Lelaku Lelaki II

12 Agustus 2018

Sebagai orang yang kelak di masa depan akan didapuk sebagai calon Menteri Pemberdayaan Wanita (Cantik) Indonesia, saya sangatlah aware terhadap fenomena penampakan gadis-gadis imut di layar kaca pertelepisian. Apalagi bagi mereka yang berstatus sebagai pembawa berita, pejantan mana yang sanggup menahan gejolak dari gadis manis berseragam..

Belakangan, Net tipi yang menyadari kekuatan dari daya tarik wanita-wanita muda ini mulai melancarkan bombardir serangan beruntun. Hampir semua host dan pengisi acara di stasiun tipi tersebut diselipkan gadis muda yang sehat dan ranum. nyam nyam nyam… Semuanya sehat, enerjik, kiut, periang, cerdas dan humoris.. aih, tipikal saya bener ini. Pak Wisnu ini beneran bikin iri seleranya…

Metro tipi sebenarnya sudah memulai fenomena ini terlebih dahulu dengan mengumpulkan reporter dan pembawa acara yang tak kalah aduhai, bahkan polwan-polwan viral pun tak sungkan untuk dijadikan hostnya. Sayangnya di rumah saya sinyal tipi tidak terlalu bagus, cuma beberapa channel yang selamat. Dengan begini, net muncul tanpa pesaing…

Apalagi duo Trans yang kekeuh dengan tim creative yang naudzubillah alaynya, hanya mau dan mampu menyajikan acara bergenre drama dan semua yang viral di internet. Minim inovasi, dan hanya menjual fenomena sesaat tanpa konsep jangka panjang. Jadilah Trans mendekati masa kegelapan yang sangat mudah untuk saya memberikan pilihan pada channel tipi lain. Drama dan klenik reliji masih diyakini stasiun ini sebagai penggaet penonton di pinggiran kota terutama emak-emak.

Faktanya, mitos yang mengatakan semakin tua stasiun tipi maka akan semakin tidak bermutu, terbukti makin benar. 4 stasiun tertua sudah jadi contoh macam indosiar, sctv, rcti sama antv. Kemungkinan dalam beberapa tahun lagi trans bersaudara juga bakal join group ini. Yang lucu, tvri malah melawan arus. Makin tua, makin bagus. Yah, walaupun tidak bagus-bagus amat, tapi perubahan tipi negara itu sudah sangat benar di jalurnya.

Terkait hostess unyu, di trans mereka dulu punya Sisca Hussein yang sempat membuat saya rajin bangun pagi di hari keramat macam weekend. Sekarang ada Fina Phillipe sama Indah Nada Puspita. Metro punya beberapa, tapi cuma Grace Blessing yang saya ingat. Di net hampir semua pembawa berita dan acaranya high grade, juga para pengisi acaranya. Tapi cuma Sheila Purnama sama Shahnaz Soehartono yang tingkat keunyuannya di atas rata-rata, karena mungkin memang mereka yang mantan model.

Yang saya sebut terakhir, benar-benar idaman. Lulusan kuliah seni, model, penggemar Bjork, senyum sekelas Dian Sastro, sehat dan bersih, ceria, suaranya empuk, mmmhhhh… Sayang udah nikah… Ahhh… Udah sejak lama memang saya dengar kalau UPH sebagai salah satu universitas yang rajin memproduksi mahasiswi unyu nan cerdas. Tapi yang ini beda, levelnya jauh meskipun dibandingkan sama yang Unpad.

Di titik ini, saya mulai memaklumi atas kondisi “berpenampilan menarik” yang diajukan pada syarat-syarat lamaran kerja. Disisi lain, mereka yang memiliki kemampuan namun minus di muka, akan lebih banyak menghabiskan uang gaji baik untuk perawatan diri, ataupun membeli setelan mahal, dan yang pasti, krim pemutih. Jadi untuk mereka yang sudah yakin jelek, pilihan kerjanya cuma dikit, antara wirausaha, atau operasi plastik… huhuhu. Jangan khawatir, tiket promo ke Thailand sekarang murah-murah kok.

Dan di tahun-tahun politik macam sekarang, fenomena reporter cantik akan lebih banyak lagi ditonjolkan tipi-tipi. Penyebarannya tentu akan sangat sering mulai dari berita pagi, siang, sore malam, tengah malam, juga breaking news. Karena di tiap channel beritanya bakalan sama, maka persaingan kemungkinan akan terjadi pada kemasan berita sama siapa yang membawakan. Di poin inilah reporter-reporter cantik akan menjadi penentu sebagai bahan addictive channel langganan penonton.

Mengenal politik melalui berita yang dibawakan reporter dan host cantik itu sama kayak belajar matematika pake duit beneran, jadi mudah dan gampang. Gampang mengkhayal. Jadi, buat kalian yang tidak menyukai politik, mau tidak mau mulai sekarang hingga 2 tahun ke depan harus memilih stasiun telepisi meskipun terpaksa. Karena lagi tahun politik, tipi-tipi bakal dijejali berita drama politik. Suka atau tidak, berita tipi bakalan itu itu aja isinya.

Dengan memilih channel yang tepat, meskipun kepala kalian sakit dipenuhi berita politik, minimal mata kalian akan sehat dengan hadirnya reporter unyu. Jadi, pilihlah stasiun tipi yang tepat guna mempertahankan kesehatan mata kalian.

Itulah laporan saya terhadap situasi pertelepisian hari-hari ini. Sebagai pengamat, tentu ini hanya saran saya. Oh, dan maklum kan saya yang hanya berkutat pada sisi feminis nya saja. Hal ini akan menegaskan perjaka sepolos saya adalah lelaki normal. Semoga semua senang.

Kepada dik Raline Syah, tetap tenang jangan panik. Kamu masih yang termuah kok…

Iklan

Frans Cihuy

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: