Front Pembela Perokok


Salam Djarum!

Kerabat Djarum Super mania semuamuanya, ada hal menarik yang kepikiran hari ini terkait ranah perokokan dunia. Bukan maksud mau membuat alibi atas kecenderungan saya merokok sih, cuma penasaran aja. Tadi pagi saya dikejutkan oleh si otak yang tiba-tiba mau aja mikir kok banyak orang-orang hebat banyak juga yang merokok. Tentu saja pertanyaan ini tidak lantas terjawab dengan, “sudah takdir, mas..”.

Takdir cangkem mu kotak!

Kalau boleh berargumen, saya mau membenarkan atas adanya hubungan antara rokok dengan inspirasi. Dan tentu tidak butuh undang-undang khusus gender untuk membenarkan hubungan keduanya. Sebenarnya tidak langsung sih, cuma membantu menemani ketika otak sedang mencari-cari  dalam kegiatan bermenung diri. Karena memang, seorang pemikir butuh lebih banyak waktu untuk diam dan berpikir ketimbang ngocehnya. Nah, daripada bermenung-menung bengong layaknya batu dan dihinggapi setan nyasar, beberapa orang malah memilih rokok sebagai teman.

Iya, saya sedang memikirkan Pram, Kennedy, Chairil, Sanji, Mao Tse Tung, Sudirman, Stalin, Kurt Cobain, Sukarno, bahkan Che Guevara yang seorang dokter. Orang-orang ini bukan hanya pandai berkata-kata (iya, kata lain dari gombal), tapi juga mencipta dan berkarya. Terlebih dalam hal menulis dan membuahkan ide.

Yah, walaupun referensi kedokteran saya kurang, tapi dari penelitian tentang rokok di suatu waktu dulu (malas googling), tembakau memang mengandung zat yang bikin rileks dan menenangkan. Dua keadaan inilah yang teramat penting bagi seorang yang senang memulung imajinasi di dunia otaknya.

Ketenangan dalam berpikir adalah koentji !

Dan bagi seorang mahasiswa sastra yang wajib menelurkan sebuah karya, tentu saya sedikit paham mengenai nano-nanonya menghasilkan karya. Baik pujangga, filsuf, maupun ahli strategi bahkan seorang atlet pun membutuhkan keadaan tenang dan rileks. Karena keadaan tersebutlah yang membawa manusia kembali ke khittahnya sebagai mahkluk yang berpikir. Berpikirlah walau absurd. Karena dunia selalu butuh pemandangan baru..

Juga, kegiatan menghisap dan menghembuskan nafas ini secara manusiawi memang sering kita jumpai ketika seorang manusia sedang dalam keadaan ingin melepaskan beban, pasrah, dan menerima keadaan secara ikhlas dan berlapang dada. Kalo kata anak gaul, tulisannya jadi gini: “huuufft”. Sedang perokok melakukan kegiatan tersebut dengan tambahan sedikit asap biar backgroundnya bisa lebih didramatisir.. hehe.

Kalau memang kegiatan merokok ini harus dibarter nyawa, kami pun rela asal mati dengan pikiran tenang. Asalkan ide-ide dan inpirasi akan hadir. Asalkan Imajinasi kami tak terbendung dengannya. Karena kami juga pecinta hidup yang telah memilih jalan yang agak berbeda..

Kamu tidak setuju? Saya tidak peduli.. haha!

 

 

“Saya percaya bahwa merokok memiliki kontribusi akan suatu perdamaian dan keakraban.” (Albert Einstein – Tukang Fisika, sudah tenang duluan)

.

df

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: