Teruntuk Yang Bertahan Menahan


Berbicara bulan puasa, secara rutin kita akan dihidangkan berita-berita dengan tema tahunan semacam penggrebekan hotel, kontroversi penutupan warung-warung pinggir jalan, sidang ishbat yang lagi-lagi mencari hilal, gerilya badan POM ke pasar-pasar tradisional, naiknya harga-harga, kekacauan pembagian zakat, bedanya jadwal NU-Muhammadiyah serta pencemaran makanan oleh zat kimia. Seputaran ituuuu saja, setiap tahun, dari jaman dinosaurus masih pakai popok.

Mulai dari POLRI, TNI, Ormas-ormas lucu, partai politik, Badan POM, Satpol PP dan para pengemis pun jadi lebih banyak disorot kamera, ketimbang pesohor-pesohor tipi yang tiba-tiba terkena sindrom ingin-berganti-kulit-karena-ini-bulan-ramadhan. Lantas, kasus-kasus diatas biasanya diselesaikan dengan satu kalimat penutup yang cukup khidmat, seperti: “untuk menghormati bulan puasa…”. itu bulan puasa apa bendera?

Kesampingkan membahas THR dan mudik karena saya sudah tidak merasakan keduanya lagi.

Inilah bulan dimana volume adzan akan menjadi lebih besar daripada 11 bulan lainnya. Primadona adzan maghrib yang seolah-olah penantian kekasih yang tak kunjung datang selama bertahun-tahun. Di bulan inilah juga masjid-masjid jadi punya penghuni tetap. Bulan istimewa yang juga memaklumkan manusia-manusia bernapas naga.. HAH!!

Oh, jangan lupakan makanan dan minuman khasnya bulan puasa. Tentu saja bersama kemacetan yang dibuat karena penjualnya selalu tak disediakan lapak khusus.

Dan, misteri terjadinya perbaikan jalan raya di setiap hari-hari menjelang Hari Raya. Di seluruh Indonesia. Setiap Tahun. Dengan kondisi tak pernah terselesaikan sesuai deadline.

Kemudian, fenomena mudik yang tetap saja ramai dan penuh huru-hara meskipun menteri perhubungan selalu saja menginfokan tiket transportasi yang selalu saja habis sebelum waktunya.

Hmmm, terus ada juga tragedi zakat yang termasyur. Acara bergenre drama ini meskipun tidak mempunyai plot twist, namun tetap saja lebih menyedihkan daripada nonton drama Korea.

Lalu jangan lupa, ada (selalu ada) ustadz-ustadz yang sepertinya pintar bermain sulap karena kehadirannya yang bisa tiba-tiba muncul entah darimana datangnya. Berbeda dengan negara muslim lainnya, gelar ustadz di Indonesia tidak terlalu sulit untuk didapatkan. Karena itulah produksi ustadz kita begitu signifikan beberapa tahun belakangan.

***

Bulan puasa menjadi suci bukan karena ramadhannya. Bukan juga karena masjid-masjid yang menjadi penuh. Bulan ini suci karena manusianya. Karena kekuatannya dalam menahan serta mengendalikan nafsu. Manusia menyucikan bulan ini dengan perbuatannya. Dengan sikapnya. Dengan pikiran. Bukan dengan jasmaninya, atau penglihatannya, ataupun penciumannya.

Kesucian tidak menular. Jadi kita sendirilah yang mengusahakannya. Begitupun dengan kotor. Baik buruk pikiran tergantung diri sendiri, berhentilah menyalahkan orang lain apalagi warung makan. Kalau dengan nafsu yang berbentuk rumah makan saja bisa kalah, bagaimana mau mengimani sang maha yang besarnya tak terhingga?

Nah, itu dulu laporan saya mengenai tradisi puasa di Indonesia baru-baru ini. Banyak yang memang sudah terjadi berdekade lalu. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada hingga beberapa dekade ke depan.

Saya hanya memberi gambaran garis besarnya saja, dengan sedikit penjelasan. Jadi maaf saja jika ada yang salah tafsir ataupun kurang paham dengan silogisme sedangkan negeri ini penuh dengan manusia-manusia bersumbu pendeknya.

Saya mau mengatur jadwal ibadah dulu, biar ketika bangun bisa langsung buka. Oh, dan satu lagi. Tolong kepada KPI ataupun stasiun radio seluruh Indonesia, adzan maghribnya tolong dibedakan bunyinya sama adzan yang lain, agar fungsinya mengurangi kejadian-kejadian yang mengenakkan.. :p
.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: