Debatorial


Saya sebenarnya bukanlah orang yang cocok untuk diajak berdebat. Berdiskusi masih mungkin, tapi untuk berdebat, saya angkat jemuran deh. Karena sesungguhnya, kemerdekaan itu ialah hak… produk manusia setipe saya ini termasuk ke dalam golongan spesimen telmi yang sulit sekali mencerna secara spontan.

Saya selalu saja bermasalah dengan bagaimana cara penyampaian yang benar atas apa yang saya pikirkan. Tentu hal ini dikarenakan otak dan mulut saya sedikit kurang sinkron dan sulit sekali berkoordinasi. Ketika pemikiran saya sudah menjangkau bidadari di atas awan sana, mulut saya malah sibuk membicarakan cacing yang ada di dalam tanah.

Hal ini tentu akan menyulitkan ketika saya harus berdebat masalah-masalah serius nan sensitif. Karena ketika sebuah perdebatan sudah terjadi, akan sangat sulit untuk meralat atas perkataan yang sudah terucap. Dan yang paling menakutkan, ketika lawan debat menggunaan kesalahan tersebut untuk membantah pendapat yang telah terucap sebelumnya. Skak mat.

Untuk itulah terkadang saya lebih memilih diam ketika sebuah perdebatan tengah berlangsung. Baik debat-debat santai sekedar di warung kopi, maupun debat-debat serius di civitas kampus dan ruang-ruang kuliah. Saya lebih memilih menjadi pengamat dengan sedikit sunggingan senyum ramah ke kedua belah pihak yang sedang berdebat sambil menyalahkan pendapat mereka berdua di dalam hati.

Namun, yang paling saya tidak sukai dalam sebuah perdebatan adalah ketika mereka saling menjatuhkan lawan dengan menyalahkan pendapat lawan ketimbang memperkuat pendapatnya sendiri. Berdebat menjadi tidak asik ketika salah satu pihak mulai sok tahu dan mulai muncul sebentuk sunggingan senyum meremehkan yang muncul. Ketika hal ini terjadi, intisari perdebatan yang seharusnya mencari kebenaran akan berubah bentuk menjadi hanya mencari pembenaran.

Karena itulah, sebuah perdebatan haruslah dilakukan dengan lapang dada, keikhlasan, dan kejujuran. Juga tidak lupa wawasan luas yang menjadi dasarnya, agar tidak menjadi sekedar debat kusir. Sedangkan saya, tetap dengan pendirian sebagai kritikus. Persetan dengan debat, semuanya tetap salah pokoknya.. haha..

.

rokok

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: