CUK


Sayanya sedang bingung. Ini mungkin kejadian langka. Tapi bingungnya saya kali ini adalah bingung setingkat presiden yang memikirkan harga cabe. Bingung-bingung ga mutu.. Bingung ini membawa saya ke mode serius. Padahal jarang sekali saya ingin menjadi serius. 

Tersebutlah sebuah skripsi namanya, yang menjadi objek keresahan saya akhir-akhir ini. Makan ga enak tidur ga banyak, nonton ga tenang. Ya.. mirip-mirip orang kalau sedang ditilang polisilah rasanya. Indomie Waaiitttt Charriieee… sedaaap… mantaapp…*iklan

Adapun skripsi saya kali ini malah membahas tentang Teori Absurdisme. Yap, sayalah itu orang yang coba-coba  menjelaskan sebuah keabsurdan sejati, kengkawan.. Ibarat lukisan, ini semacam merealistiskan gambaran yang  abstrak. Asal katanya kan absurd, tidak jelas.. (seperti masa depan, mungkin)

Berdasarkan info dari google, tak banyak manusia Indonesia yang mau membahas teori ini secara ilmiah. Jadilah saya lebih banyak memakai bahan dari bahasa luar. Filosofi hidup berbahasa aseng? Waw… Hidup sudah absurd, kelakuan ambigu, muka abstrak, otak plin-plan.. yah, mungkin Tuhan memang sedang sentimen.

Adapun yang bikin saya bingung, tidak hanya cemas memikirkan bagaimana nantinya saya bisa memahami teori ini, tapi juga teori ini harus saya sandingkan dengan psikoanalisis sastra yang terkenal kejam berdarah itu agar membuatnya terlihat ilmiah dalam bentuk sebuah skripsi. Sisi positifnya, jika saya mampu melewati badai ini, saya boleh dianggap sebagai seorang filsuf yang mempelajari filsafat absurdime (Albert Camus), psikolog yang mempelajari psikologi kepribadian individu (Alfred Adler), dan kritikus sastra yang membedah novel secara psikoanalisis.

Filsuf, psikolog, sastrawan, budayawan, editor, sejarahwan, linguist, kritikus, blogger, skripsius, dan mungkin sufi. Itulah jenis-jenis profesi yang harus saya geluti dan dapatkan untuk menyelesaikan semua tantangan ini. Kamu masih tertarik menemani saya?

Kebingungan ini bertambah hebat tatkala saya berkali-kali harus berbenturan dengan masalah religius kompleks kala menghadapi teori-teori anti klenik model begini. Sepertinya saya memang harus mencari Dragon ball untuk membangkitkan Ibnu Sina.. Shen long where are you???

Jika suatu saat saya kena begal nanti dan diliput media, mungkin Headline koran akan menuliskan begini: “Seorang gamer amatir yang sedang dalam proses pembelajarannya tentang teori psikoanalisis absurdisme, dibegal dengan pasrah di daerah anu pada sore hari kemaren saat ia membeli rokok 3 batang ditanggal yang sedang menua…”. Goblok riweuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Anak Baik

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Nguping Jakarta

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Pandji Pragiwaksono

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Bajingan Yang Bergerak Bersama Waktu

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

Kumpulan Misteri Dunia

Kumpulan Artikel Misteri dan Rahasia yang Belum Terpecahkan

Blog misteri enigma

Calon orang kaya. Tetap manis walau badai menghadang,,

%d blogger menyukai ini: