A Night Writer


Saya kira, setujulah anda-anda semua seharusnya jika saya berargumen bahwa panggung utama sebuah malam adalah kesunyiannya..

Sebagai salah seorang insomniator terbaik di negeri ini, saya memuja malam layaknya idola sejati. Saya menunggunya, mengharapnya,  dimanapun, setiap hari, tak pernah bosan, bagai seorang pria yang menunggu kata maaf dari sang wanita.

Yang saya tunggu dari malam justru ketiadaan akan apa-apanya. Kosong, yang lantas bisa diisi dengan apa saja. Beberapa orang akan menyebutnya sebagai begadang, termasuk si Pak Haji. Ibarat penganut Buddha, saya sedang ingin menuju ketentraman jiwa sebagai bentuk tertinggi pencapaian seorang manusia.

Tentu saja banyak yang tak sepaham dengan argumen saya di atas, tapi apa boleh buat, saya penganut mahzab Bodo Amat. Kecuali Jessica Alba yang protes, itu baru masalah besar buat saya.

Sehubung dengan kesunyian malam, elok nian jika diri ini mampu menghabiskan semalaman untuk menulis. Menulis apa saja. Dengan lingkungan yang selayaknya pasar, tentu maklum jika saya mampu mencapai konsentrasi maksimal saya saat sekeliling menjadi hening dan tanpa bunyi jangkrik sekalipun.
Benarlah itu bagi saya untuk sekedar menulis status di BBM pun butuh konsentrasi dan ketenangan tanpa bawa-bawa emosi juga pun seserahan. Untuk menghindari cap sebagai pria gagah nan labil, tentu saya harus menghindari hal-hal yang berbau amarah maupun sentimentil ketika menulis. Biar pencitraan saya sebagai calon menantu yang bijaksana nantinya mampu tercapai.

Adapun kegiatan saya setiap harinya akan dimulai pada saat tepat di tengah malam. Hal ini direncanakan agar bersamaan dengan terlelapnya orang-orang beserta semua jenis candu elektronik mereka. Dengan begitu, tibalah saya sebagai Batman akan bergantian menjaga malam, dimulai dengan lantunan mp3 yang selalu dibuka Somewhere I Belong-nya Linkin’ Park.

Cukup dengan volume yang 50 persen, saya mulai menggeliat menjadi manusia produktif. Mulai dari main game, gitaran, nonton film, bongkar lemari ataupun sekedar nongkrong bersama kopi dan rokok.  Tapi tetap, kebanyakan saya habiskan malam dengan menulis. Karena malam yang sepi lebih tenang untuk dinikmati. Lebih pas untuk berimajinasi. Cocok, seperti djarum super dan mulut saya. Klop sudah.

Kalaupun harinya sedang hujan, maka bertambah gembiralah hati saya ini. Hujan, malam, musik, dan kopi. Oh, surga benar itu. Tambah lagi ada calon istri, aihhhh…

Memang, sebagai penikmat malam garis keras, saya seringkali terbentur dengan norma masyarakat karena dianggap ‘melanggar kebiasaan’. Saya menjadi makhluk nocturnal yang kebanyakan  sering dijalankan anak-anak kost. Kebiasaan ini terus saja melekat hingga jam biologis badan saya pun pasrah dan malah manut.

Maka kacaulah hidup saya dihadapan masyarakat. Tidur jam 6 dan bangun jam 1 siang dianggap tidak lazim. Walaupun secara kesehatan saya sudah tidur sesuai standar, ibadah pun tidak terganggu, makan mie tiap hari, kegiatan lain juga lancar saja, tapi tetap saja perbedaan ini dianggap tidak normal dan mungkin mengganggu hingga banyak juga yang protes.

Sudah nasib sebagai orang Sudra, tentu saja saya harus mengalah. Saya yang tak pernah paham tentang kebebasan ini, akhirnya harus tetap saja tunduk kepada siapa saja yang dianggap lebih tinggi dari saya. Rutinitas terpaksa saya rombak dan mengacu kepada standar hidup ala masyarakat normal..

Dan saya takutnya, ujung-ujungnya nantipun saya harus berseragam ataupun berdasi supaya saya dianggap beradab sebagai pekerja. Lantas saya di standarkan hidupnya dengan keadaan sekeliling, lalu matilah bhineka tunggal ika yang sejatinya bukan hanya paham tentang perbedaan manusia dari luarnya saja..

Semoga saja pemujaan saya kepada malam tidak akan hilang hanya karena ‘kenormalan’ ini. Dan semoga, malam tetaplah menjadi  malam seperti kata Pas Band. Dan akan selalu saja menjamu penikmatnya dengan berbagai pesona mistik yang tak terjelaskan..

– Padang yang sudah pagi – 

Dengan diisi 23 derajat celcius menurut HP saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: