Tabrak Qurban Lari


Menjelang H-3 Idul Adha, saya yang kali ini berperan sebagai peramal amatir, akan mencoba membeberkan sedikit masa depan akan berita-berita yang akan disajikan televisi nanti.

Bukan…, bukan karena berita-berita ini rutin terdengar seperti-siaran ulang-tiap tahun-yang-sampai-bikin-muak-karena-selalu-saja-sama tiap ada Idul Adha, tapi karena saya memang peramal hebat berpotensi yang suatu hari kelak akan menjadi tumpuan negara ini..

***

– Biasanya berita dimulai pada H-1, dimana ada beberapa umat Islam beda aliran yang mencuri start terlebih dahulu dalam memulai sholat Ied. Saya ramalkan berita ini akan mengekspose beberapa aliran yang akan membeberkan alasannya. Mulai dari pencarian hilal yang terus-terusan hilang, keyakinan yang sudah turunan, atau Imamnya telah mendapat petunjuk pada malam sebelumnya.

Kalo stasiun TV-nya sedang bersemangat, biasanya akan segera dihadirkan seorang pemuka agama terkenal untuk dimintai pendapat terkait perbedaan hari pelaksanaan ini, biasa, dibumbui teleconference. Dan jangan lupa, akan ada acara begini: Pemirsa inilah… “7 aliran berbeda di Indonesia yang melaksanakan Idul Adha” ala on the spot

 

– Ramalan selanjutnya adalah tepat di hari H-nya. Tentang berita Sholat Ied negara seperti biasa. Dimana Masjid Istiqlal sebagai setting tempat permanen, dengan posisi peserta: semakin tinggi jabatan, semakin depan saf yang didapat. Entah kenapa susunannya selalu seperti ini. Presiden tepat di belakang Imam, tepat di spot kamera terbaik. Ketua partai dan ketua DPR-MPR di samping mendampingi. Kemudian berderet jendral dan mantan presiden juga menteri-menteri. Pose lawas yang cuma ganti pemeran..

Seingat saya dulu ketika mendengarkan ceramah KH. Zainuddin MZ di dalam khutbah salah satu kaset tape, tidak peduli jabatan atau muka, siapa duluan, saf terdepan adalah hak nya… Ah, saya negative thinking lagi..

 

– Sorenya bagian berita tidak penting mulai muncul, berita tentang Qurban. Mulai dari Sapi jenis apa yang di qurbankan presiden? Berapa kilo beratnya? Berapa ekor? Oh.. Sapi Lokal, Oh.. umurnya 5 tahun. Oh .. Bisa baca tulis?

Lalu diikuti pertanyaan sama namun beda pejabat. Arau kadang publik figur terkenal. Didatengin rumahnya, diwawancara, ditanya beli dimana, dll. Giliran ditanya sejarahnya qurban pada diem. Niatnya pun tidak tau. “Udah tiap tahun”, jawabnya. Beh!

 

– Lalu yang paling bikin kesal, berita tentang orang-orang tidak mampu yang ikut berqurban.  Misalnya: “seorang pemulung berqurban seekor sapi”, “Pengemis qurban kambing setelah menabung setahun”, “Si Frans jangan qurban perasaan mulu, sekali-kali kambinglah..”, “Seorang anak rela jualan pulsa demi ikut qurban”, “Seorang pengemudi GO-Jek tertabrak kambing qurban yang lepas”, dan blablabla…

Kenapa harus ada embel-embel “perendah” yang mendampingi. Dulu juga ada berita begini: “Seorang Mahasiswi Cantik Rela Jadi OB Demi Kuliah”. Ga penting banget. Kenapa harus ada kata Cantik? Sebagai penyeimbang Kata “OB” yang mungkin diartikan hina? Media kita sering sekali menjatuhkan martabat orang dengan melakukan perbandingan tidak bermutu..

Ada lagi: “Seorang anak tukang becak lulus kuliah Cum Laude”. Kenapa harus pakai tukang becak? Anggapan tukang becak “rendah”? Kenapa harus Ironi? Kenapa lulus duluan tidak nungguin saya? Ah, wanita memang hatinya susah setia…

Mungkin gara-gara standar hidup kita mulai meninggi. Seseorang yang dianggap rendah, yang mampu melakukan hal yang tidak mungkin menurut orang yang lebih tinggi, karena dirasa hanya bisa dilakukan orang-orang eksklusif.

Bahasa sederhananya, ada makna “meremehkan” disana. Ditempat yang media yakini ada didalam tiap benak manusia di negeri ini.. Media yakin bahwa para penonton mereka sadar bahwa manusia Indonesia itu hanya menilai dari luar. Makanya media sering sekali menyandingkan kata dari sisi yang dianggap rendah dengan sesuatu perbuatan yang tinggi.

OB – Mahasiswa cantik, Anak tukang becak – Cumlaude, Pengemis – Qurban, Tukang Siomay – Haji, dll. Perendahan martabat terselubung kalau saya bilang. Entah apa istilahnya di dalam dunia jurnalis. Tapi meremehkan manusia dari satu sisi ini benar-benar bikin saya kesal.. hah!

 

– Dan yang paling miris adalah, berita dimana para penerima wajib daging qurban yang berbalut saling desak, terhimpit, terinjak-injak, pingsan, menerobos pagar mesjid, membawa anak kecil, meraung-raung, memelas, dan berebutan dalam antrian. Mental pejuang membuat para pengharap daging ini tak kenal lelah 3 jam non-stop teriak-teriak memelas sambil membawa anak dan terhimpit diantara ketiak yang keringatan. Walaupun kita tahu dagingnya bakal dijual lagi, tapi kesian juga liat berita begini..

Tragedi ini selalu saja sama ketika menyangkut antrian. Mulai dari pembagian daging, pembagian kupon, pembagian THR, pembagian zakat, pembagian bantuan, juga pembagian sembako. Entah salah panitianya, entah salah perebutnya. Seolah kejadian pasti tahunan ini belum menemukan solusinya. Kenapa tidak disuruh duduk teratur dan panitianya saja yang membagikan? Kenapa tidak dibagikan dilapangan terbuka? Kenapa tidak menggunakan sistem jemput bola? Kenapa Revalina kok tau-tau sudah hamil?

Ini bukan lagi tragedi, tetapi fenomena. Berita pilu yang selalu akan terjadi. Kejadian yang sudah pasti terjadi tanpa tau pencegahannya. Miris.

 

– Berita lain biasanya dari media lain. Kebanyakan media sosial akan penuh dengan pornografi kuliner, dimana orang-orang sibuk melakukan pameran makanan hasil qurban. Meme dan tulisan lucu tentang qurban juga akan berseliweran selama seminggu. TV juga akan memberikan tips-tips memasak daging yang baik. Dan beberapa mulai menyiarkan hukum qurban beserta ayat-ayat dengan host yang bergaya seislami mungkin. Demi apa? RATING.
Ting.. ting.. ting.. kemana.. kemana.. kemana.. hikmahnya…

.

tv

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: