#prayfordompet


Prayfordompet adalah salah satu bentuk sosio-kritik saya terhadap warga dunia akhir-akhir ini. Kenapa sosio kritik? Itu supaya saya kelihatan keren saja. Makanya pakai bahasa tinggi begitu… haha.

Sejak munculnya simbol tagar di twitter, semua manusia maya di dunia ini seolah mendapat media curahan dalam berbagi simpati terutama melalui #prayforanu, #prayforini, #prayforitu dan lain sebagainya.

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Hampir semua orang berdoa untuk peristiwa terorisme di Paris melalui simbol tagar tersebut. Simpati berdatangan dari seluruh penjuru termasuk si negara latah, Indonesia-Raya-yang-ngakunya-sudah-merdeka.
Dasar korban kekinian… ce-ka-ce-ka-ce-ce-ka (ckckckckc).

Kemudian peristiwa ini berbuntut menjadikan manusia Indonesia menjadi 2 golongan. Golongan pertama biasanya anak kekinian yang mengabdikan dirinya untuk eksistensi. Semua yang melanda khalayak ramai harus segera diketahui bentuknya. Tanpa ba-bi-bu  harus ikut arus, kudu apdet pokoknya. Supaya orang lain tau bahwa dirinya adalah bagian dari demokrasi sebagai mayoritas. Golongan penyembah charger..

Sebagian lainnya, yang merasa anti-mainstream, menolak eksistensi akan tagar tersebut. Golongan ini menghubung-hubungkan dengan solidaritas pilih kasih, dimana untuk korban perang palestina dan beberapa negara timur tengah lainnya dunia seolah cuek saja. Giliran paris yang korbannya ‘cuma’ ratuuusaaaan (iklan Tango lewat), orang-orang malah nangis rame-rame. Belum lagi masih disudutkannya Islam melalui ISIS di mata Barat. Golongan ini lebih memilih tagar #prayforworld.

Biasanya golongan terakhir ini akan mempersembahkan data, fakta, analisa, foto, dan berbagai tulisan yang mendukung teori mereka untuk tetap bersikukuh menggunakan tagar pilihannya.

Orang-orang ini seperti ingin mempropaganda orang lain agar mengikuti jejak mereka, karena mereka punya data dan fakta, mereka merasa benar dan seolah diatas angin.

Tidak jelas siapa yang mereka salahkan. Apakah terorisnya atau pemakai tagar pray for parisnya atau tukang bakso depan rumah. Dasar anti-mainstream amatiran..

Sebenarnya, apa yang dilakukan ke 2 golongan ini tidaklah salah. Bersimpati antar sesama manusia memang baik. Yang bikin malas, bersimpatinya itu demi eksistensi . Entah beneran didoakan atau cuma ehem-ehem..
Tapi kadang saya suka risih, kenapa kita bersimpati hanya ketika timbul korban?

Dan saya seperti biasa, tidak memilih hitam atau putih. Tapi saya bikin warna sendiri. Saya malah bikin #prayfordompet. Itu saya buat sebagai sindiran kepada kedua golongan diatas.

Secara tersirat, ‘dompet’ saya maknakan sebagai hidup perindividu, manusia secara perorangan. Saya ingin balik menyentil orang-orang Indonesia bahwa kita ini manusia yang terlalu visioner. Manusia yang terlalu jauh memandang ke depan. Sampai-sampai yang di dekat terlupakan..

Tak perlu jauh-jauh memikirkan hajat hidup orang-orang Eropa ataupun Timur Tengah nun jauh di padang pasir sana. Pikirkan diri sendiri dulu saja lebih baik.

Pikirkan diri kita yang telah terkontaminasi kebijakan busuk birokrat tai kucing yang berada di gedung mewah sana. Pikirkan diri kita hari ini adalah akibat dari putusan-putusan orang-orang berdasi yang bercinta dengan artis TV di hotel berbintang sana.

Kita yang pengangguran, miskin, kuliah tidak lulus-lulus, merangkak mengemis ke orang tua, ngutang sana-sini, memelas hanya untuk nilai, menjilat kepada yang lebih berkuasa, menyaksikan kebobrokan acara televisi, menelan asap gratisan, ataupun individu yang mengeluh tanpa akhir. Semua adalah buah dari kebijakan yang dihasilkan orang-orang yang mengaku wakil bangsa itu.

Seperti sebuah puisi yang dituliskan diatas sebuah makam di Inggris, tentang merubah dunia haruslah merubah diri sendiri dahulu. Tak perlulah melihat kuman diseberang jika ada gajah di depan mata..

Jika memang diri sendiri baik-baik saja, bolehlah itu baru memikirkan orang-orang disekitar. Keluarga, teman, pacar, sodara, Ariel Tatum, Olla Ramlan, ataupun dik Nabilah. Aura Kasih ga usah dipikirin. Itu tugas saya..

Kalaupun mereka sudah baik-baik saja hingga tidak perlu dipikirkan lagi, kita punya negara dan persoalannya yang bertumpuk untuk dipikirkan. Kita punya pedagang kecil yang harus dipikirkan di 2016 nanti ketika perdagangan bebas dibuka dan mereka harus bersaing dengan pedagang luar negeri.

Kita punya generasi mendatang yang harus dipikirkan dalam menghadapi dunia pendidikan dengan basis kurikulum labil dan dengan para pengajar yang semakin ala kadarnya.

Kita punya penduduk di perbatasan negara yang harus dipikirkan kegundahan hati mereka untuk berpindah negara karena sudah tidak ada lagi yang memperhatikan nasib mereka.

Kita punya Papua dengan masalah yang sudah berkaratnya, negeri kaya tapi penduduknya mayoritas miskin tak berpakaian.

Kita punya veteran perang yang harus diperhatikan, atlet-atlet kelas dunia yang terlantar setelah ‘tak terpakai’, olahraga yang minim prestasi, makin banyaknya perusahaan asing yang berdiri, guru yang masih saja tak digaji, polisi-polisi korup, skripsinya Frans, Pariwisata Daerah, nelayan, penambang, buruh, PSK, aktivis, tukang sol, dan PLN. Serta jutaan masalah lainnya yang seharusnya sudah dipikirkan sejak niat mewakili rakyat itu sudah tertanam.

Memang, ini terkesan egois. Tapi jika konteksnya untuk menolong, walaupun sekedar simpati, untuk menolong orang lain kita harus memastikan diri selamat terlebih dahulu. Ibarat ingin menolong orang tenggelam, pastikan dulu diri bisa berenang dan tidak ikut tenggelam.

Ah, atau mungkin saya ini terlalu naif.. Padahal saya bukan penggemar musik retro.. Memang sebaiknya saya tidur saja tadi daripada nulis beginian…

Jangan tanyakan tulisan saya ini benar atau salah. Karena sudah jelas, saya ini adalah seorang lelaki. Dan lelaki selalu saja salah. Selalu salah… Selalu.

***

NB: Tulisan diatas cuma basa-basi. Saya benar-benar sedang berdoa demi dompet. 3 hari sudah beli rokoknya batangan terus.. Kasihani baim ya kawan-kawan…
.
.
image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: