Buku Lagi


Entah kerasukan apa saya 3 hari ini tiba-tiba jadi membaca buku: Sejarah Indonesia Modern dari M.C. Ricklefs. Seingat saya, buku ini telah ikut sejak saya kuliah di Semarang. Hingga saya bawa ke Padang tanpa pernah saya buka satu kali pun.

Asal muasalnya juga kurang pasti, sepertinya buku ini hasil rampokan kakak saya di perpustakaan milik kampusnya. Karena saya tahu, Buku dengan tulisan “Milik Negara, Tidak Diperdagangkan” adalah jenis buku yang hanya beredar di tempat bernama perpustakaan dan instansi pemerintah. Dan buku-buku semacam ini memang harus dicuri untuk mendapatkan ilmunya. Ternyata memang bukan cuma saya aib di dalam keluarga ini..

Buku ini bertahun-tahun mematung di rumah hingga saya kepikiran saja untuk dibawa ke Semarang dengan harapan, anak-anak kos akan kagum dengan ketebalan buku yang saya baca. Karena sesungguhnya, buku-buku tebal yang saya miliki itu cuma 5 biji. Dan tiga diantaranya adalah kamus. Jadi harap maklum, namanya juga anak sastra, butuh sedikit pencitraan atas buku-buku yang dimiliki.

Sebenarnya, saya suka pelajaran sejarah. Bahkan, saya lebih menyukai buku sejarah ketimbang buku trik ampuh lulus TOEFL. Yah walaupun buku-buku sejarah yang saya punya lebih banyak yang ala-ala on the spot ketimbang buku sejarah ilmiah. Maka, wajar saja buku Sejarah Indonesia yang tebal sangat itu tak pernah saya lirik sedikitpun isinya.

Pernah sekali saya beli buku sejarah yang ilmiah karya J. Joseph Stockdale: Sejarah Tanah Jawa. Sayang terjemahannya yang masih sekelas Google Translate malah bikin kepala saya KO hingga trauma membaca buku-buku terjemahan.
***

Sebelum  puasa kemaren, sebuah buku dari Seno Gumira A, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara, baru sempat saya baca. Dari tanggal beli yang selalu saya tulis di halaman depan buku-buku saya, tercetak  tahun 2008. Artinya sudah 8 tahun sudah buku ini mangkrak dengan tenang di kamar saya.

Di buku ini Seno lebih banyak menceritakan tragedi Timor-timur di jaman Orba dengan sudut pandangnya sebagai wartawan dan sastrawan.

Karena bukunya tipis, sedangkan saya jadi tambah penasaran dengan peristiwa tersebut, maka saya bongkar semua buku-buku sejarah Indonesia yang saya miliki. Maka ketemulah buku Sejarah Indonesia Modern seperti yang saya ceritakan di atas. Buku ini bisa dikatakan lengkap dengan sudut pandang yang netral mengingat banyaknya konflik dan versi dari setiap peristiwa di negara ini.

Karena terjemahannya lumayan bagus dan informasinya yang berlimpah, jadi saja saya tumben membaca buku ilmiah 500 halaman seantusias membaca komik yang memang sangat jarang saya lakukan.

Padahal, sebelumnya saya cuma ingin mencari tahu peristiwa Timor-timur saja. Tapi buku ini membuat pembacanya mau tidak mau harus mulai dari halaman pertama karena konflik sebab-akibat yang mendasari sebuah peristiwa selalu ditulis berhubungan dengan peristiwa di belakangnya. Akhirnya, dengan terpaksa, dari yang cuma ingin tahu sejarah pasca kemerdekaan, dengan malas saya mulai membaca dari awal masuknya Islam ke Indonesia. Dan hari ini, saya baru memasuki bab masuknya VOC. Siwalan tenan
***

Dengan adanya buku tebal ini, saya lumayan santai bisa menghadapi hari-hari berpuasa yang memang tidak ngapa-ngapain. Saya sedikit menyesal, karena ternyata saya memiliki sebuah buku (secara teknis sih, masih milik negara) yang bagus tapi baru sempat terbaca sekarang.

Saya curiga jangan-jangan karena ini bulan puasa maka sisi positif saya bermunculan hingga saya mau saja membaca buku ilmiah tebal lagi membosankan. Jika benar, apakah ini saatnya saya menuntaskan buku-buku Nietzsche dan buku-buku filsafat lainnya? Psikologi Adler? Novel Putu Wijaya? Apakah benar puasa dapat membuat pikiran saya kembali cling dan penuh kebijaksanaan? Apakah ini waktu yang ditunggu-tunggu otak saya untuk membereskan hal-hal sejenis skripsi? Kita tunggu saja 3 hari kedepan, pemirsah…

Semoga otak saya ini, sesuai dengan label SNI nya….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: