarang mencoba menasehati pemerintahan yang baru seumur bayi? Oh, perbandingan yang aduhai sekali.. Cermin, pak.. beli.

Dari 10 tahun pemerintahannya, prestasi terkait kebakaran di jaman sby mampu mengundang National Geographic dan Harrison Ford untuk bikin film di Indonesia tentang kebakaran ini.. Memang multitalenta bapak kita satu ini.. ih..ih..ih..

 

3.Sindiran  Singapura dan Malaysia

#terimakasihindonesia, kira-kira begitulah hastag yang sedang trend di negara tetangga sana. Duo mantan jajahan Inggris ini selalu saja kompak kalau berhubungan dengan Indonesia. Gara-garanya, asap dari Riau ternyata ingin go internasional. Tambah lagi, akan adanya perlehatan kelas dunia di singapura sana pada ajang balap F1. Malaysia yang juga dendam menahun ke Indonesia seperti mendapat momen yang pas untuk bersatu dalam membully.

Dikalangan orang Sumatra sendiri, bukan rahasia lagi bahwa beberapa bos pabrik perusahaan sawit berasal dari kedua negara tersebut. Bukan hanya minyak, ikan, TKI, seni, dan pulau yang ingin direbut, tapi juga tanah.

Tutorialnya begini, bayar tanah untuk ditanami sawit ke pemda yang korup, bakar hutannya dimusim panas, dirikan pabrik dengan iming-iming menambah lahan kerja penduduk sekitar, tanami sawit dengan pekerja murah dari budak lokal, nunggu panen beberapa tahun, ambil hasilnya, buat minyak dan jual lagi ke Indonesia dengan harga tinggi, tinggalkan tanah yang telah hancur unsur haranya, putar lagi uangnya untuk digunakan di Kalimantan. Dst.. dst..

***

Belajar dari kasus timah di Riau dan Babel, hendaknya kita sadar kenikmatan sesaat itu membawa neraka bagi sekitar. Pemerintah juga Universitas semacam IPB sebaiknya segera mencari solusi masalah ini. Jangan tanya saya. Saya cuma mahasiswa sastra yang belajar kritik dan cinta. Bukan tentang tanah dan kepentingan negara. Ada baiknya ini disegerakan karena semakin lama dibiarkan lahan sawit ini akan semakin luas dan tanah yang tak bisa ditanami lagi secara permanen akan meluas.

Jangan suruh rakyat memecahkan masalahnya sendiri, mereka hanya belajar untuk hidup, tidak mengerti masalah politik bisnis dan perkara pidana. Cukuplah bagi mereka bisa makan dan sedikit menabung. Lagipula kita tidak ingin petani bergerak seperti di Bolivia dulu kan?

***

Ada yang menarik dari kejadian ini. Hutan Indonesia, sebagai salah satu paru-paru terbesar dunia merupakan penyedia oksigen ‘gratis’ bagi para negara-negara industri yang tengah mengembangkan pabrik dan gedung tinggi ketimbangan hutan. Dengan kata lain, hutan Indonesia merupakan penyeimbang di antara derasnya arus pembangunan yang terjadi di seluruh dunia. Dikasih oksigen gratis nggak terima kasih. Dikasih asap, cengeng..

Analoginya, negara industri yang merokok, Indonesia yang bayar uang berobat. Ketika uang habis, Indonesia kena omel, seperti bawang putih yang disiksa Ibu tiri..

Belum lagi begitu banyaknya kawasan yang dijadikan suaka alam, margasatwa, hutan lindung, taman nasional, dan berbagai kawasan perlindungan alam lain yang membatasi pergerakan nafsu manusia. Hal ini dimanfaatkan negara lain dengan melakukan pembangunan gila-gilaan di negaranya sendiri. Ibaratnya, Indonesia “dipaksa” merawat hutannya demi kepentingan negara lain, secara gratis, atas nama paru-paru dunia. Adil? Tak ada keadilan di menu kapitalis, tuan..

NB: Malaysia dan Singapura, #samasama.
.
image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: